Zaman Prasejarah : Pembagian Berdasarkan Geologi Ada di Indonesia

3 min read

zaman prasejarah

Zaman Prasejarah – Zaman prasejarah ditandai dengan munculnya manusia ke peradaban bumi yang belum mengenal tulisan atau aksara. Sejarah merupakan suatu ilmu yang mempelajari kejadian-kejadian di masa lalu.

Melalui kehidupan manusia yang didukung oleh bukti-bukti peninggalan sejarah berupa lisan, tulisan, hingga benda-benda. Sedangkan zaman sejarah bermula saat peninggalan sejarah tertulis ditemukan.


Sekilas Tentang Zaman Prasejarah

Zaman Prasejarah

Zaman prasejarah di dasarkan pada penemuan peninggalan prasejarah. Seperti alat-alat yang mendukung manusia saat itu untuk menjalankan kehidupan sehari-hari yang terbuat dari batu dan logam. Oleh karena itu para ahli di Indonesia membagi dua zaman yaitu zaman batu dan zaman logam. Pada zaman batu alat-alat yang digunakan sebagian besar terbuat dari bahan baku batu. Dan sebaliknya pada zaman logam, sebagian alat penunjang kehidupan sehari-hari dibuat menggunakan logam.

Baca Juga: Zaman Mesozoikum


Pembagian Zaman Prasejarah

Zaman Prasejarah

Menurut teori yang berdasar dari alat-alat peninggalan zaman prasejarah, zaman purba terbagi atas 5 periode waktu yang bertahap yaitu zaman Paleolitikum, Mesolitikum, Neolitikum, Megalitikum, zaman Logam. 5 tahapan perkembangan zaman ini adalah pembagian zaman prasejarah atau pra aksara. Berikut ke-5 tahapan tersebut yang akan dijelaskan satu per satu.

1. Zaman Paleolitikum

Disebut juga zaman batu tua, dimana manusia menggunakan corak berburu dan meramu untuk bertahan hidup. Berburu adalah kegiatan mencari makanan dengan cara berburu hewan mulai dari memangsa dan menjerat yang dilakukan oleh manusia purba. Meramu adalah kegiatan mencari makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang kemudian dikumpulkan.

Berburu dan meramu sudah ada sejak 2 juta tahun hingga 10 ribu tahun yang lalu. Manusia purba yang hidup di zaman ini adalah Homo Erektus dan Wajakensis. Selain mencari makanan yang berasal dari alam, manusia purba mencari tempat tinggal berupa Goa. Goa menjadi tempat yang dirasa cukup aman untuk beristirahat. Biasanya manusia purba membuat kelompok 20 hingga 30 orang.

Manusia zaman prasejarah menggunakan dan membuat alat-alat untuk mendukung kelangsungan hidup yang berasal dari batu, kayu, tanduk, dan tulang ikan yang sebagian besar artefak dan fosilnya masih bisa ditemukan kecuali untuk alat yang berasal dari kayu. Alat-alat tersebut dibagi menjadi 2 jenis.

  • Alat budaya pacitan. Alat budaya satu ini merupakan peralatan dari batu yang ditemukan di daerah Pacitan. Seperti kapak perimbas dan kapak genggam. Kapak perimbas digunakan sebagai senjata, pemecah tulang, dan membelah kayu. Sedangkan kapak kayu digunakan untuk kegiatan memotong. Perlu diketahui, alat budaya ini juga ditemukan di beberapa daerah lainnya.
  • Alat budaya ngandong. Alat budaya ini ditemukan di Ngandong, Blora Jawa Tengah, berasal dari tanduk dan bagian-bagian ikan seperti tulang dan duri. Semua bahan ini biasanya dibuat antara lain untuk peralatan sudip, mata tombak dan belati.

2. Zaman Mesolitikum

Disebut juga zaman batu tengah, dimana manusia purba masih melakukan kegiatan corak budaya berburu dan meramu namun sudah lebih maju dari sebelumnya. Manusia sudah mampu mengolah tanah dan menanam. Yang hidup pada zaman ini adalah manusia Australomelanesid.

Alat berburu yang digunakan juga mulai maju yaitu jerat, busur, perangkap, dan mata panah. Tak hanya tinggal di dalam goa, manusia zaman ini sudah mulai bermukim di daerah dekat pantai dan sungai dengan membuat rumah panggung. Manusia juga sudah mulai meyakini ada kehidupan setelah kematian dan mengenal kesenian.

Alat budaya yang digunakan masih berasal dari batu dan kayu, dibagi menjadi 2 jenis.

  • Alat budaya kyokkenmodinger. Kyokkenmodinger berarti segala sisa sampah yang berasal dari kerang, siput, dan remis. Di kawasan timur Nangroe Aceh Darussalam pada garis pantai prasejarah ditemukan tumpukan remis yang diduga timbunan sisa makanan manusia yang tinggal di tepi pantai dengan rumah berbentuk panggung. Pada timbunan tersebut juga ditemukan kapak dan batu giling.
  • Alat budaya abris sous roche. Alat-alat peninggalan zaman prasejarah yang ditemukan berupa serpihan bilah pisau dan guradi dari batu. Alat ini banyak ditemukan di daerah Timur. Ada juga alat yang berasal dari tulang berupa sudip dan belati. Peralatan ini imut ditemukan di daerah Sulawesi Selatan.

3. Zaman Neolitikum

Disebut juga zaman batu muda, masa Pleistosen berubah ke masa holosen dimana naiknya permukaan laut sehingga daratan menyempit dan membuat iklim menjadi lebih panas. Pertambahan dan pertumbuhan manusia juga meningkat seiring berjalannya waktu, hal ini membuat wilayah perburuan semakin sempit.

Manusia purba tak lagi memenuhi kebutuhan pokok dari berburu dan meramu. Untuk bertahan hidup manusia mulai bercocok tanam dan beternak untuk menghasilkan makanan. Dari yang awalnya pengumpul makanan( food gatherer) naik tingkat menjadi penghasil makanan ( food producer). Di tahun 1500 SM(Sebelum Masehi) Indonesia menerima kedatangan manusia Malayan Mongoloid atau Melayu Austronesia yang berasal dari kawasan Yunan, Cina Selatan.

Para pendatang ini mendominasi wilayah barat Indonesia sehingga manusia Australomelanesid mulai tergeser ke wilayah Timur Indonesia. Malayan Mongoloid memiliki kepandaian bercocok tanam dan beternak. Untuk melakukan corak budaya tersebut manusia Malayan sudah menggunakan alat-alat berupa gerabah, anyaman, pakaian, dan perahu.

Baca Juga: Zaman Praaksara

4. Zaman Megalitikum

Disebut juga zaman baru besar, manusia Megalitikum sudah mulai berkembang sejak Paleolitikum hingga zaman logam. Megalitikum berasal dari 2 kata yaitu Mega yang berarti besar dan lithos yang berarti batu. Di zaman ini manusianya telah mampu membuat bangunan-bangunan besar yang berasal dari batu.

Bangunan tersebut berkaitan dengan kepercayaan yang diyakini seperti menhir, dolmen, Sarkofagus, kubur batu, arca batu. Kepercayaan ini dibuat untuk menghormati para nenek moyang. Seperti menhir yang didirikan berupa tiang atau tuga.

Dolmen atau meja batu digunakan untuk tempat sesajen bagi arwah nenek moyang yang dibawahnya terdapat kubur batu, Sarkofagus untuk penyimpanan mayat para leluhur yang terbuat dari batu utuh.

5. Zaman Logam

Melewati 4 periode zaman batu, manusia sudah semakin cerdas. Batu dianggap kurang efektif sebagai alat untuk menunjang kegiatan sehari dan mulai ditinggalkan secara perlahan.

Manusia purba membutuhkan peralatan yang lebih kuat dan awet sehingga beralih ke logam. Kepandaian manusia dalam mengolah logam tidak muncul secara instan tetapi membutuhkan waktu hingga beribu tahun lamanya. Biji logam sudah dikenal sejak masa perundagian, manusia zaman prasejarah periode ini sudah mampu mengindentifikasi logam meleleh yang mereka jumpai di permukaan tanah.

Biji logam ini berasal dari tembaga yang kemudian di olah menjadi peralatan. Teknologi Logam kuno ini dipengaruhi oleh bangsa Vietnam atau dikenal dengan budaya Dong Son. Corak budaya padam zaman logam di dominasi oleh manusia Malayan Mongoloid yang berasal dari daerah Dong Son. Para pendatang ini membawa kepintaran di bidang teknologi berupa pertanian basah atau sawah dan teknologi pengelolaan logam.

Peralatan yang dihasilkan juga beragam seperti nekara (peralatan genderang untuk memanggil arwah leluhur), kapak corong yang digunakan untuk membelah kayu, arca, bejana, dan senjata. Tak hanya logam, manusia juga sudah mampu melebur besi dari bijinya.

Kemudian dituangkan menjadi alat-alat untuk penunjang kehidupan sehari-hari. Teknik peleburan besi tergolong lebih sulit dari peleburan perunggu namun manusia di periode ini sudah mampu melakukannya.

Nah, itu tadi pembahasan tentang zaman prasejarah Indonesia yang terdiri dari 5 periode waktu. Mempelajari sejarah adalah kewajiban setiap orang. Agar tetap menghargai kehidupan dan senantiasa bersyukur pada Tuhan.

Zaman Prasejarah