Teknik Dasar Tolak Peluru : Sejarah, Peraturan dan Gaya yang Dilakukan

teknik dasar tolak peluru

Teknik Dasar Tolak Peluru – Teknik dasar tolak peluru adalah pelajaran pertama yang seharusnya dipahami terlebih dahulu jika hendak melakukan olahraga ini. Pasalnya olahraga ini merupakan olahraga yang memiliki resiko cedera yang cukup tinggi jika dimainkan secara sembarangan.

Olahraga yang berasal dari inggris ini merupakan salah satu cabang olahraga atletik. Gerakan utamanya adalah mendorong atau melempar bola peluru. Hanya satu tangan yang dipergunakan untuk melemparkan peluru ini dengan tujuan untuk mencapai jarak terjauh.


Sejarah Cabang Olahraga Tolak Peluru

Teknik Dasar Tolak Peluru
Riski Putri dari Sabang peserta tolak peluru cabang atletik di Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIII, JSC Jantho (21/11/2018). FOTO | Chaideer/MC PORA XIII

Tercatat, tolak peluru mulai dimainkan oleh orang-orang Skotlandia. Kemudian pada abad 19, olahraga ini pun mulai populer di Inggris. Tolak peluru (the shot put) digunakan oleh para pria untuk menguji kekuatan pada saat itu. Tentu saja teknik dasar tolak peluru yang digunakan sangatlah sederhana dan hanya menggunakan batu saja.

Ketika masa perang dunia pertama pecah, para prajurit pun menggunakan olahraga ini sebagai hiburan. Tak lagi menggunakan batu, melainkan menggunakan peluru meriam yang beratnya bisa mencapai 3 kilogram.

Baca Juga: teknik dasar jalan cepat


Teknik Dasar dalam Tolak Peluru

Teknik Dasar Tolak Peluru

Aturan pertama yang harus dipelajari dalam olahraga ini adalah teknik dasar tolak peluru. Hal ini bertujuan agar atlet mampu melakukan lemparan secara maksimal. Untuk itu sebelum memulai olahraga ini sebaiknya memerhatikan hal-hal berikut:

1. Cara memegang

Melempar peluru dengan bobot hingga 3 kilogram ini tentunya harus dengan cara yang aman dan benar. Jika melakukannya dengan cara yang salah maka akan berakibat luka pada tangan bahkan dapat berakibat patah pada pergelangan. Pada dasarnya teknik dasar tolak peluru dalam memegang memiliki 3 cara, antara lain yaitu:

  • Menggenggam peluru, merupakan teknik dasar tolak peluru yang dilakukan dengan cara merenggangkan jari dengan menekukkan kelingking ke samping peluru dan jempol berfungsi sebagai penyeimbang.
  • Merapatkan jari termasuk jari kelingking, dengan cara menempelkan telapak tangan pada belakang peluru dan jempol di bagian samping peluru sebagai penyeimbang
  • Cara yang direkomendasikan untuk yang memiliki jari kecil, dengan merapatkan jemari dibelakang peluru namun memberikan ruang atau jarak pada jemari saat memegang peluru.

2. Teknik Meletakkan Peluru Pada Leher

Sebelum melakukan lemparan atau tolakan, sebaiknya lakukan setelah memutuskan memegang dengan posisi paling nyaman. Teknik ini dilakukan dengan cara meluruskan siku secara horizontal dengan tulang bahu dan memiringkan kepala kearah peluru.

3. Cara Melempar atau Meluncurkan Peluru

Posisi yang dianjurkan dalam teknik dasar tolak peluru adalah berdiri tegak dan menghadapkan badan kesamping lapangan. Lalu kemudian melebarkan kaki agar mudah melakukan lemparan dengan cara kaki kanan sedikit ditekuk berguna untuk menahan beban badan.

Langkah selanjutnya adalah mendorong  peluru di tangan dengan sudut tolakan 40 derajat. Kemudian kaki kanan melonjak agar kekuatan dorongan yang dihasilkan tangan maksimal terlempar. Setelah melakukan lemparan, posisi kaki kembali pada posisi sebelumnya namun dengan cara ditekuk. Selain itu, posisi badan menghadap ke depan dengan arah pandangan melihat kearah peluru mendarat.


Berat Peluru dan Gaya yang Digunakan dalam Tolak Peluru

Teknik Dasar Tolak Peluru

Melakukan lemparan dengan bobot yang sesuai akan menjadi salah satu cabang olahraga yang dapat dimainkan oleh semua orang. Tentunya standar yang digunakan adalah standar yang sudah ditetapkan secara internasional. Berikut adalah klasifikasi atlet pada cabang olahraga ini :

  • Pertama, junior putri dengan bobot peluru 3 kg
  • Kedua, junior putra dengan bobot peluru 5 kg
  • Ketiga, senior putri dengan bobot peluru 5 kg
  • Keempat, senior putra dengan bobot peluru 7,25 kg

Pada perkembangan olahraga ini, gaya yang di gunakan sama-sama memiliki popularitas menyebabkan kedua gaya ini diabadikan. Adapun dua gaya yang terkenal ini yaitu gaya ortodoks dan gaya O’Brient. Gaya Ortodoks  memiliki ciri arah tubuh yang menghadap ke samping dari arah tolakan. Sementara itu, gaya O’Brient membelakangi arah lemparan untuk mengambil posisi saat menolak peluru.

Kedua teknik bermain tersebut merupakan gaya bermain yang masih digunakan dalam olahraga tolak peluru hingga saat ini. Memilih gaya tolak yang paling sesuai adalah teknik dasar tolak peluru yang penting untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan gaya akan sangat berpengaruh terhadap jarak yang akan dihasilkan.

Baca Juga: teknik dasar pencak silat


Besar Lapangan Yang Digunakan Dalam Tolak Peluru

Teknik Dasar Tolak Peluru

Mempersiapkan lapangan yang akan digunakan sebaiknya memperhatikan beberapa hal. Misalnya seperti mempersiapkan jaring besi atau baja sebagai pengaman. Ini berfungsi sebagai pelindung saat melakukan lemparan peluru.

Kriteria lapangan yang harus dipenuhi dalam peraturan olahraga tolak peluru telah diatur berdasarkan internasional. Standar ini diberlakukan demi menjaga kenyamanan dan keamanan atlet. Adapun standar tersebut antara lain:

  • Lingkaran tolak haruslah berbahan dasar besi atau baja dimana permukaan atas rata dengan permukaan tanah dengan diameter lingkaran bagian dalam sebesar 2,135 meter.
  • Permukaan lingkaran tolak dalam harus sejajar atau datar dengan tingkat ukuran mencapai maksimal 6 mm lebih rendah dari bibir atas lingkaran lempar.
  • Jika ketebalan besi yang digunakan sebagai lingkaran adalah 6 mm, maka tidak perlu meratakan permukaan dengan tanah. Dengan kata lain tidak perlu menanam besi hanya perlu dicat warna putih sebagai penanda daerah lontar bagian dalam.
  • Garis salah atau lingkaran tolak dibuat menyamping 45 derajat ke kiri dan kanan dari tengah diameter lingkaran berfungsi sebagai penanda daerah lontaran.
  • Tepi dalam lingkaran tolak yang digunakan adalah balok kayu berfungsi sebagai penahan atau penghimpit tepi dalam lingkaran.
  • Lebar balok kayu yang digunakan yaitu sepanjang 11-30cm dengan panjang 121cm-123cm didalam dengan ketebalan 9-10 cm..

Peraturan Dasar Yang Digunakan Dalam Tolak Peluru

Teknik Dasar Tolak Peluru

Seperti halnya pertandingan olahraga lainnya, pelanggar aturan dalam olahraga ini akan dikenai sanksi diskualifikasi.Berikut adalah aturan-aturan yang harus dipatuhi atlet tolak peluru dalam pertandingan:

  • Atlet atau orang yang melakukan lemparan haruslah berada pada wilayah lingkaran yang ditentukan. Ini berfungsi untuk membatasi wilayah lempar.
  • Menggunakan satu tangan ketika melakukan dorongan pada peluru.
  • Diperbolehkan memegang batas dalam wilayah lingkaran.
  • Jumlah skor ditentukan dengan cara mengukur jarak peluru saat pertama kali jatuh hingga wilayah lingkaran.
  • Jika atlet telah dipanggil selama 3 menit dan belum melakukan lemparan, maka atlet tersebut di dianggap keluar dari permainan.
  • Atlet akan didiskualifikasi apabila lemparan peluru keluar dari wilayah yang telah ditentukan sebanyak 3 kali.
  • Dilarang menginjak garis batas di luar wilayah lontaran, yaitu menginjak batas pada bagian lingkaran serta tanah saat melempar.
  • Lemparan dianggap batal jika melempar atau menolak peluru dengan gerakan yang salah. Misalnya menempatkan tumpuan pada perut atau menempatkan posisi peluru pada bagian belakang kepala.
  • Atlet harus selalu menggunakan peralatan keselamatan saat bermain tolak peluru.

Meskipun telah berusia ratusan tahun, olahraga yang satu ini masih dimainkan hingga sekarang. Bahkan menjadi materi dalam mata pelajaran olahraga di sekolah, khususnya pada materi khusus terkait cabang atletik. Oleh karenanya, perlu untuk mengetahui teknik dasar tolak peluru sebelum memulai melakukan olahraga yang satu ini.

Teknik Dasar Tolak Peluru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *