Teknik Dasar Senam Lantai : Gerakan untuk Pemula yg Harus di Pelajari

teknik dasar senam lantai

Teknik Dasar Senam Lantai  – Olahraga merupakan kegiatan yang banyak dilakukan oleh manusia untuk menjaga kebugaran tubuh, dari hal yang ringan hingga hal yang berat. Ada olahraga yang dilakukan secara individual ada juga yang dapat dilakukan secara berkelompok.

Olahraga tidak hanya sebatas di dalam ruangan namun ada juga yang berada diluar ruangan. Olahraga yang mudah untuk dilakukan di dalam atau diluar ruangan adalah senam. Teknik sangat diperlukan dalam melakukan berbagai macam olah raga terutama teknik dasar senam lantai.


Mengenal Senam Lantai

Teknik Dasar Senam Lantai

Senam merupakan suatu olahraga yang dilakukan dengan gerakan tubuh. Ada berbagai jenis senam yaitu senam ibu hamil, senam aerobik, senam jantung , senam  artistik, dll. Senam lantai adalah satu jenis dari senam artistik.

Senam artistik terbagi menjadi dua yaitu senam tanpa alat bantu hanya menggunakan matras dan senam yang menggunakan alat bantu seperti balok keseimbangan, meja lompat, balok keseimbangan, palang sejajar, gelang-gelang, kuda pelana, dll.

Untuk senam artistik tanpa alat bantu dikenal dengan senam lantai. Senam lantai itu sendiri senam yang memperlihatkan berbgai keterampilan tubuh dan menunjukan keindahan gerakan serta kelenturan tubuh. Berbagai gerakan yang terdiri dari, meloncat, berputar diudara, mengguling, menumpu dengan kaki atau tangan untuk memprtahankan keseimbangan.

Baca Juga: teknik dasar lompat jauh


Sejarah  Senam Lantai

Teknik Dasar Senam Lantai

Senam merupakan salah satu olahraga yang sudah ada sejak jaman dulu berasal dari Yunani sedangkan untuk senam lantai tidak diketahui dengan jelas awal mulanya. Ada yang mengatakan bahwa senam lantai berasal dari Negeri Cina pada tahun 2700 SM ( sebelum masehi) awal mula gerakan senam lantai dilakukan oleh biara- biara Cina kuno. Gerakan ini belum dikenal sebagai senam lantai namun dikenal dengan gerakan yang bertujuan untuk pengobatan dan bela diri. sehingga tidak dapat dipastiak penemu senam lantai.

Beberapa juga yang mengatakan berawal dari India dimana gerakan senam lantai dihubungkan dengan yoga, selain itu sejarah senam lantai juga terdapat pada Piramida di Mesir. Piramida menunjukan suatu gerakan yang dilakukan oleh nenek moyang. Selain itu peneliti juga berpendapat bahwa gerakannya juga mirip dengan yoga.

Ada juga seorang tokoh yang menyumbangkan pengetahuannya dalam metode senam lantai seperti Archange Tuccaro. Archange Tuccaco sendiri adalah pemain akrobat yang berasal dari Negara Italia yang menuliskan buku berjudul Archange Tuccaro juga merupakan seorang penulis dimana salah satu karya tulisnya ini yang berjudul Arial Jump, dimana Buku ini menjelaskan tentang metodologi akrobatik.

Di indonesia senam mulai masuk pada tahun 1912 pada jaman Belanda. Senam yang pertama kali di terapkan adalah senam versi Jerman dimana sistem ini menerapkan pada gerak yang kaya sebagai pendidikan. Sedangkan pada tahun 1916 sistem yang diterapkan adalah sistem Swedia yang menekannkan pada manfaat gerak. Semakin berkembangnya senam di Indonesia maka pada tahun 1963 tepatnya pada 14 juli dibentuk organisasi senam yang diberi nama PERSANI ( Persatuan Senam Indonesia) yang pertama kali diketuai oleh R. Suhadi.

Baca Juga: teknik dasar sepak takraw 


Macam-Macam Senam Lantai Dan Teknik Dasar Senam Lantai

Teknik Dasar Senam Lantai

Senam lantai sangat membutuhkan keseimbangan dan kelenturan. Pentingnya pemanasan dan teknik dasar dapat menghindarkan diri dari cidera. Berikut lima macam teknik dasar senam lantai.

1. Guling Belakang

Guling kebelakang atau dikenal dengan rol belakang dilakukan dengan cara menggulingkan badan ke arah belakang. Berikut teknik nya badan berdiri tegap dan kedua tangan diangkat ke atas membentuk huruf “V”, pandangan lurus ke depan.

Lalu kedua lutut ditekuk hingga agak jongkok atau setengah jongkok dan tangan lurus ke depan, Setelah itu gulingkan badan ke belakang dengan memberi dorongan dan tangan siap menyangga.saat berguling kaki lurus dan saat menjatuhkan kaki dijatuhkan di atas kepala. Setelah berguling, tubuh kembali ke posisi berdiri tegak.

2. Sikap Lilin

Sikap lilin adalah posisi dimana tubuh tidur terlentang dengan bahu menempel lantai sedangkan pinggang tidak menempel pada lantai namun di sangga menggunakan kedua tangan dan kaki lurus tegak keatas. Teknik atau cara melakukan sikap lilin sangat mudah.

Tubuh berbaring terlentang dengan kedua tangan berada di samping badan, dan pandangan lurus ke atas. Kaki rapat dan diangkat lurus ke atas. Kedua tangan digunakan untuk penopang pinggang, sedangkan bahu dan sikut tangan sebagai landasan dengan posisi seperti huruf “L”. mempertahankan sikap ini selama beberapa menit.

3. Kayang

Kayang adalah senam dimana telapak tangan dan kaki dijadikan tumpuan sedang kan badan diangkat ke atas agar tidak menyentuh lantai. Posisi kayang dapat dilakukan dengan dua awalan yaitu berdiri dan tidur. Untuk awalan berdiri, tubuh berdiri tegak dengan kaki sedikit terbuka.

Gerakkan tangan secara bersamaan atau dapat menggunakan satu tangan untuk mengayun ke belakang. Kepala tengadah lalu badan melenting ke belakang dengan telapak tangan menyentuh matras untuk tumpuan. Untuk awalan tidur, tubuh dalam posisi tidur terlentang lalu letakkan telapak tangan di samping telinga. Lipat lutut lalu angkat tubuh ke atas dengan tangan dan kaki sebagai tumpuan. Pemula yang ingin mencoba gerakan ini disarankan diawali dengan awalan tidur.

4. Guling Depan

Guling depan dikenal juga dengan nama rol depan atau forward roll. Terdapat dua posisi yaitu berdiri dan jongkok. Posisi berdiri dilakukan dengan posisi badan tegak lurus dengan tangan disamping badan, lalu angkat kedua tangan dan meletakkan tangan menyentuh matras di depan badan dengan posisi membungkuk dan kepala mendekat ke arah dada setelah itu berguling ke depan dengan tangan merangkul ke lutut.

Posisi jongkok dilakukan dengan sikap awalan jongkok, kedua tangan menumpu di matras selebar bahu. Lalu kedua kaki diluruskan dan siku tangan ditekuk, kepala dilipat mendekat ke dada dan berguling ke depan dengan tengkuk mendarat terlebih dahulu, kedua kaki dilipat rapat pada dada. Kedua tangan melepaskan tumpuan dari matras dan bangun dengan posisi jongkok kedua tangan ke depan.

5. Guling Lenting

Guling lenting pada dasarnya sama dengan guling depan tetapi dengan akhiran tubuh kembali berdiri. Teknik dasar guling lenting adalah dengan posisi berdiri dan satu kaki di depan lalu kedua lengan diangkat ke atas setelah itu bergulingan ke depan dengan tangan digunakan sebagai tumpuan. Setelah berguling kedua kaki harus rapat dan lurus.

Posisikan kedua tungkai lurus ke belakang dekat dengan kepala dan siku dibengkokkan lalu telapak tangan bertumpu pada matras di samping telinga. Lakukan guling ke depan, saat tungkai telah melewati kepala, tolakkan tungkai ke atas depan dan mendorong kedua tangan sehingga badan terangkat lalu lakukan pendaratan dengan kedua kaki rapat dan pinggul didorong ke depan, dan posisikan tubuh kembali ke posisi berdiri.

Itulah beberapa contoh senam lantai dan teknik dasar senam lantai yang dapat dicoba oleh pemula. Manfaat dari senam lantai itu sendiri adalah untuk meningkatkan kelenturan tubuh, menambah kekuatan otot dan masih banyak lagi. Lakukan teknik dasar senam lantai yang benar agar memperkecil resiko cidera.

Teknik Dasar Senam Lantai 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *