Teknik Dasar Lempar Lembing : Peraturan dan Hal Lain yg Wajib Diketahui

teknik dasar lempar lembing

Teknik Dasar Lempar Lembing – Lempar lembing merupakan salah satu olahraga dalam cabang atletik. Sama halnya dengan jenis olahraga yang lain, terdapat teknik dasar lempar lembing yang perlu dipahami sebelum melakukan olahraga ini. Dengan begitu, olahraga dapat dilakukan secara aman dan meminimalkan resiko terjadinya kesalahan maupun cedera.

Secara sederhana lempar lembing berarti olahraga melempar suatu benda yakni lembing. Lembing sendiri memiliki bentuk seperti sebuah tongkat dengan ujung runcing yang menyerupai tombak. Sederhananya, lempar lebing dapat dikatakan sebagai olahraga melempar sebuah tongkat.

Terdapat teknik dasar lempar lembing, sehingga lemparan yang dilakukan pun tidak bisa sembarangan. Atlet harus melempar dari sudut tertentu dengan tenaga maksimum. Hal ini bertujuan agar tongkat dapat mencapai jarak yang optimal.


Sejarah Singkat Lempar Lembing

Teknik Dasar Lempar Lembing

Sampai sekarang belum ditemukan bukti otentik pada masa apa lempar lembing mulai ditemukan. Namun banyak ahli yang berpendapat bahwa lempar lembing sudah ada sejak zaman Yunani kuno. Tetapi jika melihat bentuk alat dan cara melakukan olahraganya, banyak juga yang berpendapat olahraga ini sudah dipakai sejak zaman purba.

Hal ini dikarenakan teknik melempar tombak sering digunakan manusia zaman purba untuk berburu. Tombak sendiri dinilai sebagai alat yang efektif untuk berburu. Lalu pada saat manusia mulai memasuki zaman logam, lembing atau tombak mulai digunakan sebagai senjata. Lembing akan dilemparkan sekuat tenaga untuk mengenai musuh.

Orang-orang pun mulai tertarik untuk berlatih melempar lembing agar dapat mencapai jarak terjauh. Selain untuk berburu dan berperang, keahlian ini sekaligus menjadi ajang pamer antar satu sama lain. Oleh karena itu, kemampuan melempar lembing dengan kuat dan jauh dianggap menarik oleh sebagian orang pada masa itu.

Dimulai dari kebiasaan berlatih hingga pada akhirnya banyak yang mengadakan perlombaan lempar lembing. Pertama dari tingkat bawah, lalu pada tahun 776 SM mulai dipertandingkan di Olimpiade pada masa Yunani kuno. Walau sampai saat ini belum diketahui secara pasti bagaimana teknik dasar lempar lembing, dan peraturan yang berlaku saat itu.

Lalu memasuki zaman sejarah dimana lempar lembing mulai masuk olimpiade pada tahun 1908. Namun saat itu hanya atlet lelaki yang boleh mengikuti lempar lembing. Akhirnya pada tahun 1932 atlet perempuan juga diperbolehkan untuk mengikuti pertandingan cabang olahraga ini.

Baca Juga: teknik dasar lari jarak pendek


Teknik Dasar Lempar Lembing

Teknik Dasar Lempar Lembing

Pada awalnya belum diketahui secara pasti teknik yang digunakan dalam lempar lembing pada zaman dahulu. Namun seiring berjalannya waktu, mulai bermunculan teknik untuk lempar lembing. Teknik dasar lempar lembing itu dibagi menjadi tiga teknik dasar yakni, memegang, membawa, dan melempar lembing. Ketiga teknik tersebut perlu diketahui oleh seluruh atlet agar dapat mengoptimalkan teknik lemparan mereka. Berikut adalah teknik dasar lempar lembing yang wajib diketahui.

1. Teknik Memegang

Teknik pertama yang akan dibahas adalah teknik memegang. Dalam olahraga yang menggunakan alat seperti halnya lempar lembing, tentu perlu diketahui cara memegang alat yang baik. Hal tersebut bertujuan untuk memaksimalkan dorongan atau tolakan pada saat melempar nanti.

Dalam lempar lembing sendiri terdapat tiga teknik memegang yang ketiganya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tiga teknik tersebut antara lain:

  • Cara Amerika. Ibu jari dan telunjuk memegang sisi dominan. Dimana telunjuk memegang bagian lilitan lembing atau belakang balutan lembing dengan melingkar. Sementara ibu jari menekan sisi lainnya. Cara memegang yang mudah ini membuat para atlet pemula memilih menggunakan cara ini dan merupakan yang paling populer. Alasannya adalah cara ini memberikan daya dorong kuat dan optimal.
  • Cara Finlandia. Secara sekilas cara ini susah dibedakan dengan cara sebelumnya. Hanya saja cara ini meletakkan telunjuk dan  ibu jari sama-sama di bagian ujung pada sisi masing-masing. Telunjuk diletakkan sedikit serong sehingga dapat menyentuh ibu jari yang ada di sisi satunya. Dalam hal ini akan terlihat seperti kedua jari tersebut bertemu di bagian tengah lilitan lembing. Lilitan lembing sendiri terdapat di bagian belakang balutan lembing.
  • Cara Jepit (Tank). Kalah populer dibandingkan dua cara sebelumnya, namun masih ada atlet yang menggunakannya. Hal ini dikarenakan cara jepit dapat menghindarkan dari cedera siku akibat pelencengan saat melempar lembing. Hanya saja, jika kurang berhati-hati cara ini pun dapat menyebabkan luka gores pada jari-jari. Cara memegang lembing ini mirip seperti mekanisme penjepit. Jari tengah dan jari telunjuk bertugas sebagai penjepit lembing. Kedua jari tersebut tepat diletakkan di belakang bagian pegangan.

Sebenarnya tidak ada teknik memegang yang lebih baik dari teknik yang lain. Karena kembali olahraga ini juga mengandalkan kenyamanan para atlet untuk memegang lembing. Sehingga cara memegang itu dianggap baik apabila sang atlet merasa nyaman.

2. Teknik Membawa

Dalam hal membawa sebenarnya sama dengan teknik memegang yakni, berdasarkan kenyamanan para atlet. Setelah memegang, atlet perlu membawa lembing untuk kemudian dilemparkan. Oleh karenanya, teknik membawa perlu diperhatikan agar tidak menghambat lemparan yang akan dilakukan. Dalam keseharian sering dijumpai tiga teknik membawa lembing yang sering ditemui, yaitu:

  • Teknik memanggul, yaitu dilakukan dengan membawa lembing dengan cara diletakkan di atas bahu seperti dipanggul. Posisi ujung atau mata lembing menghadap ke depan dengan arah menyerong ke atas.
  • Selanjutnya yaitu lembing ditaruh di belakang badan dan dibawa sepanjang jalut lengan. Posisi mata atau ujung lembing menghadap depan serong atas.
  • Teknik yang terakhir sama dengan teknik memanggul. Hanya saja memiliki perbedaan, yakni arah mata lembig diarahkan ke bawah.

3. Teknik Lempar

Terakhir adalah teknik melempar dan merupakan teknik terpenting dalam teknik dasar lempar lembing yaitu teknik lempar. Teknik ini menjadi penentu optimal atau tidaknya lemparan lembing seorang atlet. Dalam teknik lempar dibagi menjadi tiga tahap yaitu:

  • Awalan. Sebelum melempar atlet meletakkan lembing di atas kepala dengan posisi lengan tertekuk. Posisi lengan membentuk sudut kurang lebih 90°, dengan siku ke depan dan telapak tangan ke atas. Posisi lembing sendiri harus setara di atas garis pararel. Setelah semuanya selesai, langkah terakhir setelah proses awalan adalah langkah silang atau cross step.
  • Saat Melempar. Dalam kondisi ini kekuatan bahu sangat diperlukan. Pertama bahu kanan ditarik ke belakang dan lengan bersiap untuk posisi melempar ke atas yang kuat melewati poros atau sumbu bahu. Selanjutnya badan digerakkan melewati kaki depan lalu setelahnya lembing dilepaskan.
  • Akhiran. Tahap ini terjadi setelah selesai melakukan lemparan. Dalam tahap ini atlet harus melangkahkan kaki ke depan guna keseimbangan agar badan tidak jatuh dan melewati garis lemparan yang diperbolehkan.

Baca Juga: teknik dasar softball


Peraturan Lempar Lembing

Teknik Dasar Lempar Lembing

Setelah mengetahui teknik dasar lempar lembing tentu informasi selanjutnya yang tidak kalah penting adalah peraturan. Peraturan yang akan dibahas kali ini mengenai hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam lempar lembing. Berikut adalah peraturan umum dalam lempar lembing:

  • Pegang lembing pada tempat pegangan.
  • Lemparan lembing dianggap sah apabila ujung atau mata lembing menggores atau menancap sektor lemparan.
  • Jumlah lemparan yang dihasilkan sama dengan tolak peluru ataupun lempar cakram.
  • Lemparan harus dibuat melampaui atas bahu.
  • Atlet boleh melempar sebanyak tiga kali, dan nilai yang diambil adalah lemparan terjauh.

Selain peraturan umum di atas, terdapat pula beberapa larangan dalam olahraga lempar lembing. Pelanggaran terhadap peraturan ini dapat berakibat diskualifikasi bagi atlet. Adapun peraturan-peraturan tersebut antara lain:

  • Tidak boleh memutar badan sepenuhnya setelah selesai melempar.
  • Dilarang memegang lembing di luar pembalutnya.
  • Lembing jatuh tidak pada sektor lemparan.
  • Pelempar tidak boleh menyentuh besi pembatas yang terdapat di bagian atas lemparan.
  • Tidak adanya bekas ujung lembing pada tanah sektor lemparan.

Lempar lembing memang tidak sepopuler olahraga lainnya. Hanya saja, olahraga ini masih memiliki peminat dan selalu menjadi nomor wajib dalam berbagai kejuaraan. Oleh karenanya, informasi tentang teknik dasar lempar lembing pun perlu diketahui agar dapat melakukan olahraga ini dengan aman.

Teknik Dasar Lempar Lembing 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *