Teknik Dasar Jalan Cepat – Jalan cepat merupakan olahraga yang terlihat mudah dan sederhana. Namun, jika tidak dilakukan dengan teknik yang sesuai, maka hasilnya pun tidak akan maksimal.

Terdapat beberapa teknik dasar jalan cepat yang harus dikuasai oleh siapa saja yang akan melakukan jalan cepat, untuk mendapatkan hasil yang diharapkan.


Pengertian Atletik Jalan Cepat

Teknik Dasar Jalan Cepat

Seperti yang diketahui bersama, jalan cepat merupakan salah satu cabang olahraga atletik. Bisa dikatakan mirip dengan cabang olahraga lari. Namun ada perbedaan yang sangat jelas di antara keduanya yakni di saat lari, kedua telapak kaki akan melayang dan tidak menginjak tanah.

Sedangkan saat melakukan jalan cepat, telapak kaki dan tanah akan saling bersentuhan, tepatnya kaki depan mesti bersentuhan dengan tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah.

Baca Juga: teknik dasar pencak silat


Sejarah Atletik Jalan Cepat

Teknik Dasar Jalan Cepat

Atletik jalan cepat tercipta saat dilaksanakannya perlombaan di kota Athena, Yunani, tepatnya pada tahun 1896 yang diprakarsai oleh seseorang keturunan Perancis yakni Baron Peire Louherbin.

Adapun perlombaan jalan cepat pertama dilakukan pada  tahun 1912 dengan jarak tempuh 10 Km, kemudian olimpiade lainnya dilakukan dengan jarak tempuh 20 Km dilakukan pada tahun 1867. Pada tahun 1976 diselenggarakan lagi olimpiade dengan jarak tempuhnya 50 Km.

Olahraga atletik jalan cepat bertahap menarik minat para olahragawan. Hingga saat ini tidak sedikit yang menggemarinya. Di Indonesia sendiri pernah diselenggarakan perlombaan jalan cepat tepatnya pada tahun 1978, dengan jarak tempuh 5 Km -10 Km bagi wanita dan 10 Km-20 Km bagi pria.


Manfaat dari Jalan Cepat

Teknik Dasar Jalan Cepat

Tidak ada olahraga yang tidak memberikan manfaat, semuanya akan memberikan manfaat pada tubuh, begitu pun dengan olahraga jalan cepat. Banyak yang tertarik melakukan salah satu cabang olahraga atletik jalan cepat karena memerhatikan manfaat yang positif.

Di antara manfaat yang didapatkan dari atletik jalan cepat yaitu bagi siapa saja yang mengalami pengenduran pada kulit, maka dengan olahraga jalan cepat kulit atau bagian tubuh lainnya akan lebih kencang.

Manfaat lainnya yaitu  membuat tubuh berkeringat, sehingga terjadinya pembakaran lemak dalam tubuh, olahraga ini cocok banget untuk yang ingin menurunkan berat badan.

Selain itu, jalan cepat akan membantu menjaga fleksibilitas tubuh yakni otot tubuh secara otomatis ikut bergerak secara rutin dan akan membuat tubuh lebih fleksibel dan nyaman digerakkan.

Selanjutnya sirkulasi darah dalam tubuh menjadi lancar, sehingga tubuh pun lebih sehat serta meningkatkan tenaga dalam tubuh, tidak mudah lelah dan lebih berenergi.


Teknik Dasar Jalan Cepat

Teknik Dasar Jalan Cepat

Seperti yang disinggung sebelumnya, atletik dasar jalan cepat memiliki teknik dasar tersendiri yang harus dikuasai oleh seorang atlet. Teknik dasar jalan cepat tidak begitu sulit, dengan ketekunan dan kesungguhan semuanya dapat dilakukan dengan mudah. Berikut ini adalah beberapa teknik dasar yang mesti dikuasai dalam melakukan atletik jalan cepat.

1. Teknik Awalan (Start)

Teknik awalan/ start yaitu teknik yang dilakukan sebelum dimulainya pertandingan atletik jalan cepat. Pada teknik awalan ini, ada beberapa tahapan yang mesti dilakukan oleh seorang atlet jalan cepat, diantaranya seorang atlet harus dalam keadaan sikap bersedia yaitu berdiri di belakang garis start.

Ketika ada bunyi aba-aba unuk bersedia, maka letakkan salah satu kaki dengan posisi lurus ke belakang dan satu kaki lainnya maju ke depan, namun masih di belakang garis start dengan posisi lutut ditekuk.

Kemudian posisi badan dalam keadaan lurus lurus dan agak condong ke depan serta posisi kedua tangan dalam keadaan rileks dan kaki bagian depan menjadi tumpu berat badan.

Lalu, ketika petugas memberikan aba-aba “ya” ataupun terdengar bunyi pistol, maka yang harus dilakukan adalah menggerakkan kaki belakang ke depan dengan mengayunkan tangan ke depan dan ke belakang secara harmonis dan bergantian.

2.   Posisi Badan

Selanjutnya teknik Dasar dalam melakukan Jalan Cepat yaitu memerhatikan posisi badan. Ketika aba-aba dari petugas terdengar, maka posisi badan harus diperhatikan. Hal ini dikarenakan dapat berpengaruh pada tingkat kecepatan jalan seorang atlit.

Sikap atau posisi tubuh yang benar, ketika melakukan jalan cepat yaitu tubuh menghadap lurus ke depan, siku ditekuk membentuk sudut 90 derajat dan tangan digerakkan harmonis dengan kaki secara bergantian dengan koordinasi ayunan lengan kiri ke depan bersamaan dengan gerakan paha dan kaki kanan, sebaliknya lengan kanan bersamaan dengan kaki kiri.

3.   Teknik Langkah Kaki

Teknik selanjutnya dalam jalan cepat yaitu memerhatikan langkah kaki. Ketika melakukan jalan cepat, posisi kaki hendaknya digerakkan ke arah depan dan paha menjadi penopang beban tubuh. Sedangkan, posisi lutut harus sedikit ditekuk beriringan dengan kaki yang diayunkan.

Kemudian, ketika kaki menyentuh tanah, yang mengenai tanah terlebih dahulu adalah kaki bagian tumit yang selanjutnya diteruskan dengan ujung kaki.

4.   Teknik Akhiran (Finish)

Teknik dasar jalan cepat yang selanjutnya yaitu teknik akhiran (finish). Pada teknik akhiran ini, atlet jalan cepat tidak diperkenankan langsung berhenti, ketika menyentuh garis finish. Melainkan harus melakukan gerakan jalan cepat kurang lebih sejauh 3 hingga 5 meter dari garis finish, lalu jalannya sedikit dikendurkan.

Ketika kaki menyentuh garis Finish, gerakan semakin melambat  dan terus melambat, yang akhirnya akan berhenti. Hal ini akan terlihat pada penyokong beban tubuh berganti antara kaki yang satu dengan yang lainnya

Baca Juga: teknik dasar pencak silat


Hal Penting yang Harus Diperhatikan dalam Jalan Cepat

Teknik Dasar Jalan Cepat

  • Sikap Tubuh. Menjaga sikap/ postur tubuh ketika melakukan jalan cepat adalah hal yang harus diperhatikan ketika melakukan pertandingan jalan cepat. Hindari badan yang condong, baik ke depan maupun ke belakang. Posisi badan usahakan tetap tegak dengan posisi pundak tidak terangkat, sehingga ketika melakukan ayunan lengan, tangan tidak mudah lelah.
  • Posisi Kepala. Ketika melakukan jalan cepat atlit biasanya menggelengkan kepalanya ke kanan dan kiri, guna menjaga keseimbangan. Hal tersebut diharapkan tidak mengurangi kecepatan gerakan kaki. Ketika kaki diayunkan dan melangkah maju, diharapkan posisi kepala tetap stabil.
  • Langkah Kaki. Ketika seorang atlit dalam jalan cepat melakukan langkah ke depan, maka pandangan harus lurus dan antara kaki kanan dan kiri harus melangkah lurus dalam satu garis secara tepat dan pas. Kemudian, saat kaki menyentuh tanah, diharuskan kaki bagian tumit yang mendarat duluan, lalu diteruskan dengan ujung kaki. Hal tersebut dilakukan dengan gerakan teratur.
  • Posisi Lengan dan Pundak. Hal lainnya yang mesti diperhatikan yakni posisi lengan dan pundak ketika melakukan jalan cepat. Posisi yang benar yaitu ketika melangkah, lengan kanan dan kiri diayunkan secara bergantian dan rileks ke arah depan dan belakang. Lalu, pastikan posisi siku tidak kurang dari 90 derajat. Posisi tersebut harus dipertahankan hingga akhir pertandingan. Jadi, pastikan untuk menjaga keseimbangan dan gerakan tetap rileks serta harmonis.

Itulah penjelasan tentang teknik dasar jalan cepat. Teknik-teknik tersebut bisa dilatih dan dilakukan secara rutin serta konsisten untuk menghasilkan gerakan yang sempurna untuk dilakukan di lintasan jalan cepat sesungguhnya. Selamat berlatih!

Teknik Dasar Jalan Cepat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like