Simbiosis Parasitisme – Parasit adalah sejenis hubungan yang tidak melakukan timbal balik antara mahluk hidup yang satu dengan yang lainnya. Seperti halnya mahluk yang menumpang hidup pada jenis mahluk lainnya.

Hanya untuk melindungi diri dan bertahan hidup dengan mendapatkan bahan makanan dari yang ditumpanginya. Di dalam ilmu biologi hal tersebut sering dijumpai dan disebut sebagai “Simbiosis Parasitisme”.

Baca Juga: kondisi geografis indonesia


Pengertian Simbiosis Parasitisme

Simbiosis Parasitisme

Simbiosis Parasitisme adalah simbiosis mahluk hidup yang dimana dalam lingkar kehidupannya mahluk tersebut mengambil keuntungan bagi mahluk yang ditumpanginya dan merugikan mahluk lainnya.  Kebanyakan dari mahluk parasit tersebut mengambil makanan dan cadangan makanan mahluk lain untuk bertahan hidup. Selain itu mereka juga menggunakan mahluk lain sebagai tameng untuk melindungi diri.

Parasit sangat bergantung pada mahluk hidup lain, sebab dengan bergantung kepada mahluk lainnya. Mereka dapat tumbuh dan berkembang secara instan dan tidak perlu bersusah payah memproduksi kebutuhan mereka sendiri. Mengakibatkan kerugian permanen bagi si inang atau mahluk hidup lainnya. Selain nutrisi atau aktivitas mereka terhambat mahluk lain juga akan merasa punah dan terancam oleh kehadiran parasit tersebut seperti contoh simbiosis parasitisme.

Baca Juga: prinsip geografi


10 Contoh Simbiosis Parasitisme Dan Penjelasannya

Simbiosis Parasitisme

Simbiosis parasitisme terdapat berbagai macam jenis mahluk hidup. Seperti yang sudah dijelaskan dalam pengertian simbiosis parasitisme diatas. Terdapat 10  contoh simbiosis parasitisme yang terjadi di sekitar kita, dan penjelasannya adalah sebagai berikut :

1. Manusia Dengan Cacing Pita

Manusia adalah mahluk hidup mulia yang diciptakan oleh tuhan dengan akal dan pikiran yang luas. Dalam sistem simbiosis parasitisme manusia merupakan mahluk yang dirugikan oleh mahluk hidup lainnya. Seperti Cacing Pita yang hidup didalam usus manusia yang dimana mereka berperan untuk mengambil makanan dari hasil sari makanan.

Yang sebenarnya akan diserap oleh usus halus sebagai nutrisi atau energi pada tubuh manusia. Kejadian tersebut sangat merugikan bagi tubuh manusia selain kehilangan nutrisi manusia juga akan cepat terserang penyakit. Dan itu sangat menguntungkan bagi cacing pita.

2. Benalu Dengan Inangnya

Benalu merupakan sejenis mahluk hidup yang sering menempel pada Inangnya. Walaupun pada umumnya Benalu juga memiliki klorofil atau zat hijau daun yang berfungsi sebagai wadah untuk melakukan proses fotosintesis. Dalam simbiosis parasitisme Benalu juga merugikan sang Inang, sebab Benalu selain menempel pada Inangnya. Dia juga menjadikan inangnya sebagai wadah cadangan makanan.

Dengan cara mengambil dan menyerap air serta mineral tumbuhan lainnya. Karena Benalu tidak memiliki akar yang tertanam dibawah tanah sehingga dengan sifatnya dia merugikan tumbuhan Inang. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa Inang tidak bisa tumbuh dan berkembang biak akibat serangan dari Benalu yang terus menerus mengambil dan menyerap makanan, air dan mineral dari sang Inang.

3. Tikus Dengan Petani

Tikus adalah hewan pengerat yang termasuk jenis Omnivora yaitu pemakan segala jenis. Dalam simbiosis parasitisme Tikus juga merupakan mahluk merugikan bagi mahluk lain. Contohnya yaitu Pak tani atau Petani yang telah dirugikan oleh sang Tikus. Biasanya tikus akan menyerang tanaman padi para petani yang seharusnya menjadi panen melimpah malah menjadi panen kerugian.

Tak heran banyak petani yang membiarkan ular atau pun jenis hewan lainnya yang mau memangsa tikus. Sebab dengan begitu para petani tidak akan mengalami kerugian parah saat musim panen tiba. Hal tersebut juga dapat memulihkan sistem ekosistem mahluk hidup.

4. Lalat Buah Dengan Buah

Lalat merupakan sejenis serangga yang sering membawa penyakit dari luar rumah. Serangga lalat sangat suka menghinggap di berbagai tempat. Tempat bersih maupun kotor mereka selalu ada dimana pun dan kapan pun. Dalam simbiosis parasitisme lalat ternyata juga bisa merugikan buah-buahan seperti Apel.

Apel merupakan makanan favorit  manusia sebagai menu makan sehat sehari-hari bagi pecinta Vegent. Di kehidupan sehari-hari lalat sering menghinggap pada buah termasuk apel, hal yang tak mungkin jika dia tak meninggalkan jejak seperti telur dan semacamnya. Kejadian tersebut sangat merugikan sang buah. Selain mengakibatkan kebusukan, apel tersebut juga akan menjadi jembatan penyakit bagi konsumen.

5. Lintah Dengan Makhluk Hidup

Dalam simbiosis parasitisme Lintah suka menghisap darah mahluk lain untuk keuntungannya sendiri. Hewan ini akan banyak kita temui di tempat yang lembab dan berair seperti Sungai, Danau, dan sejenisnya. Mereka akan menempel dan menyerap semua darah yang ada pada mahluk hidup hingga menyebabkan kematian.

Lintah juga sangat susah dimusnahkan karena hanya dengan dibakar saja lintah akan pergi atau mati. Jadi berhati-hatilah jika hendak ingin mandi di sungai atau pun tempat lembab lainnya sebab lintah hewan berbahaya bagi berbagai jenis hewan terutama manusia.

6. Nyamuk Dengan Manusia

Nyamuk adalah serangga kecil yang suka berkeliaran di malam dan sore hari. Selain itu nyamuk juga termasuk hewan penghisap darah yang dapat menyebabkan kerugian dan tergolong sebagai simbiosis parasitisme. Selain itu nyamuk dikenal juga sebagai penyebab penyakit yang dikenal dengan DBD ( Deman BerDarah ) oleh Nyamuk Aides Aegypti.

Jika sudah terkena gigitan nyamuk jenis tersebut mengakibatkan saluran darah pada manusia menjadi terhambat. Kasus ini sering terjadi terhadap anak-anak dan orang dewasa. Selain menyebabkan kerugian bagi si penderita nyamuk ini juga dapat menyebabkan kematian pada si penderita. Disarankan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan.

7. Tali Putri Dengan Inangnya

Banyak yang tak mengetahui bahwa tali putri juga termasuk tumbuhan parasit bagi Inang atau tumbuhan lain. Tali putri yang berwarna kuning ini biasa kita temui pada tumbuhan atau Inang pohon yang memiliki zat hijau daun atau klorofil. Selain menjadikannya parasit bagi tumbuhan lain atau Inangnya. Dalam simbiosis parasitisme Tanaman tersebut juga merugikan satu pihak yaitu sang Inang.

Sebab tali putri ketika menempel pada Inang, dia akan mengambil makanan untuk tumbuh berkembang biak dan bertahan hidup. Dikarenakan tali putri tidak memiliki zat hijau daun atau klorofil yang membantunya berfotosintesis untuk mendapat cadangan makanan dan berkembang biak. Berbeda dengan Benalu yang memilki klorofil, tapi sama-sama berperan sebagai parasit.

8. Panu Dengan Manusia

Panu merupakan sejenis jamur yang hinggap dan tumbuh di kulit badan manusia. Cara panu merugikan manusia yaitu, dengan menjadikan kulit manusia sebagai rumah dan menyerap nutrisi kulit pada manusia yang menyebabkan bercak putih pada kulit. Selain bercak kulit panu juga menimbulkan rasa gatal yang teramat sangat dan membuat rasa tidak nyaman muncul.

Panu timbul akibat dari manusia itu sendiri yang tidak bersih seperti jarang mandi, tidak ganti baju, tidak menjemur handuk, bermalas-malasan dan lain hal yang menimbulkan jamur kulit tersebut.hal ini juga termasuk Dalam simbiosis parasitisme.

9. Alang-Alang Dengan Tanaman Produksi

Alang-alang terkenal dengan sebutan gulma atau hama tanaman. Selain berperang penting dalam produksi tanaman lain alang-alang juga memiliki sifat merugikan bagi tumbuhan lain yang  juga termasuk Dalam simbiosis parasitisme. Dikarenakan alang-alang juga termasuk tumbuhan yang membutuhkan air, mineral dan matahari. Sehingga dapat merugikan tanaman yang juga sama membutuhkan ketiga nutrisi tersebut.

Selain merugikan dalam hal nutrisi alang-alang juga memiliki senyawa dalam bentuk Aleopati yaitu senyawa beracun yang merugikan tumbuhan produksi. Sehingga alang-alang akan mengambil selurih nutrisi seperti air, mineral, dan cahaya matahari untuk menghasilkan makanan dan berfotosintesis.

10. Rhinosporidium Seeberi Dengan Manusia

Rhinosporidium seeberi adalah jamur air yang sering menyerang kelenjar airmata. Dan ini juga masuk kategori Simbiosis Parasitisme. Biasanya jamur ini menyerang laki-laki, terutama mereka yang sering bekerja yang berhubungan dengan air. Melalui perantara air jamur ini akan masuk dan menyerang sistem imun pada manusia dan menyebabkan berbagai macam penyakit. Dianjurkan bagi mereka yang sering bekerja dengan air harus menggunakan pengaman seperti kacamata selam, kaca selam dan sejenisnya agar terhindar dari serangan jamur tersebut.

Telah dijelaskan secara detail 10 jenis  contoh Simbiosis Parasitisme yang ada disekitar kita tanpa kita sadari. Dari kesepuluh contoh tersebut terdapat 6 macam contoh parasit yang bisa saja menyerang dan merugikan manusia. Selain itu dengan adanya contoh tersebut manusia juga harus berhati-hati dengan adanya timbul gejala sang parasit. Selain merugikan manusia, parasit juga dapat menyebabkan kematian dan hal lain yang membahayakan dan merugikan kita.

Simbiosis Parasitisme

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like