Simbiosis Komensalisme – Segala bentuk kehidupan yang ada di alam tidak terlepas dari sistem ketergantungan, atau dikenal juga sebagai simbiosis. Sistem ketergantungan ini dapat terjadi secara satu arah maupun dua arah.

Sebutan untuk ketergantungan satu arah yaitu simbiosis komensalisme dan parasitisme. Sementara bentuk ketergantungan dua arah dikenal sebagai simbisiosis mutualisme.


Memahami Tentang Simbiosis Komensalisme

Simbiosis Komensalisme

Dalam suatu tatanan ekosistem baik di laut maupun darat, terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Contoh abiotik adalah tanah, air, udara, sinar matahari yang memberi pengaruh pada kehidupan. Sedangkan biotik terdiri dari organisme produsen, konsumen dan pengurai.

Kedua komponen ini saling berinteraksi satu sama lain dengan tujuan bertahan hidup. Terkadang terjadi interaksi antara komponen biotik dengan biotik atau komponen abiotik dengan biotik. Bentuk interaksi antar komponen bermacam-macam dapat berupa, kompetisi, predasi dan simbiosis.

Simbiosis sangat penting bagi organisme dan memiliki peran ekologis dalam ekosistem alam. Segala interaksi organisme baik yang menguntungkan, merugikan atau yang tidak terpengaruh disebut simbiosis. Hubungan ini terbentuk oleh dua organisme yang berdekatan dalam satu waktu.

Terkadang ada organisme yang melakukan simbiosis dengan habitatnya dan merubah fisiologis tubuh untuk bertahan hidup. Ada juga organisme yang saling memanfaatkan satu sama lain dan beberapa organisme yang merugikan salah satu inangnya. Berdasarkan jenis hubungan tersebut, simbiosis dibedakan menjadi, simbiosis komensalisme, mutalisme dan parasitisme.

Baca Juga: trias politika


Karakteristik Simbiosis Komensalisme

Simbiosis Komensalisme

Berbeda dengan simbiosis satu arah yang satunya, simbiosis komensalisme memiliki ciri khusus. Yakni memiliki karakteristik yang satu diuntungkan sedangkan lainnya tidak terpengaruh. Artinya salah satu organisme tidak merasa terganggu kehidupannya karena kehadiran organisme lain.

Ciri lain dari simbiosis ini adalah hubungan yang terjadi memiliki jangka waktu yang panjang. Organisme yang menjalin hubungan seperti ini cenderung tidak mencari organisme lain lagi setelah mendapatkan inang yang cocok. Simbiosis komensalisme memiliki tiga jenis interaksi yaitu phoresy, inquilinism, dan metabiosis. Berikut penjelasan lengkapnya:

  • Phoresy terjadi ketika salah satu organisme binatang melekat pada binatang lain untuk alat transportasi.
  • Inquilinism terjadi ketika satu organisme menggunakan habitat organisme lain tanpa merusak organisme inang.
  • Metabiosis terjadi ketika satu organisme menciptakan suatu habitat yang cocok untuk organisme lain.

Baca Juga: keanekaragaman hayati 


Contoh Interaksi Simbiosis Komensalisme

Simbiosis Komensalisme

Untuk memahami lebih dalam tentang simbiosis komensalisme, sebaiknya dilihat melalui contoh langsung. Tanpa disadari di lingkungan sekitar, banyak terjadi interaksi simbiosis ini baik organisme hewan atau tumbuhan. Berikut contoh interaksi antara kedua organisme tersebut:

1. Anggrek dengan Mangga

Anggrek (Phalanopsis amabilis) hidup dengan menempel pada batang pohon mangga (Mangifera indica). Tanaman anggrek mengambil air dan mineral dari kulit pohon mangga untuk berfotosintesis menghasilkan makanan untuk dirinya.

Selain itu, anggrek juga mendapatkan keuntungan sinar matahari dengan menempel di batang pohon yang tinggi. Interaksi ini menguntungkan bagi anggrek akan tetapi pohon mangga tidak dirugikan. Di beberapa kasus, anggrek juga tumbuh menempel di pohon randu (Ceiba pentandra).

2. Sirih dengan Inangnya

Sama halnya dengan anggrek di atas, tanaman sirih (Piper betle) yang merupakan tanaman asli Indonesia ini juga melakukan simbiosis ini, dengan tumbuh merambat pada inangnya. Tanaman ini memanfaatkan inang untuk memperoleh sinar matahari yang cukup digunakan pada proses fotosintesis, meski begitu sirih termasuk tumbuhan yang tidak butuh banyak sinar matahari.

3. Paku Tanduk Rusa dengan Jati

Tanaman paku tanduk rusa (Platycerium) ini dijadikan tanaman hias oleh sebagian orang karena keunikan bentuk daunnya. Ental tanaman ini biasanya menghadap ke atas dan menangkap sisa daun tanaman inang lalu dijadikan humus yang terperangkap di bagian dalam ental.

Tanaman ini juga hidup menempel pada pohon jati (Tectona grandis) atau inang lainnya. Serupa dengan sirih dan anggrek yang melakukan simbiosis ini, paku tanduk rusa ini tidak menyita cadangan makanan dari pohon inang.

4. Cattle egret dan Hewan Ternak

Cattle egret atau lebih dikenal dengan nama burung kuntul kerbau (Bubulcus ibis).  Sifatnya yang sering mencari makanan di dekat hewan ternak sapi (Bos taurus) atau kerbau (Bubalus bubalis), menciptakan interaksi simbiosis ini diantara keduanya.

Ketika hewan ternak menyibakkan rumput dimana serangga yang tersembunyi di rumput akan muncul, saat itulah burung kuntul akan mendapatkan makanannya. Dalam interaksi ini tidak ada satupun organisme yang dirugikan.

5. Udang dengan Timun Laut

Interaksi antara udang (Lysmata grabhami) dengan timun laut atau teripang (Cucumaria frondosa) juga dapat dikatakan simbiosis komensalisme. Makanan organisme timun laut adalah organisme mikroskopis dan sampah organik dasar laut.

Udang emperor mendekati timun laut dan hidup diatasnya sehingga mendapatkan sisa-sisa makanan timun laut. Udang ini memiliki ukuran yang kecil untuk itu ia mampu beradaptasi secara fisiologis dengan cara menyamakan warna tubuhnya dengan hewan yang ditumpangi. Tidak jarang udang ini bersembunyi di bawah hewan inangnya.

6. Katak Pohon dan Pepohonan

Katak pohon ini memiliki karakteristik yang mendukung ia untuk bertahan hidup yakni kakinya memiliki selaput seperti kaki bebek dan digunakan untuk meluncur di pepohonan. Oleh karenanya, katak ini pintar memanfaatkan habitatnya untuk bersembunyi dari predator dan mencari makanan.

7. Paus dan Teritip Paus

Teritip paus (Cryptolepas rhachianecti) biasanya menempel pada bercak kulit kasar dan terkalsifikasi di tubuh paus balin. Beberapa paus menggunakan teritip untuk melawan dan pencegah digigit oleh paus pembunuh. Sedangkan pada paus bungkuk dan abu-abu (Eschricthius robustus) menggunakan teritip untuk respon pertarungan.

8. Ikan Goby dengan Bulu Babi

Ikan goby sebenarnya merupakan sebutan bagi ikan yang memiliki dua sirip berukuran kecil hingga menengah dengan kepala yang relatif besar dan tubuh meruncing. Ada beberapa ikan goby yang menjalin interaksi dengan bulu babi atau landak laut (Echinus melo). Ikan goby hidup di sela-sela duri dan memanfaatkan zat beracun duri bulu babi untuk melindunginya dari predator. Selain itu ikan ini dapat mencari makanan di sekitar bulu babi.

9. Hidroid dengan Kepiting Pertapa

Hidroid yang merupakan kerabat kecil ubur-ubur juga memanfaatkan cangkang kepiting pertapa. Organisme ini menempel di cangkang kepiting agar sampai di tempat makan mereka. Meski begitu kepiting tidak dirugikan karena makanan kedua organisme ini berbeda.

10. Ikan Kecil dengan Terumbu Karang

Ikan- ikan kecil memanfaatkan celah di sekitar terumbu karang untuk bersembunyi dari serangan predator. Hubungan antara ikan dan terumbu karang ini juga termasuk contoh dari fenomena inquilinism.

11. Nyamuk dengan Kantong Semar

Fenomena nyamuk dan kantong semar ini merupakan salah satu contoh bentuk inquilinism. Nyamuk dapat melindungi diri dengan hidup dan berkembang biak dalam cairan yang ada di dalam kantong semar.

12. Tungau dengan Serangga

Tungau (Brevipalpus phoenicis) akan menumpang di tubuh serangga seperti kumbang, lebah dan lalat untuk transportasi. Fenomena ini merupakan contoh dari phoresy.

13. Kepiting Pertapa dengan Cangkang Gastropoda

Kepiting Pertapa (Dardanus calidus) atau biasa disebut kelomang, memiliki hubungan metabiosis dengan cangkang Gastropoda. Jenis kepiting ini memanfaatkan cangkang-cangkang kosong untuk melindungi tubuh mereka.

Pada dasarnya simbiosis komensalisme merupakan hubungan yang satu untung dan lainnya tidak dirugikan. Hubungan seperti ini terjadi dalam tatanan ekosistem dan menjaga kestabilan alam.

Simbiosis Komensalisme

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like