Proses Siklus Air : Pengertian, Gambar, Manfaat dan Penjelasannya

3 min read

siklus air

Siklus Air – Siklus hidrologi atau yang lebih dikenal sebagai siklus air adalah sebuah tahapan berulang. Yang artinya air dari atmosfer akan masuk kedalam bumi, kemudian dari bumi entah sungai, danau dan laut akan terjadi proses penguapan secara biologi maupun kimiawi.

Nantinya air tersebut akan kembali lagi ke lapisan atmosfer. Itulah penjelasan singkat mengenai daur ulang air. Banyak tahapan yang dilalui saat proses daur tersebut terjadi. Diawali dengan adanya proses kondensasi, prespitasi,  evaporasi, dan diakhiri dengan proses transpirasi.

Siklus hidrologi tidak akan pernah habis, dikarenakan struktur dari permukaan bumi sendiri yang 60 persennya adalah permukaan air. Laut, sungai, danau, hingga mata air pegunungan adalah beberapa sumber mata air yang dapat ditemukan di bumi.


Air Penting Untuk Kehidupan

Siklus Air

Sebagai sumber daya pokok, air menjadi hal yang penting dalam kehidupan semua mahkluk yang ada di muka bumi. Baik hewan, tumbuhan, dan manusia semuanya membutuhkan air untuk hidup. Untuk manusia, air tidak hanya sebagai pencegah dehidrasi pada tubuh manusia. Berbagai macam kegiatan manusia di muka bumi membutuhkan air seperti aktifitas rumah tangga, mencuci, memasak dan menjadi salah satu sumber energi alternatif.

Baca Juga: rantai makanan 


Apakah Air Akan Habis?

Banyak kalangan bertanya apakah air akan habis? Bagaimana jika air habis di muka bumi? Perlu diketahui bahwa air merupakan salah satu kebutuhan yang masuk ke dalam kategori sumber daya yang terbaharukan. Untuk memperoleh air, manusia tidak membutuhkan waktu lama. Berbeda dengan minyak bumi yang jumlah setelah pakai tidak dapat didaur ulang dan merupakan sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui.

Sebagai sumber daya alam yang terbaharukan, air mengalami siklus berkelanjutan. Siklus tersebut dikenal dengan sebutan siklus air atau siklus hidrologi. Perlu beberapa tahapan dan proses agar siklus hidrologi tetap berjalan. Iklim dan cuaca juga mempengaruhi terjadinya siklus hidrologi.


Macam Siklus Air

Siklus Air

Pembahasan tentang terjadinya siklus hidrologi sangatlah menarik untuk disimak. Sejak duduk di bangku sekolah dasar informasi terkait hidrologi telah diajarkan. Dalam siklus air, ada tiga macam perbedaan yang sering kali masyarakat awam tidak dapat membedakan. Ada beberapa tahapan dan proses yang berbeda dalam setiap siklusnya.

1. Panjang

Siklus hidrologi Panjang biasanya terjadi di daerah dengan iklim dingin. Kenapa mata air selalu ditemukan di pegunungan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut perlu pemahaman terlebih dahulu mengenai pengertian dan macamnya. Siklus hidrologi panjang biasanya terjadi di daerah dingin seperti pegunungan atau daerah dengan iklim sub tropis.

Tidak akan turun hujan dalam terjadinya siklus ini. Penguapan air laut akibat suhu panas akan membuat penguapan air yang disebut sublimasi. Setelah proses sublimilasi terjadi, awan-awan dengan bibit air akan mulai terbentuk. Setelah tahapan ini, kumpulan awan akan bergerak ke daerah dengan suhu yang lebih rendah dan terjadi proses adveksi. Dari sinilah terjadi proses presipitasi yang kemudian bibit air akan turun ke bumi membentuk lapisan salju yang sering dijumpai didaerah pegunungan.

Salju yang terkumpul menjadi satu, lama kelamaan akan mengalami tekanan suhu dan mencair menjadi gletser. Itulah yang menyebabkan terbentuknya aliran sungai dari pegunungan yang akan kembali ke lautan dan proses siklus hidrologi panjang akan terus berulang.

2. Sedang

Hujan sering dijumpai di Indonesia. Siklus air sedang ini memang sangatlah sering terjadi di daerah Indonesia. Ini berlangsung dengan waktu yang lumayan cepat. Ini terjadi karena setelah proses adveksi di lautan, awan-awan yang terbentuk akan langsung menuju  ke daratan dengan segera.

Uap air yang terkandung dalam awan akan mendapat tekanan suhu dan udara sehingga bergerak menuju daratan. Sama seperti siklus hidrologi panjang, air yang jatuh ke bumi akan mengalami run off dimana air akan kembali ke lautan.

3. Pendek

Tidak seperti siklus lainnya. Dalam siklus hidrologi pendek, tidak terjadi proses adveksi. Setelah uap air yang terkandung di awan terbentuk, akan langsung terjadi hujan tanpa berpindah ke daratan dengan suhu rendah. Jadi setelahnya akan turun hujan disekitar laut.

Baca Juga: Jenis jenis tanah


Tahapan Dalam Siklus Air

Siklus Air

Dalam proses siklus air terdapat tahapan-tahapan yang harus diketahui. Tahapan atau rentetan proses yang saling berkaitan satu sama lain inilah yang disebut dengan siklus. Sedikitnya ada 9 tahapan yang harus diketahui dalam terjadinya proses daur ulang air.

1. Tahapan Evaporasi (Penguapan)

Dalam tahapan ini, air yang berada di permukaan luas seperti lautan, danau, dan penampung air lainnya akan melakukan tahapan penguapan. Ini dipengaruhi akibat suhu panas yang mengubah air menjadi uap yang naik ke permukaan atmosfer.

2. Transpirasi

Sama halnya dengan proses evaporasi. Bedanya proses transpirasi adalah hasil penguapan dari tingkat jaringan mahkluk hidup.

3. Tahap Evapotranspirasi

Merupakan tahapan akumulasi atau pengumpulan seluruh proses penguapan. Baik secara evaporasi dan transpirasi. Keseluruhan proses tersebut akan dikumpulkan menjadi satu dan membentuk menjadi awan.

4. Sublimasi

Pengertiannya sendiri adalah proses penguapan. Namun proses sublimasi terjadi di daerah pegunungan dan kutub es. Perubahan wujud es tidak hanya melalui proses pencairan es menjadi air saja, melainkan juga es menguap menjadi partikel uap air.

5. Tahapan Kondensasi

Setelah terjadinya proses penguapan, selanjutnya adalah tahapan pencairan air menjadi butiran es yang kecil dalam tingkat partikel. Perpindahan dari suhu panas ke suhu rendah menyebabkan butiran es berkumpul membentuk awan tebal yang menyebabkan hujan.

6. Adveksi

Setelah semua proses terlewati, kumpulan awan tebal akan berpindah ke tempat dengan suhu rendah. Proses perpindahan inilah yang disebut adveksi. Perpindahan awan yang terjadi adalah secara horizontal dengan menuju ke daerah dengan suhu yang lebih rendah dari sebelumnya.

7. Proses Presipitasi

Proses presipitasi adalah puncak dari tahapan siklus air. Di mana kandungan air didalam awan akan mencair menjadi hujan membasahi permukaan bumi.

8. Tahapan Run Off

Tahapan run off adalah bagian awal dari proses pengulangan siklus daur ulang air. Jatuhan air setelah hujan akan mengisi sungai serta berbagai saluran air. Setelahnya air akan kembali mengalir ke tempat rendah, ke lautan ataupun danau yang menjadi tempat penampungan air.

9. Proses Infiltrasi

Tidak semua air yang jatuh kembali ke lautan ataupun danau. Sebagian besar air yang diperlukan akan kembali diserap di dalam tanah untuk ditampung di dalam bumi. Siklus air yang terjadi membuat air akan mengalir dan sebagian lagi tertampung dalam tanah. Di dalam tanah air yang telah diserap akan terakumulasi dan membentuk sistem DAS atau daerah aliran sungai.

Air memang menjadi hal yang sangat penting bagi kehidupan seluruh mahkluk hidup di muka bumi. Baik oleh manusia, hewan dan tumbuhan. Oleh karenanya, siklus air sangat diperlukan demi kelangsungan semua aspek kehidupan di bumi. Sebagai sumber kehidupan yang sangat penting, sudah sepatutnya keberlangsungan siklus ini tetap dijaga dengan baik.

Siklus Air

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *