Ruang Lingkup Sejarah: Contoh, Pengertian, Unsur unsur dan Manfaatnya

ruang lingkup sejarah

Ruang Lingkup Sejarah – Suatu kehidupan dimulai dari masa lalu menuju masa sekarang. Perjalanan waktu dari masa lampu itulah yang menjadikan suatu peristiwa sangat bermakna.

Sejarah yang tercipta di kehidupan sebelumnya memiliki dampak pada kehidupan yang terjadi selanjutnya. Hal itulah yang mendasari adanya penelitian mengenai sejarah dan ruang lingkup sejarah.


Pengertian Sejarah

Ruang Lingkup Sejarah

Sejarah merupakan uraian peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau. Secara umum dapat dikatakan bahwa sejarah merupakan asal-muasal terjadinya suatu peristiwa di masa lalu.

Cakupan dari ruang lingkup sejarah cukup luas, di antaranya sebagai tolak ukur akan peristiwa yang akan terjadi dan yang sudah terjadi. Pemahaman mengenai sejarah cukuplah penting untuk dapat mengetahui peristiwa di masa lalu yang berkaitan dengan terjadinya peristiwa saat ini.

Baca Juga: suku bangsa di indonesia


Ruang Lingkup Sejarah

Ruang Lingkup Sejarah

Sejarah merupakan peristiwa yang terjadi di masa lalu dan memiliki pengaruh terhadap kehidupan di masa kini. Secara umum, untuk dapat mengetahui dan meneliti sejarah perlu dipahami terlebih dahulu mengenai ruang lingkup sejarah. Ruang lingkup dalam sejarah merupakan batasan pengetahuan untuk mempelajari sejarah sebagai bidang ilmu.

Pemahaman terhadap ruang lingkup dalam sejarah dapat membantu menentukan hasil dari penelitian suatu sejarah. Selain itu, memahami lebih jauh mengenai ruang lingkup dalam sejarah akan memberikan pemahaman yang lebih terhadap sejarah yang sedang dipelajari.


Jenis Ruang Lingkup Sejarah

Ruang Lingkup Sejarah

Pada dasarnya ruang lingkup sejarah dibedakan menjadi empat kategori, yaitu sebagai peristiwa, kisah, ilmu pengetahuan, dan seni. Karakteristik pada setiap ruang lingkup menentukan suatu sejarah masuk ke dalam kategori mana. Berikut pengertian macam-macam ruang lingkup dalam sejarah beserta ciri dan contohnya:

1. Sejarah sebagai Peristiwa

Sejarah sebagai peristiwa merupakan ruang lingkup sejarah yang pertama. Maksud dari sejarah sebagai peristiwa adalah suatu peristiwa yang penting dan aktual.  Salah satu cirinya adalah peristiwa yang hanya terjadi sekali dan tidak diulang kembali.

Peristiwa sejarah yang tidak bisa diulang tersebut memiliki dampak dan pengaruh yang cukup besar dalam keberlangsungan kehidupan masa kini. Adapun ciri-ciri lain sejarah sebagai peristiwa adalah sebagai berikut:

  • Unik. Sejarah sebagai peristiwa haruslah unik. Artinya peristiwa sejarah tersebut hanya terjadi pada waktu itu. Peristiwa yang terjadi satu kali saja akan memiliki ciri tersendiri. Hal itulah yang menyebabkan peristiwa sejarah tersebut menjadi unik karena tidak terjadi dua kali atau lebih.
  • Pengaruhnya sangat besar. Sejarah sebagai peristiwa memiliki dampak yang cukup besar. Peristiwa yang terjadi di masa lalu akan memiliki dampak yang cukup besar di masa kini. Bahkan sejarah sebagai peristiwa akan cukup berpengaruh terhadap pola pikir dan kemajuan suatu negara. Hal tersebut seperti yang terjadi pada peristiwa proklamasi kemerdekaan RI pada tahun 1945.
  • Abadi. Sejarah haruslah bersifat abadi. Artinya peristiwa tersebut tidak dapat berubah dan akan tetap terkenang sepanjang masa. Sejarah yang terjadi di masa lalu memiliki sifat yang sudah terjadi dan tidak dapat diubah. 
  • Objektif. Sejarah sebagai peristiwa haruslah objektif. Artinya sejarah haruslah bersifat faktual dan aktual. Peristiwa sejarah haruslah berdasarkan akan fakta yang benar-benar terjadi.

Beberapa contoh sejarah sebagai peristiwa adalah proklamasi kemerdekaan RI, turunnya Soeharto sebagai Presiden RI, sejarah pertempuran 10 November, lepasnya Timor Timur dari Indonesia dan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi lainnya.

2. Sejarah sebagai Kisah

Ruang lingkup sejarah selanjutnya adalah sebagai kisah. Sejarah sebagai kisah merupakan bentuk narasi atau penafsiran terhadap peristiwa yang terjadi di masa lalu. Sebagai kisah sejarah disajikan ke dalam dua bentuk, yaitu lisan dan tulisan.

Seringkali sejarah disajikan sebagai cerita naratif dalam bentuk cerpen, novel, maupun artikel. Kisah-kisah sejarah lainnya juga sering dijumpai dalam bentuk pidato dan ceramah agama, misalnya kisah para nabi dan wali yang sering digunakan sebagai bahan ceramah.

Terdapat dua ciri yang menunjukkan sejarah sebagai kisah, yaitu peristiwa yang belum tentu empiris dan sifatnya yang subjektif. Maksud peristiwa yang belum tentu empiris adalah peristiwa tersebut belum tentu benar-benar terjadi di masa lalu. Bukti-bukti yang dicantumkan dalam peristiwa tersebut masih diragukan karena hanya berdasarkan pandangan sang penulis.

Selanjutnya sifatnya yang subjektif karena sejarah sebagai kisah ditulis berdasarkan tafsiran. Oleh karenanya keasliannya masih diragukan karena hanya berdasarkan ingatan dan cara pandang seseorang terhadap peristiwa sejarah. Adapun contoh sejarah sebagai kisah, yaitu kisah mengenai Raden Kian Santang, kisah tentang para wali, novel yang bercerita perihal masa lampau, dan kisah sejarah lainnya.

3. Sejarah sebagai ilmu pengetahuan

Pengertian sejarah sebagai ilmu pengetahuan adalah peristiwa yang terjadi di masa lampau yang disusun secara terstruktur. Metode ilmiah juga digunakan di dalam penelitiannya untuk mengetahui kesahihan suatu peristiwa. Penelitian dan pengkajian pada peristiwa di masa lampau diperlukan karena berfungsi sebagai ilmu pengetahuan. Adapan ciri-ciri sejarah sebagai pengetahuan adalah sebagai berikut:

  • Empiris. Artinya peristiwa yang dialami dan merupakan sebuah pengalaman di masa lalu. Pengalaman tersebut dapat berupa peninggalan masa lalu maupun bentuk dokumen. Hal ini dapat mempermudah penelitian yang selanjutnya akan dijadikan sebagai acuan dalam penulisan sejarah.
  • Memiliki objek. Sejarah tentunya memiliki objek, dapat berupa masyarakat maupun waktu. Waktu merupakan sudut pandang yang digunakan dalam menggali sejarah manusia maupun masyarakat.
  • Memiliki teori. Sebagai ilmu pengetahuan di dalam sejarah juga terdapat teori. Artinya sejarah memiliki landasan dan konsep yang membentuk suatu teori. Hal ini nantinya untuk mengetahui maksud dan sebagai pembelajaran dalam sejarah.
  • Memiliki metode. Metode memiliki peranan yang cukup penting dalam ilmu pengetahuan. Hal inilah yang menjadikan sejarah sebagai pengetahuan juga memiliki metode ilmiah yang digunakan dalam meneliti dan mempelajari sejarah.

Contoh sejarah sebagai ilmu pengetahuan, yaitu teori asal-muasal manusia, terbentuknya suatu bahasa, masuknya agama di Indonesia, dan beberapa teori sejarah lainnya.

4. Sejarah sebagai Seni

Sejarah sebagai seni artinya sejarah dapat dipelajari dan dipahami melalui berbagai bentuk kesenian. Penyampaiannya disajikan dalam bentuk yang indah baik dalam lisan maupun penulisan, tanpa meninggalkan fakta di dalamnya. Seperti halnya ruang lingkup sejarah lainnya, sejarah sebagai seni juga memiliki ciri tertentu, yaitu sebagai berikut:

  • Imajinasi. Sejarawan haruslah berimajinasi dalam menulis sejarah. Artinya dalam menggambarkan peristiwa yang terjadi di masa lampau, seorang sejarawan harus mampu membayangkan peristiwa tersebut untuk dapat menuliskannya dengan baik. 
  • Intuisi. Sejarah sebagai seni haruslah menggunakan intuisi. Artinya sejarawan haruslah memiliki insting dan kepekaan terhadap data-data yang dipelajarinya. Insting tersebut akan berguna ketika meneliti sejarah secara langsung.
  • Emosi. Ciri selanjutnya adalah emosi. Maksud dari emosi adalah dalam penyajiannya pembaca dapat merasakan peristiwa tersebut secara langsung. Perasaan yang disajikan penulis dalam menggambarkan sejarah akan membuat sejarah tersebut lebih hidup.
  • Bahasa. Bahasa sangatlah penting dalam menyampaikan sebuah sejarah. Penggunaan bahasa yang baik akan memiliki dampak yang baik pada penyampaian sebuah sejarah. Pemilihan kata dan istilah yang digunakan sangatlah penting dalam sejarah karena akan memberikan dampak yang signifikan.

Contoh sejarah sebagai seni adalah peninggalan sejarah berupa candi dan prasasti. Sejarah sebagai seni juga dapat dijumpai dalam tarian-tarian tradisional, peninggalan-peninggalan sejarah seperti pakaian adat dan rumah adat.

Baca Juga: norma hukum


Sumber Sejarah

Ruang Lingkup Sejarah

Dalam meneliti sejarah juga perlu diketahui asal atau sumber suatu sejarah. Sumber sejarah biasanya dibagi menjadi tiga, yaitu tertulis, lisan, dan bentuk benda.

1. Sumber Tulisan

Bentuk tertulis biasanya dapat dijumpai di catatan-catatan, kitab kuno, maupun bentuk dokumen lainnya. Sumber tulisan sering kali dijumpai berupa naskah kuno, catatan-catatan sejarah, dan prasasti

2. Sumber Lisan

Sumber sejarah secara lisan dapat ditemui melalui cerita-cerita tentang kisah perjalanan masa lalu. Hal ini biasanya dapat ditemukan melalui pelaku atau saksi sejarah di masa lalu. Artinya sumber lisan berasal dari orang yang mengalami langsung atau berada di kejadian.

3. Sumber Benda

Sumber sejarah yang terakhir yaitu bentuk benda yang dapat ditemukan melalui peninggalan-peninggalan masa lalu. Benda-benda ini dapat berupa artefak, barang antik, dan masih banyak lagi.

Demikianlah pembahasan mengenai sejarah dan ruang lingkup sejarah beserta ciri-cirinya. Hal ini diharapkan dapat mempermudah suatu penelitian dalam menentukan metode, sumber, maupun objek yang akan digunakan.

Ruang Lingkup Sejarah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *