Pengamalan Pancasila – Dalam kehidupan berbangsa, sering disampaikan mengenai pengamalan Pancasila. Sejak ditetapkan sebagai dasar negara, Pancasila berkedudukan sebagai jati diri bangsa, pedoman, dan ideologi.

Setiap warga negara wajib memahami isi kandungan Pancasila dalam mengaplikasikan nilai-nilai yang terkandung. Maka dari itu, agar tercipta  karakter bangsa yang tidak menyimpang dari nilai-nilai di dalamnya.


Pengertian Pancasila

Pengamalan Pancasila

Dalam menelaah arti dari Pancasila, hal yang harus dilakukan adalah melihat perjalanan historis yang telah dilakukan. Tentu saja yang harus diperhatikan adalah sisi obyektif serta kesesuaian maknanya. Untuk itu, Pancasila dapat disimpulkan dengan melihat klausal terbentuknya sebagai berikut:

1. Secara Etimologis

Pancasila adalah kata serapan dari kepercayaan masyarakat hindu budha. Pancasila memiliki makna secara harfiah yaitu lima unsur. Di mana kelima unsur tersebut adalah berupa larangan tegas untuk tidak membunuh, tidak mencuri, tidak berdusta, tidak main perempuan, dan tidak mabuk minuman.

2. Pandangan Historis

Pada sidang BPUPKI yang pertama, terdapat tiga tokoh yang memulai cikal bakal terbentuknya dasar negara Pancasila yaitu Ir. Soekarno, Moh. Yamin serta Soepomo. Ketiga tokoh tersebut masing – masing mengusulkan lima prinsip dasar negara.

  • Ketuhanan Yang Maha Esa yang merupakan sila pertama
  • Kemanusiaan yang adil dan beradab yang mencerminkan tata cara manusia dalam berperilaku.
  • Persatuan Indonesia, sila ketiga yang menggambarkan kekokohan masyarakat.
  • Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan yang merupakan wujud dari keadilan dalam kehidupan bersosial.
  • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, yang keseluruhan sila merupakan cerminan kepribadian bangsa.

3. Dari Pandangan Subjek yang Konkrit

Pancasila merupakan subjek yang dibentuk oleh manusia melalui pemikiran-pemikiran yang riil. Jadi kandungan dari Pancasila itu sendiri adalah mengkaji tentang tata kehidupan dari manusia. Sebagai subjek hukum, Pancasila mengkaji manusia dari mulai individu hingga kehidupan sosialnya

4. Secara Filsafat

Sebagai hasil pemikiran manusia yang dilakukan secara sadar dan penuh pertimbangan, Pancasila memiliki makna yang penting. Oleh karenanya Pancasila telah diakui kebenaran serta keabsahannya sebagai ideologi yang sesuai dengan kepribadian bangsa.

Baca Juga: hari kesaktian pancasila


Fungsi Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa

Pengamalan Pancasila

Sebuah ideologi tentunya memiliki fungsi di dalamnya untuk mengelola tatanan kehidupan bermasyarakat. Dengan berkedudukan sebagai ideologi negara Pancasila juga memiliki fungsi sendiri. Berikut adalah fungsi Pancasila:

1. Penunjuk Kepribadian

Sebagai sebuah negara yang merdeka, Indonesia memiliki jiwa kepribadian yang tentunya sangat kokoh. Semuanya tertuang dalam Pancasila. Inilah yang membedakan indonesia dengan negara lain, implementasi Pancasila dalam kehidupan masyarakat menggambarkan kokohnya mental bangsa Indonesia.

2. Jiwa Bangsa Indonesia

Baik individu maupun golongan memiliki jiwa di dalamnya, dari satu elemen yang berkumpul itulah suatu bangsa memiliki jiwa. Pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari akan mempertegas kedudukan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

3. Berkedudukan Sebagai Falsafah Hidup

Nilai-nilai dalam Pancasila diakui kebenarannya. Hal tersebut karena isi dari Pancasila merupakan hasil pikir manusia yang disesuaikan dengan tujuan bangsa. Mengatur tentang tata kehidupan, batasan, serta nilai kepribadian yang merepresentasikan bangsa Indonesia sendiri. Itulah yang membuat Bangsa Indonesia menjadikan Pancasila sebagai falsafah hidup.

4. Hasil Pikir Sebagai Tujuan dan Pandangan Hidup Bangsa

Dalam Kehidupan bermasyarakat, tentunya harus ada tujuan serta tata cara dalam berperilaku. Pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari merupakan bentuk tindakan yang telah sesuai. Isi kandungan Pancasila merupakan satu-kesatuan menjadikannya sebagai pandangan hidup dan tujuan bangsa  yang tak terpisahkan.

5. Dasar Segala Sumber Hukum

Setiap negara memiliki sumber hukum. Sebagai acuan utama dalam kehidupan bermasyarakat, Pancasila memiliki kedudukan sebagai sumber hukum. Dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak boleh ada pertentangan yang meragukan kebenarannya

6. Sebagai Cita-cita Bangsa

Di dalam UUD 1945 terdapat penjelasan mengenai Pancasila. Dimana segala cita-cita bangsa Indonesia terdapat dalam UUD 1945. Untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil dan makmur tentunya Pengamalan Pancasila sudah sangat sesuai.

Baca Juga: pancasila sebagai dasar negara


Pengamalan Pancasila Dalam Kehidupan Bermasyarakat

Pengamalan Pancasila

Kehidupan bermasyarakat tidak lepas dari tujuan serta batasan-batasan dalam berperilaku. Pengamalan Pancasila juga tidak sembarang asal menjalankan, namun juga harus benar-benar memahami isi kandungan dari Pancasila. Hal ini secara lebih lanjut dijelaskan dalam  TAP MPR No. XVIII/MPR/1978.

1. Ketuhanan yang Maha Esa

  • Memiliki suatu keyakinan dan menjalankan kepercayaan yang diyakini sesuai dengan agama yang dianut
  • Menjauhi larangan serta selalu taat dalam menjalankan perintah berkaitan dengan agama yang dianut. Serta tidak melakukan intimidasi atau gangguan terhadap agama lain
  • Menghargai dan selalu menunjukkan rasa hormat serta mau bekerjasama dengan pemeluk agama lain.
  • Selalu menjalani kehidupan secara rukun dengan pemeluk agama lain sebagai satu-kesatuan
  • Tidak mengganggu pemeluk agama lain yang sedang melakukan peribadatan dan saling menghormati
  • Setiap warga negara Indonesia dapat memilih agama yang dianutnya sesuai dengan yang diakui pemerintah
  • Memberikan kebebasan individu dalam memilih agama dan tidak memaksakan suatu agama kepada setiap warga negara

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

  • Sesuai dengan pasal 27 dan 28, bahwa setiap manusia memiliki hak-hak yang sama dan tidak boleh diperlakukan seenaknya
  • Bangsa Indonesia memiliki beragam perbedaan, untuk itu setiap warga negara wajib menghargai segala perbedaan yang ada
  • Tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan pihak lain
  • Menjunjung norma kesopanan dan bersosialisasi dengan masyarakat dalam kegiatan gotong-royong
  • Selalu hidup berdampingan dan saling mengasihi sesama manusia
  • Mengatakan salah pada hal yang salah, dan mengatakan benar jika itu benar serta selalu adil dalam setiap tindakan
  • Selalu menjunjung tinggi jiwa sosial dalam kegiatan kemanusiaan
  • Tidak merendahkan dan bertindak semena-mena terhadap sesama manusia
  • Sebagai salah satu anggota PBB, setiap warga negara Indonesia wajib menghargai dan menghormati keberadaan bangsa lain
  • Tidak menutup mata saat bangsa lain mendapat musibah, karena Bangsa Indonesia adalah satu kesatuan umat manusia

3. Persatuan Indonesia

  • Mengutamakan kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi ataupun golongan
  • Dalam sejarah juang kemerdekaan, setiap warga negara bahu-membahu dalam memperjuangkan kemerdekaan. Hal itulah yang harus dilanjutkan hingga sekarang
  • Bhineka Tunggal Ika, artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Setiap warga negara harus merangkul semua golongan walaupun terdapat perbedaan
  • Menegaskan jiwa cinta tanah air dengan selalu menjunjung tinggi kedaulatan negara
  • Mendukung upaya-upaya dalam pengembangan potensi negeri
  • Bersosialisasi dengan setiap warga negara tanpa memandang perbedaan
  • Sebagai bangsa yang merdeka, setiap warga negara wajib mematuhi segala aturan dalam negeri dan selalu mengkampanyekan kemerdekaan di mata dunia

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

  • Pasal 27 dan 28 tentang hak asasi manusia menjelaskan bahwa setiap lapisan masyarakat di negara Indonesia wajib memperoleh hak-hak yang sama
  • Warga negara Indonesia tidak diperbolehkan memaksakan kehendaknya
  • Memecahkan segala permasalahan dengan langkah musyawarah untuk mencapai mufakat
  • Bermusyawarah secara sadar dan mengedepankan prinsip kemanusiaan
  • Memberikan kepercayaan kepada pihak-pihak yang telah ditunjuk sebagai wakil penyampai aspirasi dalam musyawarah
  • Mematuhi serta menjalankan hasil musyawarah yang telah disepakati
  • Tidak mementingkan urusan pribadi ataupun golongan dan menjunjung tinggi kepentingan bersama
  • Melaksanakan hasil musyawarah bersama dengan rasa ikhlas dan patuh
  • Hasil mufakat yang telah disepakati harus sesuai dengan norma ketuhanan dan kemanusiaan

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

  • Menghormati sesama manusia agar norma kemanusiaan berjalan baik
  • Tidak tebang pilih dalam bersikap adil kepada sesama warga negara
  • Setiap warga negara memiliki hak, untuk itu setiap warga negara harus menghormatinya
  • Antara hak dan kewajiban harus selaras dan tidak menyalahi salah satu diantaranya
  • Selalu bekerja keras dalam menjalani kehidupan bermasyarakat dan tidak mengeluh
  • Membantu setiap lapisan warga negara yang membutuhkan bantuan
  • Tidak menyalahgunakan hak yang dimiliki untuk merugikan kepentingan masyarakat umum
  • Mengurangi sikap boros dalam kehidupan bermasyarakat untuk hal yang tidak berguna
  • Melakukan pemerasan ataupun tindakan yang dilarang dengan hak yang dimiliki
  • Mengedepankan kepentingan bersama dengan saling bergotong-royong untuk kemajuan yang merata
  • Menghargai hak cipta yang telah dipatenkan dengan tidak melakukan plagiasi

Dengan begitu, tata cara bersosial dalam kehidupan bermasyarakat harus memperhatikan poin-poin penting tersebut. Karena berkedudukan sebagai ideologi negara, tentunya Pancasila menjadi landasan pemerintah dalam menjalankan kepemerintahan. Diharapkan nantinya, seluruh komponen masyarakat dapat memaknai serta membangkitkan kesadaran akan pentingnya pengamalan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

Pengamalan Pancasila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like