Panitia Sembilan : Latar Belakang, Anggota dan Hasil Sidang yg Dilakukan

panitia sembilan

Panitia Sembilan – Mempelajari proses kemerdekaan Indonesia, serta pembentukan dasar negara Indonesia tidak bisa lepas dari Panitia Sembilan. Panitia yang terdiri dari sembilan orang ini dibentuk pada saat menjelang akhirnya masa sidang pertama BPUPKI.

Pembentukan panitia ini dimaksudkan untuk mengolah usulan-usulan dasar negara yang sudah diusulkan dalam sidang pertama BPUPKI itu.

Proses yang terjadi kala itu merupakan proses sejarah yang sangat berpengaruh pada kemerdekaan Indonesia bahkan hingga pada saat ini. Hasil kerja daripada panitia tersebut telah meletakkan konsep dasar negara dan dasar konstitusi NKRI.


Latar Belakang Pembentukan

Panitia Sembilan
Wisatawan berwisata di halaman Museum Fatahillah K

Pada sidang pertama BPUPKI tanggal 28 Mei – 1 Juni 1945 para anggota BPUPKI bersidang untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Pertama-tama mereka menentukan bentuk negara. Dalam sidang pertama itu disepakati bentuk negara kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selanjutnya sidang hendak membentuk konstitusi tetapi terlebih dahulu harus menentukan dasar negara yang menjadi menjiwai dari konstitusi tersebut. Dalam proses sidang mencari dasar negara maka sidang BPUPKI memperdengarkan pendapat usulan dari 3 tokoh pergerakan, yaitu Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekano.

Pada sidang tersebut Mohammad Yamin mengusulkan dasar negara bagi Indonesia yang hendak merdeka adalah Kebangsaan, Kemanusiaan, Ketuhanan, Kerakyatan, Kesejahteraan Rakyat. Sedangkan Soepomo mengusulkan Persatuan, Kekeluargaan, Mufakat dan Demokrasi, Musyawarah, Keadilan Sosial.

Soekarno berpendapat dasar negara Indonesia sebaiknya berdasarkan atas lima sila. Pertama, Kebangsaan Indonesia. Kedua, Internasionalisme dan Peri Kemanusiaan. Ketiga, Mufakat atau Demokrasi. Keempat, Musyawarah. Kelima, Keadilan Sosial.

Perbedaan usulan itu butuh dicari titik temu. Dalam rangka menemukan rumusan dasar negara yang paling sesuai, maka sidang BPUPKI pertama membentuk Panitia Sembilan. Secara umum tugasnya adalah mendapatkan rumusan yang paling sesuai berdasarkan usulan-usulan yang telah diajukan.

Baca Juga: manajemen sumber daya manusia


Para Anggota Anggota

Panitia Sembilan

Panitia Sembilan terdiri dari sembilan orang anggota. terdiri dari:

Ketua:

  1. Soekarno,

Anggota:

  1. Mohammad Hatta
  2. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo
  3. Prof. Mohammad Yamin, S.H.
  4. Kiai Haji Abdul Wahid Hasjim
  5. Abdoel Kahar Moezakir
  6. Raden Abikusno Tjokrosoejoso
  7. Haji Agus Salim
  8. Alexander Andries Maramis

Kesembilan orang di atas merupakan representasi dari berbagai kelompok terutama kelompok nasionalis dan Islam.


Tugas Anggota Panitia

Panitia Sembilan

Panitia ini bertanggungjawab untuk merumuskan dasar negara yang dibutuhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang hendak merdeka pada saat itu. Melaksanakan tugas tersebut  panitia sembilan melakukan beberapa hal, di antaranya :

  • Para anggota panitia memberikan usul atau masukan mengenai dasar negara yang sesuai dengan bangsa Indonesia.
  • Mereka juga diharapkan menampung aspirasi-aspirasi anggota BPUPKI mengenai dasar negara yang paling sesuai dengan NKRI.
  • Langkah yang terakhir adalah menyusun naskah rancangan pembentukan dasar negara.

Hasil Kerja

Panitia Sembilan

Seperti kita ketahui bahwa proses perumusan dasar negara Indonesia sempat terjadi perundingan yang alot antara pihak Nasionalis dan Islam. Itu juga terjadi pada saat perumusan dasar negara oleh panitia sembilan.

Namun demi kemerdekaan Indonesia kedua kubu dalam panitia yang terdiri dari sembilan orang ini berhasil menemukan titik temu. Pada 22 Juni 1945, 9 orang anggota panitia berhasil menghasilkan rancangan dasar negara hasil musyawarah. Hasil rumusan itu diberi nama Piagam Jakarta (Jakarta Charter).

Baca Juga: manajemen pemasaran


Keberhasilan Panitia Sembilan

Panitia Sembilan

Dalam Piagam Jakarta itu menujukan keberhasilan mereka dalam membentuk rumusan dasar negara yang sangat sesuai bagi bangsa Indonesia. Berikut ini keberhasilan tersebut apabila disarikan :

1. Berhasil Merumuskan Dasar Kemerdekaan Indonesia

Keberhasilan ini nampak tetuang dalam Piagam Jakarta yang mengawali paragraf pertama dan keduanya bahwa yang mendasari kemerdekaan Indonesia untuk merdeka adalah hak yang dimiliki setiap bangsa untuk merdeka menentukan nasibnya sendiri. Hak merdeka itu didasari oleh penentangan terhadap imperialisme yang tidak sesuai dengan nilai kemanusiaan dan keadilan.

2. Berhasil Merumuskan Tujuan Kemerdekaan Negara Indonesia

Tujuan kemerdekaan indonesia itu juga tercantum di paragraf keduanya yang menjelaskan bahwa Indonesia ingin merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur. Ini menunjukan bahwa keinginan dasar Indonesia merdeka adalah keinginannya untuk mencapai hidup dalam keadilan dan kemakmuran yang dilandasi atas kemerdekaan, persatuan dan kedaulatan.

3. Berhasil Merumuskan Tujuan Penyelenggaraan Pemerintahan Indonesia

Dalam paragraf keempat Piagam Jakarta tertuang bahwa penyelenggaraan pemerintahan Indonesia memiliki tujuan untuk melindungi segenap bangsa Indonesia, termasuk juga melindungi seluruh tumpah darah Indonesia.

Selain itu Pemerintahan Indonesia juga dimaksudkan untuk memajukan kesejahteraan rakyat Indonesia dan juga menjadikan kehidupan rakyat Indonesia yang diliputi kecerdasan. Serta menjalankan peran serta menjaga ketertiban dunia yang mana didasarkan pada hak merdeka setiap bangsa, harapan kedamaian dunia yang abadi serta nilai keadilan sosial.

4. Berhasil Merumuskan Dasar Negara, yang menjadi landasan Undang-Undang Dasar

Panitia sembilan dalam Piagam Jakarta juga berhasil merumuskan dasar negara yang akan menjiwai isi dari Undang-undang Dasar negara Indonesia yang hendak merdeka kala itu.

Dasar-dasar Negara yang dirumuskan pada saat itu antara lain:

<<Gambar di sini: Dasar Negara Berdasarkan Piagam Jakarta>>>

5. Berhasil Merumuskan Titik Temu Perbedaan Pandangan Kelompok dan Golongan mengenai Dasar Negara

Dari hasil-hasil diatas nampak hal yang penting mampu dihasilkan oleh Panitia Sembilan adalah keberhasilan menemukan titik temu perbedaan pandangan mengenai dasar negara dari setiap kelompok. Meskipun dalam sejarah masih terdapat pertentangan setelah ini tetapi secara substansi tidak tergantikan.


Tindak Lanjut Hasil Kerja

Panitia Sembilan

Hasil kerja panitia sembilan berupa Piagam Jakarta diajukan kepada sidang pleno BPUPKI dan dapat diterima sebagai rancangan pernyataan kemerdekaan Indonesia dan pembukaan (preambule) UUD 1945.

Awalnya disepakati dalam BPUPKI bahwa paragraf pertama hingga ketiga dari Piagam Jakarta hendak dijadikan teks proklamasi saat NKRI memproklamirkan kemerdekaannya, sedangkan paragraf berikutnya sampai selesai akan dijadikan pembukaan Undang-undang Dasar.

Oleh karena dinamika yang terjadi saat menjelang kemerdekaan 17 Agustus 1945 pernyataan kemerdekaan dinyatakan seperti naskah proklamasi yang kita kenal sekarang. Sedangkan naskah Piagam Jakarta dari paragraf satu sampai saat ini menjadi pembukaan UUD 1945.

Saat sidang peresmian Undang-undang Dasar oleh PPKI pada 18 Agustus 1945, ada perubahan teks piagam Jakarta atas usulan dari beberapa kelompok yaitu para kelompok keagamaan nonmuslim, para penganut kebatinan.

Perubahannya adalah mengubah “mukkadimah” yang berasal dari bahasa Arab diganti dengan “Pembukaan” bahasa Indonesia. Mengganti dasar ketuhanan, menjadi berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Ini berarti menghilangkan tujuh kata “kewajiban menjalankan….. dst”.

Selain perubahan itu, kesemuanya dari Piagam Jakarta menjadi pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 hingga saat ini.


Pengaruh Hingga Sekarang

 

Berdasarkan penjelasan diatas kita bisa memahami bahwa hasil kerja Panitia Sembilan sangat terasa sampai zaman kita ini. Beberapa pengaruh yang dapat kita rasakan antara lain:

  • Memiliki konstitusi yang menjadi pemersatu seluruh bangsa Indonesia. Konstitusi kita yang dirumuskan mampu merangkul berbagai macam golongan dan pemikiran mengenai dasar negara.
  • Memberikan pemahaman kepada generasi penerus mengenai cita-cita kemerdekaan. Langkah yang sangat cerdas dari para pendahulu kita mencantumkan cita-cita kemerdekaan yang tercantum di pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Sebagai generasi penerus sudah sebaiknya kita memahami cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia tersebut.
  • Memiliki teladan mengedepankan kepentingan umum dalam menyelesaikan permasalahan. Melalui sejarah dinamika seperti di atas dapat diperoleh teladan dalam menyelesaikan permasalahan bangsa selayaknya mengedepankan kepentingan bangsa daripada golongan.
  • Memiliki teladan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan pendapat. Hal itu juga dapat kita teladani dari proses perumusan konstitusi pada masa itu.

Panitia Sembilan adalah bagian sejarah penting dari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sudah semestinya generasi penerus memahami proses pembentukan konstitusi ini dan menghayati peranannya bagi bangsa Indonesia.

Panitia Sembilan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *