Norma Hukum : Contoh, Jenis, Sumber dan Pengertian Menurut Para Ahli

norma hukum

Norma Hukum – Ada banyak sekali norma-norma kehidupan yang harus dipatuhi dalam hidup. Salah satunya adalah Norma Hukum. Norma ini tidak terbentuk begitu saja dalam masyarakat, akan tetapi muncul dari ketentuan yang dibuat oleh suatu negara.

Setiap warga negara pun wajib mematuhinya karena bersifat mengingat dan memiliki sanksi tegas. Ini didasari karena merupakan sebuah peraturan. 


Apa Itu Norma Hukum? 

Norma Hukum

Norma hukum adalah sebuah aturan yang diciptakan oleh lembaga berwenang yang bersifat mengikat serta memaksa. Keberadaannya diciptakan untuk melindungi kepentingan masyarakat serta menjaga tata tertib kehidupan dalam masyarakat. Norma yang berbentuk hukum diciptakan memiliki sanksi. Artinya jika ada yang melanggar, akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Baca Juga: provinsi di indonesia


Tujuan Norma Hukum

Norma Hukum

Keberadaan norma ini bukan tanpa tujuan. Norma ini lahir untuk menjaga agar suatu negara dapat menjalankan visi misi serta cita-citanya dengan baik dan lancar. Ada tujuan untuk menciptakan sebuah tatanan masyarakat yang tertib dan teratur.

Selain itu, norma ini juga diharapkan bisa menciptakan ketertiban dan keseimbangan demi mencapai sebuah masyarakat yang tertib.  Adanya norma yang berlaku di masyarakat diharapkan bisa menjaga ketertiban sebuah negara dan seluruh komponen yang termasuk di dalamnya. Oleh karenanya, keberadaannya dipandang penting dalam sebuah negara. 


Jenis-Jenis Norma Hukum

Norma Hukum

Ada berbagai macam norma hukum yang dikenal dalam masyarakat. Namun, tidak semua masyarakat memahami dengan baik apa yang dimaksud dengan norma-norma tersebut. Berikut penjelasan mengenai norma-norma yang ada di Indonesia:

1. Hukum Tertulis

Terdapat 2 macam hukum tertulis yang berlaku di hampir semua negara di dunia, yakni hukum pidana dan hukup pedata. Kedua hukum ini diikat oleh undang-undang dan mengatur berbagai aspek dalam kehidupan bernegara.

Yang pertama adalah hukum pidana, yakni hukum yang mengatur hubungan antara seseorang dengan masyarakat di luar sana. Hukum ini mencakup pelanggaran, kejahatan ataupun tindakan kriminal. Perbuatan masyarakat yang sekiranya dapat merugikan masyarakat akan dikenakan hukum pidana dan telah diatur dalam dalam KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana).

Hukum tertulis kedua yaitu hukum perdata, mengatur hak harta benda serta hubungan antar individu yang ada di dalam masyarakat. Hukum ini jauh lebih sempit jangkauannya karena hanya menyangkut orang per orang atau dikenal juga dengan hukum privat. Biasanya, hukum ini menitikberatkan pada kepentingan perseorangan. Ketentuan dalam hukum ini diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. 

2. Hukum Tidak Tertulis

Selain hukum tertulis, dalam bermasyarakat juga berlaku aturan hukum yang tidak tertulis. Sama halnya dengan hukum tertulis, hukum tak tertulis pun memiliki 2 jenis, yakni:

  • Hukum adat, yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat secara turun temurun. Biasanya dipegang oleh seorang kepala adat sebagai otoritas tertinggi dan pemberi sanksi bagi pelanggar. Meskipun tidak tertulis, namun hukum adat wajib dipatuhi oleh masyarakat setempat.
  • Kebiasaan, merupakan perilaku yang dilakukan dengan terus menerus hingga menjadi terbiasa sehingga seolah-olah kebiasaan itu hidup dan menjadi bagian dalam masyarakat. Biasanya, kebiasaan tersebut merupakan kebiasaan yang baik sehingga diterima oleh masyarakat. Berawal dari kebiasaan, akhirnya menjadi sebuah tradisi. Tradisi yang rinciannya tidak tertulis dalam secarik kertas, namun tetap dipertahankan karena para leluhur terdahulu sudah mewariskan kebiasaan lama kepada generasi yang baru. 

Baca Juga: perundingan renville


Ciri Norma Hukum Yang Harus Dipahami

Norma Hukum

Dalam penerapannya, setiap norma memiliki ciri-ciri khusus yang bisa membedakan satu sama lain. Seperti halnya norma hukum yang memiliki ciri-ciri tersendiri. Berikut adalah ciri-ciri dari norma ini:

1. Dibuat Oleh Pejabat Berwenang

Ciri pertama dari norma ini adalah dibuat oleh lembaga ataupun pejabat yang berwenang. Masing-masing negara memiliki aturan yang berbentuk norma yang berbeda-beda. Biasanya pemegang kekuasaan tertinggi di suatu negaralah yang menjadi penegak dari norma ini.

2. Prosesnya Mengikuti sebuah Prosedur

Norma ini diciptakan dengan mengikuti tata cara dan langkah tertentu yang sudah disepakati bersama. Seperti yang sudah tercantum dalam Tata cara pembuatan undang-undang yang diatur dalam pasal 20, 21, dan 22 Undang-Undang Dasar 1945 serta Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004.

3. Mengikuti Hierarki tertentu

Selanjutnya norma ini juga mengikuti sebuah hierarki tertentu. Maksud dari Hierarki dalam norma adalah memiliki pengertian bahwa norma memiliki jenjang yang berlapis. Dengan demikian, maka hukum yang memiliki kedudukan lebih tinggi menjadi sumber bagi hukum dengan skala yang lebih rendah. 

4. Adanya Aturan yang Mengatur Pergaulan Manusia

Agar masyarakat hidup teratur, Pemerintah membuat norma yang tertulis agar dipatuhi oleh seluruh masyarakat. Aturan ini mengatur hubungan dalam masyarakat tanpa terkecuali. 

5. Bersifat memaksa

Artinya norma ini wajib diikuti oleh masyarakat tanpa terkecuali.  Setiap warna negara wajib dan harus mematuhi norma. Ini dikarenakan ada sanksi tegas yang mengikuti jika dengan sengaja melanggar sebuah norma yang sudah ditetapkan.

6. Sanksi yang Tegas dan Memaksa

Dalam aplikasinya, setiap orang yang melanggar norma ini akan dikenakan sanski yang tegas. Ini diberlakukan agar setiap orang mau mematuhi norma yang telah diberlakukan. Contoh sanksi tegas yang diberikan bisa berupa denda, penjara, hingga hukuman mati.


Perbedaan Norma dan Asas Hukum

Norma Hukum

Banyak orang yang sulit membedakan antara norma dan asas hukum. Keduanya padahal memiliki pengertian yang jauh berbeda. Asas di sini merupakan suatu aturan dasar dan prinsip hukum yang abstrak dan melatarbelakangi aturan tetap dari hukum yang sudah ada.

Sementara norma adalah sebuah aturan yang berasal dari pola hidup masyarakat. Pola hidup masyarakat itulah yang menjadi fondasi yang melahirkan sebuah peraturan. Norma ini menjadi sebuah syarat dari tumbuhnya penilaian pola hidup yang berkembang di masyarakat. 


Penerapan Norma Hukum di Indonesia

Norma Hukum

Indonesia disebut sebagai negara hukum, oleh karenanya setiap warga negara wajib mematuhi norma dan hukum yang ada. Penerapan norma ini pun wajib ada di setiap aspek kehidupan bermasyarakat. Hal ini dikarenakan norma dijadikan sebagai pedoman masyarakat untuk menjadi seorang warga negara yang baik. Berikut adalah contoh kecil yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 

1. Lingkungan Keluarga

Norma yang wajib dipatuhi diantaranya berlaku sopan terhadap sesama anggota keluarga, mematuhi aturan-aturan yang sudah disepakati, menghormati orang tua, serta menjaga nama baik keluarga. 

2. Lingkungan Kantor atau Sekolah

Setiap orang wajib menghormati tata tertib yang sudah dibuat. Tidak melakukan kegiatan yang bisa merugikan instansi, berlaku sopan terhadap rekan kerja, serta tidak membuat keributan yang mengganggu sesama rekan kerja. 

3. Lingkungan Masyarakat

Setiap orang wajib menjaga serta menciptakan rasa aman dan tenteram. Tidak merusak fasilitas umum, tidak berbuat onar, serta tidak main hakim sendiri. 

4. Lingkungan Berbangsa dan Bernegara

Setiap warga negara wajib menaati semua aturan yang sudah ditetapkan dalam undang-undang. Tidak melakukan pelanggaran yang merugikan masyarakat lain, serta memberikan rasa aman terhadap sesama warga negara. 

Sebagai warga negara yang baik, setiap orang wajib untuk turut serta menegakkan hukum di negeri ini. Generasi inilah yang akan membantu terwujudnya negara yang adil dan makmur. Untuk itu, diperlukan adanya pembelajaran mengenai norma-norma yang berlaku di Indonesia. 

Pembelajaran tentang norma hukum akan membuat masyarakat sadar bahwa mereka juga bagian dari norma tersebut. Berjalan atau tidaknya norma dan hukum di suatu negara tergantung dari bagaimana pemerintah dan masyarakat saling berkolaborasi untuk mewujudkan hukum yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia.

Norma Hukum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *