Metamorfosis Semut – Semut adalah salah satu jenis serangga yang sering dijumpai dalam kehidupan dan lingkungan kehidupan manusia. Semut adalah salah satu hewan yang paling mudah ditemukan.

Tahukah bahwa semut juga mengalami proses metamorfosis hingga menjadi hewan yang sempurna. Mau tahu proses metamorfosis semut? Ikuti penjelasan berikut ini.

Metamorfosis semut adalah sebuah proses perubahan pada semut yang meliputi perubahan anatomi, fisiologis maupun marfologi pada semut.

Serangga yang satu ini juga merupakan salah satu hewan yang melalui proses metamorfosis yang sempurna hal ini disebabkan karena semut melalui proses metamorfosis mulai dari stadium telur, hingga kepada imago atau hewan sempurna.


 Nama Ilmiah Semut

Metamorfosis Semut

Semut tergolong pada suku formicidae atau bangsa hymenoptera. Serangga ini kerap disebut dengan serangga sosial dan memiliki sarang yang sangat teratur. Hewan yang memiliki anggota dengan jumlah ribuan ini memiliki nama ilmiah formicidae dengan famili latreille.

Semut yang sangat terkenal dengan filosipo pekerja keras dan disiplin ini memiliki kingdom animalia dan tergolong pada kelas insekta. Semut memiliki hampir 12 ribu jenis yang rata-rata hidup pada daerah atau kawasan dengan jenis kawasan tropika. Jenis filum antropoda ini juga mengklasifikasi dirinya dengan kasta-kasta yang memiliki tugas yang berbeda-beda.

Baca Juga: Metamorfosis Kupu Kupu


Beberapa Spesies Umum Pada Semut

Metamorfosis Semut

Berikut ini ada beberapa jenis semut secara umum yang terdapat di Indonesia. Jenis-jenis ini dapat dijadikan pengetahuan dasar untuk mengenali jenis semut secara umum yang ada disekitar lingkungan. Adapun jenis tersebut adalah sebagai berikut:

1. Semut Hitam Rumah

1. Semut Hitam Rumah

Jenis ini disebut juga dengan semut hitam rumah. Memiliki bentuk mulai dari 2,5 sampai 3 cm. Dan penampilan fisik semut ini berwarna hitam dan mengkilat. Jenis serangga yang satu ini biasanya terdapat di dapur dan sering memburu makanan yang terdapat di sampah bahkan pada kotoran anjing. Oleh sebab itu semut ini sangat berpotensi menyebarkan penyakit jenis salmonella.

2. Solenopsis spp

2. Solenopsis spp

Berikutnya adalah jenis semut yang memiliki panjang ratu 5 sampai 8 mm dan untuk kasta pekerja sekitar 1,8 mm. Berwarna coklat dan warna tembaga pada kepala. Jenis ini termasuk kepada hama pada pertanian dan area permukiman ruangan dan diluar. Pakan jenis serangga ini terdiri dari cacing tanah atau vertebrata, hewan mati dan serangga. Jenis ini dapat bereaksi agresif dengan melakukan sengatan yang sangat menyakitkan.

3. Tapinoma Melanochepalum

3. Tapinoma Melanochepalum

Jenis ini disebut dengan semut hantu dengan penampilan warna perut dan kakinya bening dengan panjang 16 mm. Makanan pada serangga ini terdapat pada zat manis dan minyak. Serta dapat juga dari serangga yang menghasilkan zat manis. Biasanya jenis ini terdapat pada wilayah yang lembab.

3. Tapinoma Sessile

3. Tapinoma Sessile

Atau dikenal dengan semut rumah odorus yang berwarna hitam dan coklat. Jenis ini memiliki bau yang kelapa yang khas. Semut ini selalu memburu makanan pada makanan yang terdapat di dapur atau pada permen, dan buah melon.

4. Monomorium Pharaonis

4. Monomorium Pharaonis

Dan jenis ini disebut juga dengan istilah semut firaun dengan penampilan mata berwarna hitam. Terdapat pada serangga mati, daging, maupun lemak.

5. Camponotus Pennsylvanicus

5. Camponotus Pennsylvanicus

Atau semut tukang kayu terdapat pada kayu yang kering maupun lembab. Semut ini tidak mampu melakukan penyengatan bentuknya yang halus sering terdapat pada galeri kayu.


Fakta Menarik Yang Terdapat Pada Semut

Metamorfosis Semut

Selain proses metamorfosis semut yang unik, serangga ini juga memiliki beberapa fakta menarik dan penting untuk diketahui. Apa saja fakta-fakta tersebut berikut uraian lengkapnya di bawah ini

1. Lebih Banyak Semut Betina Dari Pada Jantan

Tahukah bahwa iringan semut yang selama ini sering disaksikan pada suatu tempat tertentu tersebut di dominasi oleh para semut betina. Bahkan bisa jadi hampir semuanya adalah betina mengapa demikian karena para semut jantan akan mati setelah melakukan perkawinan dengan semut betina.

2. Semut Jantan Hanya berfungsi Sebagai Agen Produksi

Jenis kromosom yang terdapat pada makhluk hidup pada umumnya tidak terdapat pada semut. Hal ini diakibatkan karena semut jantan tidak berasal dari telur yang dibuahi sehingga semut tersebut  tidak memiliki genom  ayah. Dan semut jantan hanya bertugas sebagai memberikan sperma untuk dibuahi oleh para semut kasta ratu yang bertugas merawat telur hingga menjadi semut dewasa

3. Setelah Melakukan Perkawinan Semut Betina Tidak Makan Berhari-hari

Setelah para ratu melakukan perkawinan dengan semut jantan. Maka semut jantan akan mati setelahnya dan semut betina  juga melepaskan sayapnya. Dan selama semut betina membuahi dan menghasilkan semut pekerja betina maka semut tersebut tidak makan selama berhari-hari.

4. Umur Semut Betina Lebih Panjang Dari Pada Semut Jantan

Semut betina atau ratu memiliki ketahanan hidup hingga satu dekade atau hampir 30 tahun sedangkan untuk semut jantan hanya berumur sekitar seminggu saja. Semut jantan akan mati setelah melakukan perkawinan sedangkan semut betina bertugas merawat telur agar dibuahi menjadi semut dewasa.

5. Berfungsi Membantu Manusia

Walaupun dianggap sebagai hama namun semut juga dapat memperbaiki ekosistem. Karena semut dapat membantu penyebaran benih, serta penyerbukan dan meningkatkan kualitas tanah.

Baca Juga: Metamorfosis Capung


Proses Metamorfosis Semut

Metamorfosis Semut

Berikut ini akan dijelaskan proses metamorfosis yang terjadi pada semut. Proses metamorfosis yang sempurna ditunjukkan dan dapat diamati pada proses metamorfosis semut. Adapun proses tersebut adalah sebagai berikut;

1. Fase Telur

1. Fase Telur

Fase ini adalah proses terjadinya telur yang dihasilkan dari proses perkawinan semut betina dan semut jantan. Hal yang sangat menarik dari proses ini adalah induk jantan yang melakukan perkawinan tersebut akan mengalami kematian. Sperma yang didapatkan dari sang semut jantan akan disimpan dan ditelurkan oleh semut betina. Proses ini ditandai dengan terputusnya sayap semut betina untuk membentuk koloni yang baru.

2. Fase Larva

2. Fase Larva

Proses metamorfosis berikutnya adalah disebut dengan fase larva yaitu proses yang menunjukkan semut pada bentuk tanpa mata dan kaki. Larva akan diberi asupan dari kasta semut pekerja lainnya. Dan tahap molting berlangsung mulai 4 hingga 5 kali sampai kepada memasuki tahap pupa.

3. Proses fase Pupa

3. Proses fase Pupa

Perubahan berikutnya disebut dengan fase pupa dimana bentuk semut sudah hampir terlihat seperti semut dewasa. Namun antena dan sayapnya masih berada terlipat pada tubuh semut tersebut. Pada tahap ini pupa masih dilingkupi atau diselubungi oleh kepompong untuk melindungi.

4. Fase Imago

4. Fase Imago

Proses yang terakhir adalah fase imago dimana proses metamorfosis yang terakhir pada semut. Pada keadaan ini semut sudah terlahir dengan memiliki beberapa klasifikasi atau kasta mulai dari kasta prajurit, pekerja dan kasta ratu. Kasta pekerja adalah jenis semut yang memiliki tugas untuk merawat dan melindungi bayi-bayinya mulai dari memberikan makan dan membersihkannya. Selain itu kasta ini bertugas mencari makanan dan membersihkan sarang secara berkala. Dan untuk kasta ratu adalah jenis semut yang bertugas untuk menjaga telur yang sudah dibuahi oleh semut jantan.

Itulah beberapa fakta unik dan proses metamorfosis semut. Semut yang sering disebut sebagai hewan sosial ini memiliki banyak fakta yang menarik untuk dibahas dan diketahui. Beberapa fakta diatas dapat dijadikan wawasan yang memperkaya pengetahuan tentang semut dalam kehidupan di dunia nyata.

Metamorfosis Semut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like