Macam macam Norma Dalam Masyarakat yang Wajib Kamu Ketahui

macam macam norma

Macam Macam Norma – Macam macam norma di setiap tempat, pasti berbeda walau secara garis besar pengertiannya sama. Mulai dari kehidupan sosialnya, ekonomi, perilaku, adat istiadat, sifat, maupun karakter individu.

Benua Eropa yang dikenal beradab modern dan terbuka juga liberal tentu berbeda jauh dengan negara Korea Utara yang memiliki paham presidential dan negara komunis.

Peradaban hidup manusia pasti berbeda sesuai dengan karakter manusia itu sendiri. Seperti Indonesia yang merupakan negara kepulauan tentu memiliki keaneka ragaman suku, adat, dan bahasa, sudah pasti norma yang berlaku pun berbeda.

Namun Indonesia terkenal dengan keramahannya hingga di manca negara. Keramahan ini adalah hasil dari macam macam norma yang turun temurun selalu dijaga oleh masyarakat.


Definisi Norma

Macam Macam Norma

Macam macam norma yang ada adalah pokok kaidah atau patokan hidup. Bertujuan untuk mengatur kehidupan pergaulan dalam bermasyarakat agar terciptanya kesan damai dan tentram. Semua yang berhubungan dengan gesekan sosial diatur dalam norma tertulis maupun tidak tertulis. Seperti, kesusilaan, kesopanan, agama dan hukum. Semua diatur hingga tercipta suasana yang kondusif dan mententramkan warga sekitar.

Baca Juga: ruang lingkup sejarah


Macam Macam Norma yang Ada di Masyarakat Indonesia

Macam Macam Norma

Di Indonesia sendiri, masyarakat mengenal macam macam norma yang berlaku. Seperti  norma kesusilaan, kesantunan, agama dan hukum. Juga disertai dengan contoh juga sanksi bila melanggar masing-masing norma tersebut. Dengan mengetahui beberapa penjelasan arti dari norma yang berlaku, masyarakat bisa memahami arti  pokok kaidah yang masyarakat jalani.

1. Norma Kesusilaan

Adalah patokan atau kaidah yang bersumber dari hati manusia. Sebagai makhluk tentu manusia memiliki keinginan beraneka ragam, dan untuk memenuhi kebutuhannya itu biasanya manusia melakukan sesuatu sesuai kehendak hatinya. Untuk itu kesusilaan ini hadir sebagai batas agar manusia bisa memilih, mana yang benar dan mana yang salah dalam melakukan perbuatan.

Namun ketimpangan sosial dapat berpengaruh buruk dalam aturan kesusilaan ini. Hingga tak jarang pelanggaran yang dilakukan para masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Tak jarang melakukan tindakan asusila, seperti menjadi pekerja seks komersial, untuk melangsungkan kehidupan. Kurangnya pendidikan, serta kesempatan kerja yang kecil. Membuat penyakit masyarakat berkembang pesat

Contohnya, jangan mencuri, jangan berbohong, jangan sombong, jangan iri, dan lain sebagainya. Namun kesemuanya bisa terlanggar akibat gesekan sosial yang berkembang di masyarakat. Contoh kasus: Karena sangat menginginkan jam mahal itu, Kunti akhirnya mencuri. Sebagai sanksi, Kunti dilaporkan pada pihak yang berwajib dan bertanggung jawab dan dihukum atas perbuatannya.

2. Norma Kesantunan

Adalah patokan yang bersumber dalam berteman di masyarakat. Sebagai bangsa yang besar dan beraneka ragam suku maupun budaya, maka adab kesopananpun berbeda, tergantung dari karakter pribadi manusianya masing masing. Namun secara garis besar kesopanan identik dengan perlakuan manusia kepada manusia lainnya juga terhadap suatu kalangan atau jabatan juga perbedaan usia.

Kaidah kesopanan ini dipengaruhi oleh pendidikan serta pergaulan manusia dalam berkehidupan, juga kedewasaan dalam menilai kehidupan yang dijalani. Usia tidak bisa menjadi tolak ukur manusia dalam berkesopanan. Tapi dilihat bagaimana perjalanan hidupnya, dengan siapa manusia itu bergaul, sampai di mana pendidikannya serta lingkungan yang berpengaruh. Hingga mencapai pada kesopanan tertentu.

Sebagai contoh berbicara dengan yang lebih tua tentu berbeda kesopanannya jika  berbicara dengan teman sebaya atau dengan yang lebih muda. Begitu juga tingkat kesopanan yang berbeda pada tingkatan jabatan, seperti panggilan Boss, Juragan, Majikan, Tuan, Nyonya, dan Nona. Namun jika tidak melakukan itu, sanksinya akan berpengaruh dampak sosial yang buruk.

3. Norma Agama

Adalah norma yang bersumber dari Tuhan pencipta semesta alam. Biasanya diturunkan dalam kitab suci para umat beragama melalui para nabi, seperti Taurat, Zabur, Injil dan Al Qur’an. Sebagai umat Islam, tentu saja berpegang teguh dengan apa yang tertulis di kitab suci Al Qur’an, karena telah diterangkan semuanya di sana.

Sebagai contoh, bagi umat muslim ketika melakukan salat, diwajibkan bersuci atau disebut berwudhu. Juga aturan ibadah lain seperti zakat, infak, dan sedekah. Berapa berat dan jumlah yang harus diberikan, juga kepada siapa kesemuanya itu  disalurkan. Selain kitab suci  Al Qur’an. Islam juga berpegang pada Hadist yang ditulis oleh para sahabat Nabi di berbagai riwayat.

Dalam Al Qur’an dan Hadist, di sana diterangkan berbagai macam aturan yang harus dilakukan umat muslim. Seperti pembagian harta warisan, pembagian pampasan perang, naik haji, harta anak yatim, kaum dhuafa, dan janda janda yang suaminya mati dalam perang. Gambaran akan surga, neraka juga ditulis secara jelas dan gamblang di sana.

Sedangkan sanksi yang diganjarkan kepada para pelanggar tidak secara langsung diberikan kepada pelanggar, hanya diberi sebutan berdosa. Itupun bisa diampuni oleh Allah, jika manusia mau bertaubat. Namun ada juga ganjaran yang langsung diterima oleh pendosa bisa disebut azab, atau bisa di hari kiamat nanti.

4. Norma Hukum

Adalah pokok kaidah yang bersumber pada  pejabat tertinggi dalam mengatur ketentuan hukum dan mempunyai  kewenangan  memaksa masyarakat untuk mematuhi hukum yang berlaku. Hukum di Indonesia diatur dalam UUD 45, disertai pasal untuk menjerat hukum sesuai dengan kejahatan yang dilakukan. Seperti  penjara hitungan tahun, seumur hidup atau bisa juga hukuman mati.

Menilik arti hukum atau hukuman sebenarnya adalah sebuah ganjaran yang diterima oleh pelanggar sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. Meski demikian, dapat pula hukuman disepakati oleh kedua belah pihak. Misalnya berupa denda, perjanjian bermaterai, atau bisa jadi perundingan damai dari kedua belah pihak, baik korban maupun pelaku. Tergantung pada kesepakatan.

Contoh pelanggaran pada hukum seperti mencuri, membunuh, dan pelanggaran hukum lainnya. Maka semua pelanggar akan dijerat sesuai perundang undangan KUHP dengan pasal pasal yang ditentukan oleh undang undang yang berlaku. Seperti hukuman penjara beberapa tahun, seumur hidup atau bisa saja hukuman mati, tergantung berat pasal yang dilanggar oleh pelanggar hukum.

Baca Juga: suku bangsa di indonesia


Fungsi dan Tujuan Adanya Norma

Macam Macam Norma

Norma berfungsi untuk menjadikan hidup manusia lebih baik. Membuat tatanan dalam bermasyarakat lebih teratur dari pada tidak menerapkan kaidah yang sudah berjalan dalam masyarakat. Jika hal itu terjadi maka bisa dibayangkan kekacauan yang timbul akibat pelanggaran yang dibiarkan terjadi di masyarakat. Dengan berlakunya norma, maka pergolakan yang timbul bisa teratasi.

Macam macam norma yang ada  bertujuan untuk kepentingan masyarakat itu sendiri, jika pokok kaidah itu di abaikan, maka bersiaplah akan kehancuran pada suatu kelompok masyarakat itu sendiri. Tidak akan ada ketentraman jika semua patokan yang dibuat dilanggar. Selain itu, tidak ada keamanan jika semua hukum dihilangkan. Terlebih lagi, tidak akan ada kesopanan jika perilaku dibiarkan.

Dalam bermasyarakat, diperlukan macam macam norma sebagai sebuah aturan. Dengan begitu, dapat mengendalikan keragaman pada setiap perbedaan hingga terbentuk pada masyarakat yang tertib. Hingga kerukunan dapat terjalin menjadikan kehidupan yang damai, juga tentram dan harmonis. Selama masyarakat taat dalam menjalankan kaidah yang berlaku, maka semua kekacauan dalam kehidupan tidak akan terjadi dalam menjalani hidup bersama.

Macam Macam Norma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *