Lagu Daerah Sulawesi Barat dan Alat Musik Tradisionalnya, Lengkap

lagu daerah sulawesi barat

Lagu Daerah Sulawesi Barat – Pada artikel kali ini akan membahas berbagai lagu daerah Sulawesi Barat serta alat-alat musik tradisionalnya yang perlu dilestarikan. Sulawesi Barat sendiri adalah sebuah provinsi yang letaknya berada di pulau Sulawesi yang ber-ibu kotakan Mamuju.

Provinsi ini terhitung baru saja diresmikan pada tanggal 5 Oktober 2004 lalu. Provinsi ini juga terbagi menjadi beberapa kota serta kabupaten yaitu Mamuju, Majene, Pasang Kayu, Mandar, Mamasa, dan Polewali. Tentunya juga Sulawesi Barat memiliki kebudayaan tersendiri, khususnya di bidang lagu daerah dana alat musiknya.

Maka dari itu, artikel ini juga akan membahas makna-makna yang ada dari setiap lirik lagu daerah Sulawesi Barat serta alat musik tradisionalnya. Provinsi ini memiliki mayoritas penduduk asli yaitu yang berasal dari suku Mandar. Sedangkan penduduk lainnya berasal dari suku Toraja, Bugis, Jawa, Makassar dan lainnya.


Contoh Alat Musik Tradisional Sulawesi Barat

Lagu Daerah Sulawesi Barat

Sebelum mengetahui berbagai makna dari setiap lagu daerah Sulawesi Barat. Para pembaca harus tau terlebih dahulu alat musik tradisional apa yang sering dipakai untuk mengiringi lagu-lagu tersebut. Dibawah ini adalah beberapa contoh alat musik tradisional yang sering dipakai.

1. Kecapi Tobaine

Kecapi Tobaine ini juga seringkali disebut dengan sebutan Kecapi Mandar. Alat musik ini sendiri hanya dapat ditemui di daerah tertentu contohnya Polewali Mandar. Namun sayang, alat musik ini sudah sangat sulit ditemui dan hanya orang-orang tertentu saja yang bisa memainkannya.

Cara bermain Kecapi Tobaine juga hanya diajarkan secara turun-temurun itulah mengapa sangat jarang ditemui orang yang bisa memainkannya. Biasanya orang yang bisa memainkan kecapi ini akan dipanggil untuk mengisi berbagai acara. Tentu saja dengan sedikit bayaran, karena bermain alat musik tradisional bukanlah suatu hal yang mudah.

Bentuk kecapi ini seperti kecapi pada umumnya. Namun bentuknya seringkali sedikit melengkung karena seringkali dimainkan oleh perempuan. Saat ini sangat disayangkan, karena sangat jarang sekali anak muda yang mau belajar bermain Kecapi Tobaine ini.

2. Pakekke

Pakekke adalah salah satu alat musik tradisional Sulawesi Barat yang cara memainkannya dengan cara ditiup. Alat musik satu ini terkenal dengan hasil suara yang dihasilkan, karena terbilang unik dan berbeda. Selain itu, bentuk dari Pakekke ini juga sangat unik dan tidak sama dengan alat musik tiup lainnya.

Pakekke ini seringkali dimainkan oleh para petani yang merasa bosan saat berada di sawah. Bentuknya sendiri terbuat dari bambu kecil, dan suara yang dihasilkan dipengaruhi oleh daun kelapa yang dililitkan di bagian ujung bambu. Karena saat ini sudah sangat banyak kemajuan zaman, maka Pakekke seringkali dipakai kolaborasi dengan alat musik lainnya.

3. Gongga Lima

Gongga Lima adalah alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul dengan tangan. Arti nama Gongga sendiri merupakan nama alat musik nya sedangkan Lima artinya adalah tangan. Jadi, secara bahasa diartikan bahwa alat musik ini membutuhkan tangan serta alat musik itu sendiri untuk dimainkan dan menghasilkan bunyi.

Alat musik ini sebenarnya mirip dengan alat musik Parappasa yang berasal dari Sulawesi Selatan. Namun, perbedaannya dengan Gongga Lima adalah cara memainkannya. Jika Gongga Lima dimainkan dengan dipukulkan ke tangan maka Parappasa harus dibenturkan ke benda lain untuk menghasilkan suara.

4. Calong

Calong masuk kedalam alat musik perkusi yang seharusnya dimainkan secara solo atau perseorangan. Namun karena semakin majunya dunia permusikan maka alat musik ini sudah sering dimainkan secara massal.

5. Popondo

Sebenarnya alat musik ini sama dengan Popondi yang berasal dari Sulawesi Selatan. Alat musik ini adalah alat musik berdawai satu dengan resinatornya adalah batok kelapa.

Baca Juga: Lagu Daerah Ntt


Makna Dibalik Berbagai Lagu Daerah Sulawesi Barat

Lagu Daerah Sulawesi Barat

Ini dia poin terpenting dari artikel ini. Selain memiliki alat musik tradisional yang beraneka ragam, tentunya daerah Sulawesi Barat memiliki lagu yang tak kalah keberagamannya. Setiap lagu tentunya memiliki makna dan maksud tersendiri, termasuk juga lagu-lagu daerah dibawah ini.

1. Tenggang Lopi

Lagu ini tidak pasti siapa penciptanya, namun lagu klasik ini sudah sangat terkenal di daerah Sulawesi Barat tepatnya di Kabupaten Mandar. Meskipun terkadang dapat ditemui ketidaksamaan pada liriknya namun semua lirik tersebut memiliki arti yang sama.

Lagu ini menceritakan kehidupan yang ada di Mandar. Dimana kegiatan warga sekitar sehari-harinya adalah berlayar menggunakan perahu sebagai arti dari Tenggang Kopi iris sendiri. Maka tidak heran, jika hingga saat ini lagu ini masih terus dinyanyikan hingga turun temurun.

2. Pulo Karampuang

Lagu ini memiliki nada yang gembira namun tidak pada liriknya. Lirik dari lagu ini menceritakan tentang kerinduan seseorang dan berharap angin menyampaikan rindunya.

Karampuang sendiri sebenarnya adalah nama pulau di Kabupaten Mamuju, tepatnya di Kecamatan Simboro Kepulauan. Pulau Karampuang ini sebelumnya memiliki nama Pulau Piutang. Arti dari Karampuang adalah bulan atau bulan purnama.

3. Panawar Saliliu

Lagu ini tidak terlalu banyak dikenal oleh seluruh wilayah Sulawesi Barat, namun hanya terkenal didaerah Mandar. Dari arti liriknya lagu ini memiliki makna sebuah kelembutan. Di suku Mandar lagu ini merupakan ikon dari kelembutan dan cinta dari warga Mandar selama bertahun-tahun.

4. Sayang-Sayang

Lagu satu ini adalah lagu yang hampir saja hilang tanpa jejak Karen kurang dilestarikan. Namun baru-baru ini ada satu tokoh masyarakat Sulawesi Barat yang mendesak agar lagu ini terus dilestarikan. Sayang-sayang adalah salah satu lagu yang berasal dari suku Mandar. Lagu ini biasanya di bawakan pada upacara adat seperti pernikahan.

5. Bulu Londong

Sebenarnya Bulu Londong adalah sebuah lagu yang mengiringi tarian yang berjudul sama. Pada lagu dan tariannya, Bulu Londong menceritakan tentang peperangan. Dimana yang menari adalah para pria yang menggunakan kostum selayaknya prajurit pada zaman dahulu.

Namun sayang, tarian dan lagu ini pernah terlupakan dan tidak pernah dipertunjukkan lagi karena sudah berubahnya zaman. Tapi, kabar baiknya adalah para masyarakat dan budayawan daerah setempat sudah mulai melestarikan seni ini kembali. Karena mereka sadar, bahwa seni Bulu Londong ini harus segera dilestarikan sebelum benar-benar menghilang.

Baca Juga: Lagu Daerah Padang


Fungsi Lagu Daerah

Lagu Daerah Sulawesi Barat

Setiap lagu daerah yang dibuat tentunya sudah memiliki tujuan tertentu. Meskipun terkadang lagu daerah dibuat secara tidak sengaja,namun tetap saja memiliki tujuan pada saat dibuatnya. Dibawah ini adalah beberapa contoh fungsi dari dibuatlah lagu daerah.

1. Sebagai Media Menanamkan Budaya

Alasan yang paling dominan adalah untuk menanamkan budaya khususnya untuk generasi yang akan datang. Para seniman terdahulu membuat lagu daerah dengan tujuan supaya budaya setempat dapat terus terjaga kelestariannya. Mereka pun berharap supaya generasi saat ini dapat terus menjaga kelestarian lagu-lagu daerah yang nereka buat dahulu.

2. Sebagai Media Bahan Pendidikan

Salah satu tujuan yang paling dominan lainnya adalah lagu daerah diciptakan untuk keperluan pendidikan. Banyak lagu daerah dari manapun asalnya selalu menyelipkan tentang berbagai pelajaran. Contohnya adalah Budi pekerti ataupun tentang keagungan tuhan yang maha esa.

3. Sebagai Media Hiburan

Lagu daerah juga biasanya dibuat untuk dijadikan media hiburan. Fungsinya untuk menghilangkan rasa bosan maupun rasa penat setelah melewati kegiatan sehari-hari.

Selain keberagaman musik Sulawesi Barat juga tak kalah dengan keindahan alamnya. Meskipun Sulawesi Barat terhitung merupakan provinsi baru, namun provinsi ini tetap memiliki berbagai alat musik dan lagu daerah. Maka dari itu, sudah menjadi tanggung jawab warga setempatlah untuk terus melestarikan kebudayaan ini agar terus bertambah dan berkembang.

Kabar baiknya adalah sudah banyak sekali masyarakat yang sadar betapa pentingnya melestarikan kebudayaan tradisional ini. Karena mereka juga menyadari bahwa tidak ada yang harus peduli dengan kebudayaan lokal kecuali warga lokal itu sendiri. Mereka juga menyadari bahwa sebagai penduduk asli Sulawesi Barat mereka secara tidak langsung diberi tanggung jawab pelestarian tersebut.

Itulah beberapa informasi tentang lagu daerah Sulawesi Barat dan alat-alat musik tradisional yang mengiringinya. Semoga dengan adanya artikel ini semakin banyak masyarakat yang sadar bahwa menjaga dan melestarikan budaya itu penting. Agar kebudayaan lokal yang masih bisa dinikmati oleh generasi-generasi berikutnya.

Lagu Daerah Sulawesi Barat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *