Lagu Daerah Riau

8 min read

lagu daerah riau

Lagu Daerah Riau – Provinsi Riau kental akan suku Melayunya, dan banyak adat istiadat yang sudah ada secara turun-temurun. Salah satunya adalah lagu daerah Riau dan lagu khas Melayu. Lagu daerah merupakan salah satu identitas Indonesia yang kaya akan kebudayaannya. Setiap provinsi di Indonesia memiliki lagu daerah tersendiri.


Sekilas Tentang Riau

Lagu Daerah Riau

Riau merupakan salah satu provinsi di Indonesia, tepatnya di bagian tengah pulau Sumatera. Provinsi ini terletak di sepanjang pesisir selat Malaka bagian tengah pantai timur pulau Sumatera.

Semenjak bulan Juli Tahun 2004, Riau dijadikan provinsi sendiri. Ibukota Riau adalah Pekanbaru. Riau merupakan provinsi terkaya di Indonesia. Provinsi Riau memiliki  beberapa sumber daya alam yang besar, dan didominasi dengan  kelapa sawit, minyak bumi, gas alam, karet dan juga perkebunan serat.

Penduduk Riau mayoritasnya beragama muslim dan banyak suku Melayu. Bagi masyarakat Riau, adat istiadat dari leluhurnya masih dijunjung tinggi dan dilestarikan hingga saat ini. Norma sosial dan nilai kebudayaan di masyarakat Riau selalu merujuk pada ajaran islam, dan tidak boleh ada yang melanggarnya. Apabila ada budaya yang melenceng dari norma agama, maka masyarakat Melayu akan meluruskannya.

Melalui lagu-lagu, pesan yang ingin disampaikan akan dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat. Karena pesan yang disampaikan melalui lagu yang dikemas dengan musik yang khas, menjadikan lagu mudah diingat masyarakat dan dapat diterima di masyarakat. Dengan hal tersebut, terciptalah lagu daerah Riau

Baca Juga: Lagu Daerah Papua


Lagu Daerah Di Provinsi Riau Dan Maknanya

Lagu Daerah Riau

Lagu daerah Riau memiliki berbagai pesan dan nasehat yang ingin disampaikan kepada masyarakat.  Makna tersebut biasanya diambil dari aktivitas yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Diantaranya adalah:

Baca Juga: Lagu Daerah Sumatera

1.  Soleram

Soleram
Soleram
Soleram
Anak yang manis
Anak manis janganlah dicium sayang
Kalau dicium merah lah pipinya

Satu dua
Tiga dan empat
Lima enam
Tujuh delapan
Kalau adik dapat kawan baru sayang
Kawan lama ditinggalkan jangan

Soleram merupakan lagu daerah Riau, yang memiliki nilai-nilai leluhurnya. Setiap bait yang ada pada lirik lagu soleram memiliki makna dan pesan tersendiri. Berikut lirik soleram dan makna yang terkandung di dalam liriknya.

Pada bait pertama, soleram ditujukan kepada anak-anak. Lagu ini memiliki makna untuk menjaga akan kehormatannya dan juga menjaga harga dirinya. Selain itu, lagu soleram juga memiliki pesan untuk selalu mempertahankan malu, karena malu merupakan suatu budaya bagi masyarakat Riau.

Dalam bait selanjutnya memiliki makna untuk selalu menyambung tali silaturahmi dan menjauhi perpecahan. Karena sebagai mahluk sosial, manusia membutuhkan bantuan dari manusia lainnya. Jadi perlu adanya tali silaturahmi untuk mempererat rasa kemanusiaan.

Lirik lagu soleram terakhir ditutup dengan pesan kepada Masyarakat untuk terus melestarikan budaya yang  sudah ada di Provinsi Riau maupun di Indonesia.

2. Pulau Bintan

Ke mane ya’ si dare sibarang
Pulau lah Bintan .. ala sayang
Lautnya biru .. alahai adek
Pulau Penyengat .. ala sayang
Jelas melintang …

Pulau Bintan merupakan pulau terbesar yang ada di provinsi Riau.  Tidak heran, Pulau Bintan sering dijadikan destinasi wisata karena keindahan alamnya. Bahkan Pulau Bintan dijadikan lagu daerah provinsi Riau. Lagu tersebut berisi tentang pesona keindahan yang ada di Pulau Bintan. Lagu tersebut juga dijadikan lagu termasyur yang ada di provinsi Riau.

3. Zapin Laksamana Raja Di Laut

Zapin aku dendangkan
Lagu Melayu
Pelipur hati
Pelipur lara

Cahaya manis kilau gemilau
Di Kampung Tapir indah menawan
Aku bernyanyi berzapin riang
Moga hadirin aduhai sayang
Jadi terkesan

Kembanglah goyang atas kepala
Lipatlah tangan sanggul dipadu
Kita berdendang bersuka riaL
lagulah zapin aduhai sayang
Rentak Melayu

Laksamana raja di laut
Bersemayam di Bukit Batu
Ahai hati siapa
Ahai tak terpaut
Mendengar lagu zapin Melayu

Membawa tepak hantaran belanja
Bertakhta Perak indah berseri
Kami bertandang mewujud budaya
Tidak Melayu aduhai sayang
Hilang dibumi

Peting lah gambus sayang lantang berbunyi
Disambut dengan tingkah meruas
Saya menanyi sampai di sini
Mudah-mudahan hadirin semua menjadi puas

(Repeat 2X)
Laksamana raja di laut
Bersemayam di Bukit Batu
Ahai hati siapa
Ahai tak terpaut
Mendengar lagu zapin Melayu

Lagu berjudul Zapin Laksmana raja di laut merupakan lagu daerah yang berasal dari Riau. Banyak masyarakat Indonesia yang sudah mengenalnya. Semenjak dinyanyikan oleh Iyeth Bustami lagu daerah Riau menjadi populer,  dan disusul dengan artis-artis lainnya, sehingga lagu tersebut semakin populer. Bahkan banyak artis dari negeri tetangga ikut mempopulerkan lagu ini.

Lagu tersebut bercerita tentang seorang Laksmana. Laksmana merupakan gelar dari kerajaan Siak yang ditugaskan untuk menjaga pesisir pantai selat Malaka. Datuk Laksamana merupakan orang keturunan Bugis, yang memiliki nama Daeng Tuagik. Daeng Tuagik menikah dengan seorang perempuan bernama Encik Mas, yang merupakan seseorang yang berkuasa di pulau Bengkalis. Setelah menikah dengan Daeng Tuagik, Encik Mas berjanji  tidak akan memakaikan gelar Bugis untuk anak keturunannya.

Peninggalan dari Laksamana adalah rumah-rumah tradisi Riau, atau yang saat ini disebut dengan rumah adat. Rumah tersebut berbentuk seperti panggung yang memiliki motif Melayu di beberapa titik bangunannya.

4. Hang Tuah

Dang merdu bunda berjasa
Melahirkan putra perkasa
Hang tuah laksmana satria
Teladan negeri dan bangsa
Dari bintan kepulauan riau

Kaum baktimu kesegenap rantau
Walau kini kau telah tiada
Fatwamu tiadakan sirna
Tuah sakti hamba negeri
Resah hilang 2 terbilang

Patah tumbuh Hilang kan berganti
Takan melayu hilang di bumi
Engkau susun jari 10
Mengatur sembah duduk bersimpuh

Halus budi resah melayu
Hang tuah ho…ho hang tuah

Lagu daerah selanjutnya adalah Hang Tuah. Lagu ini juga populer di masyarajat Melayu. Bercerita tentang seorang pahlawan pada masa pemerintahan Kesultanan Malaka dan seorang pelaut yang memiliki pangkat laksamana. Orang tersebut bernama Hang Tuah.

Hang Tuah memiliki seorang ayah yang bernama Hang Mahmud dan ibunya bernama Dang Merdu. Dalam sebuah hikayat, Hang Tuah memiliki sifat kesatria, kesetiaan dan mahir dalam bidang pelayaran. Karena kemahirannya dalam berlayar itulah yang menjadikan Hang Tuah memiliki pangkat laksamana.

5. Lancang Kuning

Lancang kuning
Lancang kuning belayo malam
Belayo malam…

Lancang kuning
Lancang kuning belayo malam
Hai belayo malam…

Haluan menuju
Haluan menuju ke laut dalam…
Haluan menuju
Haluan menuju ke laut dalam…

Lancang kuning belayo malam…(2X)

Kalau nakhode
Kalau nakhode kuranglah faham
Kuranglah faham…

Kalau nakhode
Kalau nakhode kuranglah faham
Hai kuranglah faham…

Alamatlah kapal
Alamatlah kapal akan tenggelam…
Alamatlah kapal
Alamatlah kapal akan tenggelam…

Lancang kuning belayo malam…(2X)

Lancang kuning
Lancang kuning menentang badai
Menentang badai…

Lancang kuning
Lancang kuning menentang badai
Hai menentang badai…

Tali kemudi
Tali kemudi berpilit tige…
Tali kemudi
Tali kemudi berpilit tige…

Salah satu lagu daerah Riau yang popoler adalah Lancang Kuning. Lagu ini pernah dinyanyikan oleh Boy Sandi dari Sumatera Barat. Saat ini lagu lancang kuning sudah ada salam versi bahasa Indonesia.

Lagu Lancang Kuning adalah lagu yang berkisah tentang kepercayaan mistis masyarakat Riau. Lancang Kuning sendiri adalah sebuah kapal yang tidak terlihat.

Masyarakat Riau mempercayai bahwa kapal tersebut apabila melintas diantara Pulau Penyengat dan Tanjung Pinang maka akan terlihat wujud kapalnya. Seseorang yang dapat melihat saat kapalnya melintas, maka orang yang lemah semangat dan pikiran kosong, akan menjadi semangat kembali.

6. Pantai Solop

Terkuak indah alam membentang
di rantau bumi sri gemilang
pulau cawan aduhai negeri mandah
Pantai Solop berbilang pesona

Pasirnye *** kilau kemilau
serpihan kulit satwa lautnye
Bermain ombak aduhai tercerlah bakau
Terhampar putih eloknye bagai permate

Nuanse alamnye bagai surgawi, membawe teduh suasane hati
Kicauan burung nyanyian sunyi
Pantai soloooop rahmat ilahi.

Penduduknye ramah juge berbudi
Pancaran budaya khasanah negri

Lestarikanlah warisan ini
Pantai soloop, pantai soloop, pantai solooop
Pantai sejati

Nuanse alamnye bagai surgawi, membawe teduh suasane hati
Kicauan burung nyanyian sunyi.
Pantai soloooop rahmat ilahi.

Penduduknye ramah juge berbudi
Pancaran budaya khasanah negri

Pantai Solop merupakan salah satu tempat wisata yang ada di Provinsi Riau. Lagu tersebut menceritakan keindahan dari Pantai Solop. Saat ini lagu Pantai Solop sering dijadikan lagu penghantar senam untuk sekolah maupun lembaga pemerintahan. Lagu tersebut dipilih karena musiknya yang ceria dan menumbuhkan semangat baru.

7. Kutang Barendo

Lailalah kutang barendo
Nan Tampuruang sayak babulu
Lah tamanuong nan tuo tuo
Takana mudo nan da ulu

Antah manga gadih jo bujang
Lah gilo raun tiok hari
Talingo lah samo basubang
Nan bapakai imitasi

Lailalah kutang barendo
Nan tampuruang sayak babulu
Rancak manjadi supir oto
Tiok bulan bakawan baru

Saromannyo sajo kasodonyo
Baiak jantan baiak batino
Jalan sairiang baduo duo
Caliak dahulu mako disapo

Lailalah kutang barendo
Nan tampuruang sayak babulu
Nan lah malang tibo diambo
Tiok dapek indak katuju

Caliak lagak urang kini
Antah apo lah namonyo
Lah malang nan gadih gadih
Tiok diawai tiok bapunyo

Lailalah kutang barendo
Nan tampuruang sayak babulu
Lah tamanuang gaek agogo
Takana mudo nan da ulu

Saroman sajo kasodonyo
Baiak jantan baiak batino
Dek tak tantu ujuang pangkanyo
Sansaro juo jadinyo

Lailalah kutang barendo
Nan tampuruang sayak babulu
Alah marandah sarang tampuo
Elok dicaliak lah dahulu

Sajak da ulu sampai kini
Barulah kini mulai tampak
Lah manjadi bujang jo gadih
Banyak nan tuo basipakak

Lagu Kutang Barendo difokuskan untuk anak gadis dan juga para bujang. Lagu tersebut bercerita tentang kenakalan remaja. Meskipun lagunya diciptakan sejak dulu, namun makna yang terkandung sesuai dengan keadaan pada zaman sekarang. Meskipun berisi tentang kenakalan remaja, lagu ini memiliki pesan sebagai himbauan agar tidak terjerumus dalam kenakalan remaja.

8. Kasih dan Budi

Kalau menebang kalau menebang
Si pohon jati
Papan di jawa dibelah belah
Papan di jawa dibelah belah
Kalaulah hidup kalaulah hidup Tidak berbudi
Umpama pokok Tidak berbuah
Aduhai sayang tidak berbuah

Bunga selasih bunga selasih
Si bunga padi
Tumbuhlah mekar
Didalam taman
Tumbuhlah mekar didlm taman
Pertama kasih pertama kasih
Kedua budi
yang mana satu nk kuturutkan
aduhai sayang nk kuturutkan

bungalah padi bungalah padi
bunga kiambang
buat hiasan ditaman bunga
buat hiasan ditaman bunga
buahlah hati buahlah hati
kekasih orang

hamba menumpang gembira saje
aduhai sayang gembira saje
tenanglah tenang tenanglah tenang
air dilaut

hai sampan kole mudik ketanjung
hai sampan kole mudik ketanjung
hati terkenang hati terkenang
mulut menyebut

budi yang baik saye nak junjung
aduhai sayang saye nak junjung

Lagu tersebut memiliki makna untuk selalu berbudi pekerti yng baik dimanapun dan kapanpun berada. Lagu Kasih dan Budi mengajarkan tentang kebaikan dan rasa untuk saling menghormati.

9. Pak Ngah Balek

Tetak dahan sikayu bulat ..
Dibawa orang dari sempadan
Pulau bintan pulau penyengat ahai…
Bagaikan bunga kembang setaman 2x

Hai pak ngah balek
bulan mengambang….
Pak ngah balek hari dah siang 2x

Orang berlayar pulau penyengat..
membawa kundur berkaki-kaki
Pemimpin jujur mendapat berkat ahai…
doa dan syukur pada Illahi 2x

Hai pak ngah balek bulan mengambang….
Pak ngah balek hari dah siang

Lebat bunge berbatang-batang
Untuk di rangkai diatas piring
Adat lembaga sama dipegang
Bagai pengantin duduk bersanding 2x

Hai pak ngah balek
bulan mengambang….
Pak ngah balek hari dah siang 4x

Lagu ini tentang seorang pemimpin yang jujur dan mengarahkan masyarakatnya untuk kebaikan. Pemimpin yang selalu menjaga adat dan budaya yang ada di Riau.

10. Kampung Halaman

Dang merdu bunda berjasa
Melahirkan putra perkasa
Hang tuah laksmana satria
Teladan negeri dan bangsa
Dari bintan kepulauan riau

Kaum baktimu kesegenap rantau
Walau kini kau telah tiada
Fatwamu tiadakan sirna
Tuah sakti hamba negeri

Resah hilang 2 terbilang
Patah tumbuh Hilang kan berganti
Takan melayu hilang di bumi
Engkau susun jari 10

Mengatur sembah duduk bersimpuh
Halus budi resah melayu
Hang tuah ho…ho hang tuah

Lagu daerah Riau dengan judul Kampung Halaman memiliki makna seseorang yang merantau sedang merindukan kampung halamannya. Dalam lagu ini memiliki lirik yang mendeskripsikan keindahan tanah Riau.

11. Tambelan

Asal mulenye pulau tambelan
Berasal dari pulau timbalan
Asal mulenye pulau tambelan
Konon dulunye pulau timbulan
Hingge menjadi pulau tambelan
Hingge menjadi pulau tambelan

Pulau tambelan pulau timbalan riau
Pulau tambelan pulau timbalan riau
Sudah termahsyur segenap negri
Membuat orang ramai kemari
Sudah termahsyur segenap negri
Membuat orang ramai kemari

Asalmulenye negri terjadi
Dari dipertuan sebuah negri
Asalmulenye negri terjadi
Dari dipertuan sebuah negri

Makenye sampai iye kemari
Dengan tujuan membawa diri
Makenye sampai iye kemari
Dengan tujuan membawa diri

Abdullah muayatsyah name diberi
Berasal dari johor negeri
Abdullah muayatsyah name diberi
Berasal dari johor negeri
atas kehendak takdir ilahi
Sampai bermakam pule disini
Atas kehendak takdir ilahi
Sampai bermakam pule disini

Pulau tambelan pulau timbalan riau
Pulau tambelan pulau timbalan riau
Hasil lautnye banyak sekali
Membuat orang ramai mencari
Hasil lautnye banyak sekali
Membuat orang ramai mencari

Pulau tambelan pulau timbalan
Pulau tambelan timbalan riau
Pulau tambelan pulau timbalan
Pulau tambelan timbalan riau

Tambelan di Provinsi Riau merupakan nama sebuh pulau. Lagu tersebut berisi tentang keindahan pulau Tambelan. Keindahan alam yang ada di pulau Tambelan menjadi destinasi wisata menarik yang ada di Riau. Banyak pengunjung dari dalam negeri maupun luar negeri yang datang berwisata melihat keindahan alamnya.

12. Segantang Lada

Segantang lada namanya kepulauan Riau
Segantang lada namanya kepulauan Riau

Ibukotanya di pulau Bintan
Ibukotanya di pulau Bintan

Hati gelisah nan risau
Hati gelisah nan risau

Bila dikenang wajahmu tuan
Bila dikenang wajahmu tuan

Lagu ini memiliki makna tentang kerinduan seseorang terhadap kekasihnya atau kepada pemimpin negerinya. Lagu tersebut juga menceritakan tentang Provinsi Riau.

13. Kebangkitan Melayu

Rumpun Budaya Negeri Melayu
Kaya Petuah Bijak Bestari
Bersama-sama Mari Bersatu
Tak kan Melayu Hilang Di Bumi

Santun Kata Mari Kita Wujudkan
Kebangkitan Negeri Di Negeri Tercinta
Budi Bahasa Seni Dan Budaya
Bangkitlah Melayu Di Negeri Di Bumi Tercinta

Resam Tradisi Bumi Melayu
Kota Bertuah Hai Pekanbaru
Bersama-sama Mari Bersatu
Tak kan Melayu Hilang Di Bumi

Santun Kata Mari Kita Wujudkan
Kebangkitan Melayu Di Negeri Tercinta
Budi Bahasa Seni Dan Budaya
Bangkitlah Melayu Di Negeri Tercinta

Lagu Kebangkitan Melayu memiliki makna yaitu, mengajak masyarakat Melayu untuk selalu menjaga budaya dan adat istiadat masyarakat Melayu. Lagu ini juga memberikan semangat  dan rasa bangga menjadi bagian dari masyarakat Melayu.

Ulasan diatas merupakan sebagian lagu daerah dari Riau. Lagu-lagu daerah di Indonesia memang sangat banyak dan memiliki makna tersendiri. Sebagai generasi penerus bangsa Indonesia perlu sekali mengetahui lagu-lagu daerah di Indonesia, untuk melestarikan budaya yang ada di Indonesia.

Lagu Daerah Riau