Lagu Daerah Padang : Sejarah, Ciri Khas dan Macam-Macam Judulnya

lagu daerah padang

Lagu Daerah Padang –  Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki ribuan pulau. Tidak heran jika, Indonesia juga memiliki aneka ragam suku, ras, adat, dan budayanya. Beberapa daerah di Indonesia memiliki Bahasa khas daerahnya, begitu pula dengan seni dan budayanya, termasuk lagu. Setiap daerah pasti memiliki lagu khas daerahnya masing-masing, termasuk lagu daerah padang.

Padang merupakan salah satu kota terbesar yang di Provinsi Sumatera Barat. Bahasa yang digunakan sehari – hari oleh penduduk kota ini adalah Bahasa Minang. Seniman di kota ini juga sangat banyak sekali, sehingga tidak dipungkiri bahwa lagu – lagu daerah padang juga sangat banyak jumlahnya.

Tidak sedikit seniman Padang atau Sumatera Barat yang terkenal di Indonesia. Beberapa seniman juga mendapat penghargaan secara nasional, salah satunya seperti Zalmon, yang dinobatkan sebagai penyanyi dengan penjualan tertinggi.

Lagu daerah Padang nyatanya tidak hanya menjadi lagu untuk para penduduk Sumatera Barat, masyarakat lain dari beberapa daerah di Indonesia juga memiliki ketertarikan terhadap lagu – lagu dari daerah Padang. Tidak hanya lagu, tarian dan kesenian – kesenian khas Padang juga banyak di mainkan oleh masyarakat Indonesia diluar Padang.


Pentingnya Melestarikan Lagu Daerah Padang

Lagu Daerah Padang

Lagu daerah merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang juga patut untuk terus dilestarikan. Termasuk lagu – lagu daerah yang tersebar diseluruh nusantara. Salah satu daerah yang juga memiliki ciri khas budaya yang unik adalah Padang. Lagu daerah Padang juga sangat banyak sekali macamnya yang diciptakan oleh para seniman – seniman zaman dulu.

Lagu daerah Padang memiliki ciri khas yang unik, yaitu liriknya menggunakan Bahasa Minang. Penciptaan lagu ini juga didasarkan pada kebiasaan masyarakat Minang. Tidak jarang juga yang dijadikan untuk pengiring tarian.

Lagu – lagu daerah tersebut tidak melulu harus dilestarikan oleh masyarakat yang asli daerah tersebut, namun lagu daerah tersebut merupakan sebuah peninggalan yang harus terus dilestarikan sebagai budaya Indonesia.

Pentingnya melestarikan lagu daerah Padang atau daerah – daerah lain, selain untuk pengetahuan secara umum, menjaga kebudayaan antar suku akan menimbulkan sebuah keharmonisan dalam keberagamanan. Sebagai negara dengan ratusan suku, yang kini sedang hangat untuk di adu domba, maka melalui lagu tradisional akan bisa kembali menyatukan.

Lagu daerah juga bisa memberikan gambaran kepada kita bagaimana kondisi masyarakat pada masa itu, sehingga lagu juga bisa sebagai jejak sejarah yang mungkin tidak tertuliskan didalam buku sejarah. Kebiasaan – kebiasaan masyarakat, seperti pada lagu daerah Padang tergambar dengan jelas.

Pelestarian lagu daerah bisa dilakukan dengan cara mengenalkan kepada generasi – generasi penerus bangsa yang sedang duduk dibangku sekolah. Pentas seni juga bisa menjadi ajang pelestarian lagu daerah, dengan begitu kita bisa menjaga sekaligus mengenalkan kepada para peserta atau penonton yang hadir.

Lagu daerah Padang sangat banyak sekali jenisnya, sehingga paling tidak kita juga harus mengenalnya beberapa. Pada sub pembahasan berikutnya akan dijelaskan tentang beberapa di antaranya yang terbaik.

Baca Juga: Lagu Daerah Indonesia


Lagu Daerah Padang Terbaik

Lagu Daerah Padang

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa lagu – lagu daerah Padang juga banyak sekali penikmatnya yang berasal dari luar daerah itu sendiri, salah satunya penduduk Jawa. Beberapa pentas seni juga menampilkan kesenian khas dari Padang, termasuk lagunya. Berikut adalah beberapa lagu daerah Padang terbaik yang pernah diciptakan.

Baca Juga: Lagu Daerah Banyuwangi

1. Ayam den Lepeh

Lagu pertama yang paling terkenal adalah Ayam den Lepeh. Elly Kasim merupakan salah satu seniman yang menciptakan lagu ini. Tidak hanya didengar oleh masyarakat Padang, lagu ini juga dikenal se-nusantara, bahkan mancanegara.

Arti dari Ayam den Lepeh sendiri adalah Ayamku Lepas. Makna dari lagu ini tidak semata-mata menceritakan tentang ayam yang lepas, namun lebih dalam dari pada itu. Ayam pada zaman dahulu memiliki nilai yang cukup berarti bagi masyarakat Padang, sehingga dalam lagu kehilangan ayam adalah sebuah kehilangan yang sangat berarti.

Pada zaman dahulu, tidak semua orang bisa memilihara ayam, sehingga hanya orang dengan strata sosial tertentu yang bisa memeliharanya. Jika, kita analogikan dengan zaman sekarang ini, ayam yang dimaksud dalam lagu tersebut adalah sebuah barang yang sangat berharga.

2. Bareh Solok

Lagu daerah Padang berikutnya adalah Bareh Solok. Dalam lagu ini menceritakan sebuah daerah yang bernama Solok, yang terkenal akan daerah penghasil beras dengan rasa terenak dibanding dengan beras daerah lain.

Pada lirik lagu Bareh Solok, diceritakan bahwa jika seseorang memakan nasi dari beras tersebut, ia akan seolah – olah tidak akan melihat mertuanya yang sedang lewat. Sehingga, dalam kenyataannya pun juga begitu, siapa yang tidak mengenal beras dari Solok ini.

3. Kampuang Nan Jauah di Mato

Selanjutnya ada lagu Kampuang Nan Jauah di Mato. Judul dari lagu ini memiliki arti Kampung yang jauh dimata. Berdasarkan lirik tersebut, bisa ditebak bahwa, lagu ini menceritakan tentang seseorang yang sedang merantau.

Merantau merupakan salah satu kebudayaan yang ada di daerah Minang atau Padang. Saat sudah beranjak dewasa, pemuda minang akan meninggalkan kampungnya untuk merantau ke daerah lain dengan tujuan mencari penghidupan.

Lagu ini menceritakan tentang seorang perantau yang sedang mengenang kampung halamannya. Mengenang tentang suasananya yang damai, kelurganya, dan sejuknya udara di kampung asalnya. Jadi, lagu sangat cocok untuk seseorang yang sedang merantau dan teringat akan kampung halamannya.

4. Tak Tong – Tong

Lagu daerah Padang selanjutnya berjudul Tak Tong – Tong. Oslan Husein adalah seniman yang menciptakan lagu ini. Istimewanya dari lagu ini adalah pernah dinyanyikan pada ulang tahun ASEAN yang ke 50 tahun.

Tak Tong – Tong menceritakan tentang kisah perubahan nasib seseorang. Dalam liriknya disebutkan bahwa seorang suami yang memiliki kekuasan tertinggi. Namun, karena suatu masalah, akhirnya suami tersebut kehilangan kekuasaanya. Setelah kehilangan kekuasaanny tersebut, ia menjadi seorang tukang becak.

Makna dari lagu ini adalah hidup di dunia ini akan mengalami perputaran. Terkadang dibawah dan ada kalanya di atas. Oleh karena itu, sebagai sesama manusia, harus saling menghargai dan berbagi, karena suatu saat mungkin bisa saja kita mendapatkan posisi tersebut.

5. Malam Bainai

Malam Bainai merupakan salah satu lagu daerah Padang yang juga sangat terkenal. Lagu ini sering menjadi theme song dibeberapa acara pagelaran seni tradisional. Lagu ini menceritakan tentang sebuah adat masyarakat Minangkabau, yaitu tentang kegiatan seorang pengantin pada malam hari sebelum hari pernikahannya.

Tradisi tersebut adalah mengecat kuku agar terlihat lebih menarik. Bainai sendiri memiliki arti mengecat kuku, cara melakukannya pun cukup unik, yaitu dengan cara menumbuk bunga berwarna merah dan kemudian di atas kukunya. Lalu dibiarkan hingga ke esokkan harinya.

Itulah ulasan tentang lagu daerah Padang. Setelah mengenal, jangan lupa untuk menyalurkan pengetahuan yang kita miliki. Menjaga kelestarian budaya harus terus diperjuangkan, karena hal tersebutlah yang menjadi identitas bangsa ini.

Lagu Daerah Padang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *