Lagu Daerah Nias

6 min read

lagu daerah nias

Lagu Daerah Nias – Nias merupakan pulau terbesar yang ada di terletak Provinsi Sumatera Utara. Dihuni oleh mayoritas suku Ono Niha, Nias masih kental dengan budaya megalitiknya. Selain kaya akan objek wisata seperti hombo batu (lompat batu), penyelaman, selancar dan juga rumah tradisional juga terdapat lagu daerah Nias yang tak kalah menarik.


Ciri Khas Lagu Daerah Nias

Lagu Daerah Nias

Nias Sebagai daerah yang masih mempertahankan bahasa daerahnya, terbukti dengan pemakai aktif bahasa daerahnya mencapai setengah juta orang. Dengan ciri khas bahasa yang selalu berakhiran huruf vokal membuat lagu daerah Nias juga berakhiran huruf vokal.

Dialek bahasa Nias juga terdiri dari 3, yakni dialek utara, dialek timur, dan dialek selatan. Dalam penerapannya, bahasa Nias dikenal vokal huruf, yaitu a, i, u, e, o dan ditambah huruf ö (dibaca e). Abjad yang digunakan oleh masyarakat Nias juga berbeda dengan abjad Bahasa Indonesia pada umumnya. Dimana, dalam abjad Nias ada bagian yang dikurangi dan ada pula yang ditambahkan dan sudah menjadi ciri khas masyarakat Nias.

Baca Juga: Lagu Daerah Gorontalo 


Manfaat Lagu Daerah Bagi Masyarakat Nias

Lagu Daerah Nias

Bukan hanya sebagai hiburan semata, lagu digunakan juga sebagai pengungkapan atas perasaan yang tengah dirasakan oleh seseorang. Sama halnya bagi masyarakat Nias, lagu daerah bukan hanya terdiri dari nada-nada indah, tetapi juga sebagai digunakan sebagai ciri khas yang melekat dengan daerahnya.

Selain itu, lagu daerah juga oleh masyarakat Nias sering digunakan sebagai instrumen untuk mengiringi tari-tarian dalam sebuah perayaan besar. Lagu daerah juga sarat akan makna karena menggambarkan keadaan lingkungan ataupun budaya masyarakat setempat yang dipengaruhi oleh kebiasaan dan juga adat istiadatnya.

Baca Juga: Lagu Daerah Batak


Perkembangan Lagu-lagu Nias dari Dulu Hingga Sekarang

Lagu Daerah Nias

Tak dapat dipungkiri lagu-lagu Nias yang dikarang sejak tahun 1970an setiap tahunnya mengalami perubahan. Berbeda dengan lagu era 1970an tadi, dimana lagu Nias masih sangat kental dengan adat dan budaya yang dianut oleh masyarakat setempat.

Lagu Nias tahun 1970an dikemas dengan apik oleh kata cinta kiasan dan nyaris tidak “to the point” seperti lagu sekarang. Akan tetapi, semakin kesini Nias yang mulai terlepas dari bentuk keterisoliran mulai bertransformasi, baik dari teknologi dan juga budayanya. Lagu-lagu daerahnya pun mulai menyesuaikan dirinya dengan lagu-lagu trend di masa sekarang. Hal ini mungkin disebabkan generasi pemakai juga sudah berbeda setiap tahunnya.


Contoh-contoh Lagu Daerah Nias Yang paling Sering Didengar

Setiap daerah, dimanapun pasti memiliki kebudayaan tersendiri. Kebudayaan tersebut dapat berupa adat istiadat, bahasa daerah, dan juga lagu kedaerahan. Nah, dibawah ini beberapa pilihan lagu daerah Nias :

1. Tari Maena

Fazaumba gahe
Fataelu danga, ga’a
Fondrara dödöda me no falukha ita

Fanutunö Maena :

Ba da’utohu nayada maena
He ha mato dombua böhöi oya

Ba böi mi’o’ayado dania
Na no fakaole ligu fasala

Hadia mbörö gotari gotara
Hadia mbörö wa’owulo ita

Ya’ia me no tohare la’oda
Soroi mbanua sirami sato niha

Ba hiza me tohare lao’da
Hiza me tohawia me tolata

A’oi adudu mbulu hambawa
A’oi ateu hakhi wino ndrawa

Lagu daerah Nias yang pertama adalah tari maena. Lagu ini juga dikenal karena memang merupakan instrumen tarian-tarian. Disebut juga dengan nama lagu maena fangowai yang mengandung makna kegembiraan, hiburan, dan juga sukacita. Lagu ini sering sekali digunakan dalam acara-acara besar di Nias, sehingga tak heran jika hampir semua masyarakatnya tau.

Lagu tari maena sendiri dimainkan dengan menggunakan nada dasar c, yang juga bertujuan sebagai untuk menyambut serta menghibur para tamu kehormatan atau tokoh besar. Biasanya lagu beserta tarian ini dinyanyikan dalam acara adat seperti perkawinan, serta acara lain sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat setempat.

2. Lö sa’ae ba dödö

Me’õhalõ gangetula, hasambalõ fabali,
Õrõido tuho dõdõ
Õwa’õ so niha bõ’õ si tebai fabali khõu
No moroi ba mbõrõta

Fitu fakhe no numalõ mefabali ita,
no taya ba dõdõgu
Lõ udõna-dõna, õ’fuli ndraugõ
Ba lõmanõ sa’ae, ba dõdõgu

Õ’ondrasido õtutunõ ngarõ dõdõ,
õwaõ maniasa
Fa’ohahau dõdõ lõ’õsõndra ba mbõ’õ sagõtõ fabali
Me õwa’õ khõgu õfuli ndraugõ,
Ba lõmanõ sa’ae ba dõdõgu

Lagu yang diciptakan oleh Waty Lase dalam Grup Onogauko ini adalah sebuah lagu cinta yang mengisahkan realita zaman sekarang. Lagu ini bercerita tentang sepasang kekasih yang sudah berpisah tujuh tahun dan sedang melakukan percakapan langsung.

Meskipun lagu ini dianggap tidak lagi sesuai dengan dengan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat Nias, dimana nilai dan norma masyarakat disana masih menganggap tabu persoalan perceraian pasangan. Namun, lagu ini hadir sebagai bukti bahwa memang ada hal-hal yang bisa saja tak sejalan lagi.

3. Bolaido

Alai na soroi badõdõmõ

Wa’omasimõ si no õfaehagõ

Na’ufaigi na’uhaogõ u’angeraigõ

Tenga sinangea ndao mõi tambalimõ

Hawalõ khõu fo’angeraigõ

Wafaniasa zalua khõu dania fanahigõ

Mefa’aurigu notofali notobõbõ

Bawa’alumana fa tosasa dõdõ

Reff//

Hawa lõkhõu famakhõlõ

Walõ’õ faigi fasuimõ

Hadia si’ai gohitõmõ khõgu

Niha silõ halõwõ

Hadia khi lõniha bõ’õ

Sombaloi fa’omasimõ

Sifakhili sifagõlõ…õ

Khõmõ yaugõ sitehõngõ

Lagu daerah Nias selanjutnya berjudul Bolaido. Lagu ini menjadi lagu favorit pada tahun 2017, banyak orang yang menyukai lagu bergenre romantis ini. Dalam Bolaido ini sendiri bercerita tentang sepasang kekasih yang hubungannya tidak direstui oleh orangtua pihak perempuan. Lalu kemudian sang laki-laki mencurahkan isi hatinya kedalam lagu ini.

Dalam lagunya, pihak laki-laki meminta sang wanitanya untuk menunggunya. Adapun persyaratan dari orangtua perempuan, laki-laki harus bekerja untuk bisa berhubungan dengan anaknya. Akhirnya, sang laki-laki memutuskan untuk merantau demi untuk mendapatkan restu orangtua sang kekasihnya.

4. Tano Niha

Tanö niha banua somasido
Tanö si tumbu ya’o föna
He mukoli ndra’o ba zaröu
Balö olifudo sa’ia

Tanö si tumbudo
mohili ŵa’ebolo ndraso
So nungoni danö ba mbombo
Fasui asi sebolo

Tanö niha satabö sinanö
Soŵanua khönia lö fa’ambö
Ufabu’u ba ubelegö
Me ya’ugö sa dötönafö

Tanö omasi’ö
No so’ö ba duduma hörö
Amaedola nina ndra’ugö
Sangebua sondorogö

Lagu daerah Nias selanjutnya ialah Tano Niha. Lagu daerah satu ini bertemakan persatuan. Sama seperti Lagu Indonesia Raya, lagu ini bisa disebut juga lagu yang menggambarkan kondisi Pulau Nias sendiri.

Penggambaran keadaan pada lagu ini seperti tanah Nias yang subur dengan sawah ladang luas menghijau. Penyanyi dalam lagu ini juga mengemukakan isi hatinya bahwasanya dimanapun ia pergi dan melangkah, tetap Pulau Nias lah tempatnya untuk pulang. Lagu ini sarat akan kecintaannya terhadap tanah kelahirannya, karena disana tempatnya dibesarkan dalam cinta kasih keluarga.

5. Moteui Ina

Moteu ina… Moteu ina
Mangawuli yomo
Laluo ina… Laluo ina
Hadia lo olofolirik lagu nias moteu ina.com

Melo halowo sawai maokho
Lo sahori nasa gonito
Alai ina nao’ohe mofokho

Akao ina… Akao ina
Khomo mboto tano
Hadia hareu… Hadia hareu
Walo atage’o

I’otarai sihulo wongi
Irege fatutu ogomi
Folombaseu  Wemanga gowi

Otuheli mbawa dano ina
Ososo hili hili
Obekai laza sorimba ina
Wangalui gowi gowi

Balazo ndaono khou ba zitano owi
Balazo ndaono khou ba zitano owi

Lou’ila geluaha ina
Wa otaogo mbawa ndi
Obobo falu lafoyo ina
Wangalui gowi gowi

Balazo ndaono khou ba zitano owi
Balazo ndaono khou ba zitano owi

Lagu berikutnya yang tak kalah sedih adalah lagu tentang orangtua. Di Nias juga terdapat lagu daerah yang menceritakan tentang bagaimana pengorbanan seorang ibu, yang kemudian oleh anaknya membuat sebuah lagu sebagai bentuk terima kasih dan juga wujud kasih sayangnya.

Lagu ini bercerita tentang bagaimana pengorbanan seorang ibu yang tanpa kenal lelah berjuang menghidupi anak-anaknya. Hampir semua lagu yang bercerita tentang pengorbanan seorang ibu pasti bernuansa sedih, karena memang itu dari dibuat karena adanya rasa cinta yang begitu mendalam.

6. Saohagölöuina

Na’i törö, sa tödögu..
Wa’amarase, ndra’satuagu..
Lö eluaha fefu nifaluagu..
Nalö ya’ira, fa’omasira.. khögu..

Hiza meno, ebua ndrao..
No sa lakao kö, i’otarai me iraono..
Lö atage, lö afökhö..
Lataögö manö ba wondorogö.. ya’o..

Saohagölöu ama, fa’amarase sino mitaögö..
Saohagölöu ina, lö sulö moroi khö nonou ya’o..

No sa’uila, oya zilö faudu..
Ba wehedegu, ba gamuatagu..
Lö  u’o’ö, fefu niwa’ömi..
Me sambö tödö nonou ya’o..
Bologö dödömi..

Saohagölöuina dalam Bahasa Indonesia berarti terima kasih. Lagu ini juga bercerita tentang pengorbanan tanpa tanda jasa dari orangtua kepada anaknya. Dalam beberapa sumber, lagu ini dinyanyikan oleh seorang perempuan yang sangat berterima kasih kepada ayah dan ibunya karena telah merawatnya tanpa letih hingga dewasa.

Lagu ini mengandung makna yang teramat dalam bagi siapapun yang mendengarnya. Seperti penyanyi yang dalam lagunya mengatakan bahwa tidak ada balasan yang setimpal untuk membalas jasa kedua orangtuanya itu. Dan juga, lirik lagunya mengatakan bahwa sang anak banyak melakukan kesalahan tapi orangtua tetap sayang.

7. Kawa-Kawa

Me talu mbongi
Tokea ndra’o
Uwai no so’ ö he akhi

Afatö dödö
Me uila ha ba wangifi
We’asomö

Ulau mangandrö
Enaö lö hadia ia
Zalua khöu

He gawa-kawa ötutunö gabula dödögu
He towi-towi turiaigö asöndru dödögu
Utötöna he haturiau atö
Möi fondrara dödögu

Lagu daerah Nias selanjutnya diciptakan oleh seorang bernama S. Zalukhu yang tergabung dalam album Owasa Group. Lagu ini menceritakan tentang bagaimana curahan hati seseorang yang diselingkuhi oleh kekasihnya. Dan ironisnya, selingkuhan dari kekasihnya tidak lain adalah sahabatnya sendiri.

Arti kawa-kawa dalam Bahasa Nias berarti kupu-kupu. Dalam lagu ini, sang laki-laki merasa begitu tersakiti dan tak percaya bahwa kekasihnya tega berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Hati sang laki-laki merasa hancur karena kekasihnya tega mengingkari sumpah cinta yang telah disepakati sebelumnya. Lagu ini memang tergolong menyayat hati, sangat mewakili hati siapapun yang sedang dikhianati.

8. Me Hayaugo

 

Lagu Nias berikut ini masih bercerita tentang percintaan. Me Hayaugo ini bercerita tentang seorang perempuan yang begitu mengagumi sosok laki-laki yang ditemuinya, dan tidak ada yang mampu memalingkan pikiran perempuan ini kepada laki-laki tersebut.

Lagu ini beraliran pop, dengan alunan musik yang tergolong slow dan cocok untuk didengar saat santai. Karena bercerita tentang isi hati seseorang perempuan yang tengah dimabuk cinta, lagu ini sepertinya untuk para remaja-remaja.


Pentingnya Melestarikan Lagu Daerah

Seperti kita ketahui bahwa semakin hari lagu daerah semakin dilupakan. Lagu daerah dianggap kuno dan tidak keren lagi. Padahal kearifan lokal menjadi bagian dan daya tarik tersendiri bagi suatu daerah dan seharusnya dijaga dan dilestarikan keberadaannya. Bagaimana melestarikan kearifan lokal tersebut? Bisa diawali dengan tidak melupakan lagu daerah.

Sebagai identitas dan pemersatu, cara yang bisa digunakan untuk melestarikan lagu daerah adalah dengan menghapalkannya, mengenalkan kepada setiap generasi secara berkelanjutan, ataupun membuat event yang di dalamnya terdapat perlombaan lagu daerah. Sehingga dengan demikian lagu daerah bisa terus didengar dan dikenal oleh generasi-generasi selanjutnya.

Demikianlah tadi ulasan tentang lagu daerah Nias yang paling sering didengar. Tetap cintai dan lestarikan bahasa daerah kita, karena kalau bukan kita siapa lagi? Dan kalau bukan sekarang kapan lagi.

Lagu Daerah Nias