Lagu Daerah Medan : Sejarah, Ciri Khas dan Macam-Macam Judulnya

lagu daerah medan

Lagu Daerah Medan – Lagu daerah medan tentu saja banyak macamnya. Apalagi penyanyi asal sumatera utara banyak yang bersuara emas, seperti Judika, Edi Silitonga, Christine Panjaitan, Rita Nasution dan lain sebagainya.

Tidak hanya lagu daerahnya saja yang terkenal di Indonesia, tapi juga berbagai macam daerah wisatanya, seperti danau toba, istana maimun dan lain sebagainya.


Apa Itu Lagu Daerah

Apa Itu Lagu Daerah

Lagu daerah merupakan jati diri dari daerah itu sendiri. Sebagai negara yang memiliki banyak kekayaan budaya, tentu saja lagu daerah di Indonesia banyak macam dan ragamnya sesuai ciri yang diutarakan pada lagu sesuai dengan kebudayaan masyarakat sekitarnya. Lagu daerah biasanya tercinta secara turun temurun dari nenek moyang suku daerah tersebut.

Begitu banyaknya bahkan ada beberapa lagu daerah yang tidak diketahui siapa yang menciptakan lagu tersebut. Lagu yang tercipta biasanya menceritakan suatu kejadian masa itu, seperti menidurkan anak, menangkal bencana, pesta panen yang melimpah dan juga ada lagu untuk pemanggilan arwah. Lagu daerah sangat sarat dengan filosofi kehidupan dan juga spiritualisme.

Baca Juga: Lagu Daerah Apuse


Macam-macam Lagu Daerah Medan Dan Maknanya

Lagu Daerah Medan

Di bawah ini akan dijelaskan beberapa macam lagu daerah yang berasal dari medan, begitu juga dengan artinya. Beberapa lagu daerah yang tercipta ini sangat sarat akan arti dan kepiluan seseorang dalam melewati kejadian atau peristiwa yang dialami pada saat itu.

Baca Juga: Lagu Daerah Sumatera Barat 

1.  Butet

Lagu daerah medan satu ini sangat popular dibanding lagu daerah lainnya. Begitu populernya, hingga orang luar medan hapal dengan lagu daerah satu ini. Lagu yang bernada pelan dan mendayu ini memiliki arti yang begitu memilukan. Lagu yang menceritakan seorang ibu kepada anaknya yang ditinggal oleh suaminya atau ayah anak tersebut.

Butet adalah sebuah panggilan untuk anak perempuan. Dalam lagu tersebut diceritakan betapa seorang ibu yang begitu sedih dan merana ketika sang suami pergi untuk bertempur di medan perang. Dalam keadaan darurat dan mencekam ayah anak perempuan itu pergi untuk berjuang. Kesedihan makin terasa ketika iringan suling mengalun dan menyayat hati.

2. Na Sonang Do Hita Nadua

Lagu ini sangat familiar di telinga masyarakat awam. Dalam lagu yang berbahasa batak toba ini mengandung arti yang sangat romantis. Lagu merdu satu ini mengisahkan percintaan dua sejoli yang tengah jatuh cinta dan dilanda kasmaran ini mengungkapkan kebahagiaan. Musik yang dilantunkan pun sangat merdu dan romantis hingga membuat pendengarnya terpukau.

3. Anju Ahu

Walau lagu ini tidak begitu terkenal dengan lagu sebelumnya, namun lagu ini cukup sering terdengar di telinga pendengarnya. Lagu ini bercerita tentang salah satu pasangannya tengah dirundung masalah dan berharap agar pasangannya bisa memahami atau memaklumi permasalahan yang tengah menimpanya, lalu bisa merayu pasangan yang tengah bermasalah dan memberinya perhatian lebih.

4. Sinanggar Tulo

Lagu daerah medan satu ini juga sangat populer di masyarakat Indonesia. Lagu dengan hentakan musik hingga bisa membuat pendengarnya menari ini berasal dari daerah tapanuli. Dalam lagu yang terdengar semangat dan ceria ini ternyata memiliki arti yang bertolak belakang dengan musik yang terdengar oleh orang yang mengira lagu ini tentang suka cita.

Sinanggar Tulo adalah lagu tentang keluh kesah atau lagu galaunya pemuda batak yang harus mematuhi perintah sang ibu yang menyuruhnya mencari pasangan yang semarga dengan sang ibu. Hal ini membuat sang pemuda menjadi gundah, karena betapa sulitnya untuk mencari seorang wanita yang bermarga sama dengan sang ibu untuk dijadikan istri.

5. Dago Inang Sarge

Lagu daerah ini tak begitu populer di Indonesia, namun sangat terkenal di daerahnya. Karena lagu ini ditujukan untuk para pendatang oleh penduduk lokal, bisa dibilang lagu ini adalah lagu selamat datang untuk para pendatang  walau dari daerah mana saja asal semarga dan serumpun, maka lagu ini didendangkan untuk menyambut kedatangannya.

6. Lisoi

Lagu yang berasal dari tanah batak ini cukup familiar di telinga masyarakat di luar daerah batak. Lagu Lisoi sendiri memiliki  arti tentang pergaulan masyarakat batak di kehidupan sosialnya. Pencipta lagu ini adalah Nahum Situmorang, pencipta lagu yang juga berasal dari tanah batak, sangat banyak menciptakan lagu-lagu daerah khas batak  lainnya.

7. Ketabo

Satu lagi lagu daerah ciptaan dari Nahum Situmorang, lagu yang diperuntukkan khusus untuk kota Sidempuan ini, mengartikan ajakan untuk pendatang agar mendatangi kota sidempuan. Ketabo sendiri artinya adalah ‘mari’ ini bermaksud untuk mengajak, ayo mari datang ke kota penghasil salak, dan ketika musim salak tiba banyak gadis cantik yang berjualan.

8. Madekdek Magambiri

Arti dari lagu ini sebenarnya secara umum adalah kebaikan akan mendapat hasil yang baik juga. Lagu yang sarat dengan filosofi kehidupan ini benar-benar sangat kental dengan petuah atau pesan bijak agar sebagai manusia harus saling berbuat baik terhadap sesamanya. Karena di manapun kebaikan ditanam akan berbuah kebaikan juga suatu hari.

9. Maria Tamong

Lagu daerah medan satu ini berasal dari tapanuli ini diciptakan untuk menidurkan anak. Lagu ini bermakna tentang cinta dan  kasih dan sayang seorang ibu yang tengah menidurkan anaknya menggunakan gendongan  yang terbuat dari selendang, mengayun-ayun sang anak agar lekas tertidur dan bermimpi yang indah dan berharap akan kesuksesan anaknya kelak.

10. A Sing Sing So

Lagu ini dinyanyikan secara turun temurun,maka bisa dibilang lagu daerah ini sudah berusia ribuan tahun lamanya. Lagu yang dikumandangkan dengan berbagai genre ini sangat merdu dan mendayu-dayu. Dengan nada yang sederhana membuat lagu daerah satu ini sangat dikenal oleh masyarakat batak pada khususnya, dari usia anak-anak hingga remaja dapat menyanyikannya.

11. Cikala Le Pong Pong

Lagu ini dinyanyikan secara cepat atau up beat, lagu satu ini biasa didendangkan setiap acara adat maupun acara pemerintah daerah. Lagu ini jarang sekali didengarkan secara umum. Hanya pada saat acara tertentu lagu ini dibawakan oleh sekelompok orang atau paduan suara. Jika diiringi musik cepat, membuat lagu cukup sulit untuk dinyanyikan.

12. Sittogol

Lagu daerah medan yang berasal dari mandailing ini merupakan sebuah lagu dengan tempo yang cepat. Di mana lagu ini memiliki makna mengajak pendengarnya untuk bergembira dan bersuka cita. Lagu ini juga mengajak orang yang mendengarkan lagu ini keluar dari kesusahan hati, yang membuat kehidupan seseorang jadi bersedih, merenungi nasib buruknya.

13. Piso Surit

Satu lagi lagu dari daerah tanah karo, lagu yang bernada pelan dan merintih ini menggambarkan kisah seseorang yang sangat merindukan kekasihnya, yang keberadaannya entah di mana. Lagu daerah ini pun dilantunkan secara turun temurun hingga tak tahu siapa yang menciptakan lagu tersebut, namun masih dinyanyikan oleh para pemuda hingga sekarang.

Lagu daerah medan sangat banyak ragam dan macamnya, namun seluruh masyarakat kota medan sangat menjunjung tinggi apa yang diturunkan oleh nenek moyangnya, hingga lagu daerah tersebut masih dikumandangkan hingga sekarang. Hal ini menandakan betapa cintanya para masyarakat medan untuk melestarikan dan menjunjung tinggi warisan budaya pada masyarakat medan pada khususnya.

Dan sebagai warga yang berasal dari bangsa yang besar ini, haruslah ikut melestarikan budaya. Terlebih lagu daerah asalnya, sebagai salah satu ciri khas tersendiri. Sebagai masyarakat pada umumnya, haruslah berbangga pada apa yang dimiliki oleh bangsa ini. Cintailah budayanya, adatnya dan juga lagu daerah yang menjadi salah satu karakter bangsa Indonesia.

Lagu Daerah Medan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *