Lagu Daerah Maluku Utara

4 min read

lagu daerah maluku utara

Lagu Daerah Maluku Utara – Mungkin tidak banyak orang tahu mengenai lagu daerah Maluku utara. Maluku utara sendiri merupakan provinsi yang terbentuk pada Oktober tahun 1999. Salah satu provinsi di Indonesia ini merupakan salah satu penyumbang terbesar bagi dunia permusikan.

Sebelum terbentuk menjadi provinsi, Maluku utara tergabung dengan provinsi Maluku dan Halmahera tengah. Pada awal terbentuknya provinsi Maluku utara, provinsi ini menempatkan ibukotanya di ternate yang saat itu berlokasi di kaki Gunung Gamalama selama kurang lebih 11 tahun.

Setelah perjalanan provinsi itu yang penuh dengan masa transisi selama 11 tahun, ibukota Maluku utara pindah ke Sofifi dan terletak di pulau Halmahera dimana pulau tersebut merupakan pulau terbesar di provinsi itu.


Beberapa Lagu Daerah Dari Provinsi Maluku Utara

Lagu Daerah Maluku Utara

Provinsi Maluku Utara hanya memiliki 3 lagu saja. Namun makna dan arti lagu tersebut memiliki kisah yang tidak banyak orang lain tahu. Seperti lagu daerah pada umumnya, pastinya lagu daerah Maluku utara memakai bahasa daerah sebagai ciri khas lagu tersebut. Berikut ini ulasannya.

1.  Ngofa Se Dano

Tenge sako toma buku
to hoda kie Tidore
ongo yo lili se reke duka
duka kolano oo oo….

ngofa se dano lupa kie se gam
ma jarita ..
ngofa se dano
lupa adat se budaya

Reff :

ngofa se dano toma kie Tidore
fela lao fela lao sonyinga gosimo
na borero maku sodorifa kefe
fato se eli kie se gam

Mapolu ino marimoi nyinga
maku sodorifa kefe
laha so gado gado
so dorine ena ma jarita
gate kie se gam regu yali
ngofa se dano daera se taloku
sonyinga sonyinga sonyinga
ee ngofa se dano
fela lao fela lao
lila se hanyili
ruku se sadabi
gosimo yo reke duka
ma sabab kie se gam ma cahaya sosira..

Ino fo moro moro
Fa kati nyinga ..
yo sogoliho ..
kie se gam ..
ma cahaya aa ..
toma loa se banari ma doya ..

ngofa se dano toma kie Tidore
fela lao fela lao sonyinga gosimo
na borero maku sodorifa kefe
fato se eli kie se gam
ngofa se dano toma kie Tidore
fela lao fela lao sonyinga gosimo
na borero maku sodorifa kefe
fato se eli kie se gam

Lagu daerah Maluku utara yang pertama adalah Ngofa Se Dano. Bagi para perantau, ketika mendengar intro lagu ini maka akan langsung mengingat keindahan Maluku Utara. Musik sederhana yang tercipta di lagu ini akan membawa suasana kerinduan dan haru pada siapapun yang mendengarnya.

Lagu ini tercipta berdasarkan kisah seorang perantau yang begitu merindukan kampung halamannya. Perantau itu menuliskan kisahnya dan menceritakan bagaimana pulau tempatnya tinggal sangatlah indah hingga orang-orang banyak yang berdatangan ke pulaunya. Lagu Ngofa Se Dano merupakan lagu kesukaan semua putra Maluku utara yang melakukan perantauan sebagai bentuk ungkapan perasaan.

2. Moloku Kie Raha

Maronga.. lamo Ternate… Ternate….

Moloku kie raha,
Yoma fato fato, ternate bacan
Tidore,sejailolo marimoi ngone futuru
Maronga.. lamo Ternate… Ternate….
Wosa mote daisa…….
Filonga ifati ngara…….
Wosa mota daie
Maitara ijaga ngara

Wosa mote daku tara
Kie hiri malilili

Sebagamsito…..
Hida bubane Ternate

Wosa mote daku tara
Kie hiri malililiSebagamsito…..
Hida bubane Ternate
Jangfoloiiii……..

Lagu daerah yang satu ini memiliki musik ceria dan juga dapat membangkitkan suasana. Dalam tradisi Maluku Utara, lagu ini merupakan filosofi kesatuan antar suku di Maluku Utara. Filosofi ini kental dengan tradisi kelisanan yang dimiliki oleh masyarakat Maluku utara. Beragamnya filosofi yang dimiliki provinsi ini berkaitan dengan banyaknya cara pandang masyarakat mengenai konsep ketuhanan beserta alamnya.

Di Maluku Utara sendiri sudah memiliki keberagaman dalam agama. Hal ini dibuktikan dengan adanya persatuan di dalam lagu daerah dengan membawa konsep ketuhanan yang beragam di dalamnya. Di Maluku Utara, terdapat empat daerah yang terhubung dengan sebuah tradisi kesultanan yang erat sehingga dapat bersatu hingga saat ini.

3. Borero

Ora talu kiyema dorari suba
Borero kira mote karema linga
Bao gosa sonyinga ma bicara
Ora talu wosa lupa badan fira
Borero to sinyinga ima fira
Kiye gulu gosa badan ma singsara
Gate ifa la to sone bato
Biar to sone to sonyinga borero

Lagu daerah Maluku yang terakhir adalah Borero. Lagu ini sudah mengambil konsep modern. Terbukti dengan instrumen lagunya yang sudah memakai alat musik seperti keyboard dan gitar. Intronya yang mengalun lembut mengingatkan pendengarnya kepada hamparan laut indah yang mengelilingi provinsi utara. Lagu ini berkisah tentang seseorang yang sangat merindukan kekasihnya hingga mengirimkan doa selalu melewati Tuhan.

Kedua sepasang kekasih itu terpisah oleh jarak dimana gunung merupakan pemisahnya. Sang lelaki yang begitu merindukan kekasihnya merasa sangat ingin mati menahan rindu dan ingin bertemu kekasihnya meskipun hanya lewat mimpi. Lagu ini biasanya akan dinyanyikan di acara pernikahan di Maluku utara dan biasanya akan dinyanyikan oleh pihak laki-laki teruntuk sang istri yang dicintainya.

Baca Juga: Lagu Daerah Madura


Instrumen Untuk Mengiringi Lagu Daerah Maluku utara

Lagu Daerah Maluku Utara

Di dalam sebuah lagu daerah tentunya pasti memiliki ciri khas tersendiri yang dapat mempengaruhi unsur lagu tersebut. Di Maluku Utara sendiri terdapat 6 alat musik yang sering dibawakan ketika acara adat tiba. Alat-alat musik dibawah ini merupakan alat musik yang sudah lumayan lama dipakai oleh para tetua adat di Maluku utara sebagai pengiring lagu daerah. Berikut ini ulasannya :

Baca Juga: Lagu Daerah Sumatera Selatan

1. Arababu

Alat musik yang satu ini sejenis dengan rebab yang merupakan alat musik tradisional yang ada di Maluku Utara. Keberadaannya sudah mulai terkikis dengan adanya alat musik modern. Namun sebagian masyarakat masih memakainya untuk acara adat sebagai penghormatan terhadap leluhur dan juga menghargai peninggalan adat ini. 

2. Ukulele

Alat musik yang mirip dengan gitar kecil ini juga lahir dari Maluku utara. Pada abad 15, ukulele mulai masuk ke Maluku Utara dan mempengaruhi gaya musiknya. Meskipun sudah tersingkirkan dengan alat musik modern yang menggunakan listrik, namun ukulele masih dipakai ketika terdapat acara keagamaan yang mengharuskan musik yang halus dan sederhana.

3. Idiokardo

Alat musik satu ini merupakan siter khas Maluku Utara. Suaranya yang khas berasal dari dawai di bagian tengah badan kayu alat ini. alat musik ini sudah jarang dimainkan dan biasanya hanyalah para tetua adat lah yang memakai alat musik ini sebagai pengiring acara adat khas Provinsi Maluku Utara.

4. Suling Melintang

Suling merupakan alat musik yang hampir dimiliki oleh semua daerah di Indonesia. Di Maluku utara, alat ini bukan hanya sebagai pengiring namun juga sebagai simbol kesatuan musik daerah di Maluku utara. Alunan suling yang sangat khas dan terdengar klasik mampu menghidupkan lagu daerah yang sedang dimainkan. Alat musik klasik ini juga dimainkan oleh 1 sampai 4 orang sebagai pengiring lagu saat sedang mengadakan acara adat di Maluku Utara.

5. Tahuri/Korno

Alat musik satu ini terbuat dari cangkang kerang sebagai simbol penghormatan terhadap laut yang mengelilingi Maluku Utara. Alat musik ini memiliki ciri khas suara yang indah meskipun bentuknya sangatlah kecil. Bentuk alat musik ini hampir serupa dengan terompet yang besar namun suara yang dihasilkan lebih indah dan bernada rendah.

Tahuri ini dipakai sebagai alat komunikasi pemberitahuan berkumpul untuk masyarakat. Tahuri memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan nada sebagai tanda untuk beberapa situasi yang berbeda. Cara membuat alat musik ini dengan cara melubangi cangkang kerang dengan menggunakan bor dan ditiup berulang agar dapat terdengar hasil suara dari cangkang.

6. Tifa Totoboang

Alat musik khas daerah Maluku utara yang terakhir adalah tifa totoboang. Alat musik ini digunakan dengan cara dipukul seperti drum. Tifa ini terdapat dua jenis yaitu tifa besar dan tifa kecil. Perbedaannya terletak dari cara menabuhnya. Jika tifa besar menggunakan alat bantu dari kayu untuk menabuhnya, sedangkan tifa kecil hanya perlu ditabuh dengan tangan.

Dalam eksistensinya di dunia permusikan, tentunya tifa sangat sering dipakai sebagai pengganti drum. Hal itu dikarenakan tifa merupakan alat khusus yang selalu ada di setiap acara adat Maluku utara. Maluku Utara masih memegang teguh ketradisionalan alat musiknya sehingga banyak lagu daerah Maluku utara yang tetap terdengar dengan iringan suara alat musik tradisional.

Itulah beberapa macam lagu daerah Maluku utara beserta alat musik yang menjadi instrumen tradisional lagu daerah di Maluku Utara. Di Maluku Utara akan mudah ditemukan berbagai macam acara adat yang masih kental kaitannya dengan leluhur dan juga ideologi ketuhanan. Dengan mengadakan acara tersebut yang dilengkapi iringan musik dan lagu daerah maka akan dianggap sebagai penghormatan terhadap leluhur.

Lagu Daerah Maluku Utara