Lagu Daerah Lampung – Lampung merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan budaya dan kesenian yang dimiliki. Salah satunya ada pada lagu-lagu daerah Lampung yang syarat akan makna.

Kebudayaan Indonesia memang banyak jika tidak dilestarikan maka kebudayaan ini hanya akan menjadi sejarah bagi generasi mendatang. Maka tak ada salahnya mengenal lebih dekat dengan lagu daerah Lampung khususnya dan kebudayaan yang ada di Indonesia lainnya.


Pentingnya Belajar Lagu Daerah Sejak Dini

Lagu Daerah Lampung

Setiap lagu memiliki pesan positif tersendiri, oleh karena itu belajar tidak hanya bagi orang dewasa saja, mengenal lagu daerah sejak masa kanak-kanak memiliki efek yang baik. Pertama anak akan lebih dekat degan ragam budaya Indonesia.

Sembari mendengarkan lagu daerah orang tua bisa menjelaskan makna yang terkandung dalam syair lagu. Mendengarkan lagu sejak kecil akan membentuk wawasan musikalitas anak dan menumbuhkan rasa percaya diri saat bernyanyi. Bahkan belajar musik juga bisa meningkatkan kecerdasan emosi anak.


Macam-Macam Lagu Daerah Lampung dan Maknanya

Lagu Daerah Lampung

Indonesia memang terdiri dari banyak suku dan pastinya tiap suku memiliki lagu daerahnya masing-masing dengan makna tersendiri. Seperti Lagu lagu lampung ini menceritakan mengenai budaya Lampung yang beranekaragam dan ada kebaikan yang diperoleh saat mempelajarinya. Berikut ini daftar lagu daerah Lampung :

1. Lagu Ceggat Agung

Sesat agung sai wawai
Talo butabuh takhi cangget
Gawi adat tanno tegow
cakak pepadun

Adat budayo Lampung
Nayah temon ragom wawai no
Jepana, gerudo no
rata sebatin

Cangget agung 2x
Muli batangan
Dilom kutomaro 2x
Mejeng busanding

Gawi adat lampung 2x
Jak zaman tohow
Lapah kham jamo-jamo
Ngelestariko adat lampung

Sejarah dibalik lagu dengan judul Ceggat agung ini sebenarnya bukan nama lagu asli. Namun judul lagu ini merupakan nama jenis tarian dari Lampung. Tarian yang biasanya dipertontonkan saat ada acara tertentu. Lirik lagu Ceggat Agung diciptakan oleh tokoh bernama Syaiful Anwar.

Lagu yang memiliki nada dan lirik mudah dihafalkan sehingga lagu ini cukup digemari masyarakat Lampung. Adapun makna yang terkandung di dalam lagu ini menceritakan adat Lampung yang sudah ada sejak zaman dahulu.
Kebudayaan maupun adat tersebut telah diturunkan secara turun temurun oleh nenek moyang mereka.

Pesan dari lagu ini mengingatkan bahwa generasi muda harus selalu menjaga agar warisan budaya. Dimana terdapat sepenggal liriknya ‘Adat budayo lampung, nayah temmen ragem wawaino’, pada lirik tersebut memiliki arti bahwa kebudayaan Lampung beranekaragam dan banyak kebaikan yang bisa diambil dari disana.

Pada bagian akhir lagu ini memiliki lirik dengan arti, kita (masyarakat) bersama-sama untuk melestarikan adat budaya Lampung. Sehingga lagu ini menunjukkan makna agar masyarakat khususnya generasi muda menjaga kelestarian adat budaya Lampung.

2. Lagu Sang Bumi Ruwa Jurai

Jak ujung Danau Ranau
Teliu di Way Kanan
Sampai pantai lawok jaoh
Pesisir rik Pepadun
Jadi sai delom lambang
Lampung sai kaya-raya
Kik ram aga burasan
Hujau ni pemandangan
Kupi lada di pematang
Api lagi cengkeh ni
Telambun beruntaian
Tanda ni kemakmuran

Lampung sai…
Sang bumi ruwa jurai 2x

Cangget bara bulaku
Sembah jama saibatin
Sina gawi adat sikam
Manjau rik sebambangan
Tari ragot rik melinting
Ciri ni ulun Lampung

Lampung sai…
Sang bumi ruwa jurai 2x

Pencipta lagu Ceggat agung dan Sang Bumi Ruwa Jurai adalah satu orang yang sama yaitu Syaiful Anwar. Lagu ini sangat populer bagi masyarakat Lampung. Makna dari lagu ini menceritakan bahwa daerah Lampung terdapat dua bagian yaitu masyarakat Saibatin dan Pepaduan. Pada salah satu tafsir lain mengenai lagu ini menyebutkan adanya suku alias penduduk asli Lampung dan suku pendatang.

Perlu diketahui bagi masyarakat diluar daerah lampung. Masyarakat saibatin atau masyarakat pesisir pantai Lampung ini berada di wilayah Lampung Timur, Selatan, Bandar Lampung, Tanggamus dan Lampung Barat. Sedangkan masyarakat pepaduan adalah adalah masyarakat yang mendiami daerah pedalaman hingga daerah daratan tinggi Lampung. Jika menilik dari sejarahnya, masyarakat perpaduan ini berkembang didaerah Way nan, Way seputih dan Abung.

Sudah tak perlu kaget lagi, jika Lampung telah menjadi lokasi paling stategis untuk para transmigran yang akan singgah ke pulau Jawa. Sehingga ada penafsiran yang lain mengenai lagu ini, dimana disebutkan ada dua kelompok di Lampung yaitu kelompok suku asli dan pendatang. Itulah kenapa pesan dalam lagu ini menginginkan kedua komponen tersebut agar disatukan.

Hal tersebut tertuang dalam makna kalimat Sang Bumi Ruwa Jurai. Selain itu pada lagu ini juga menceritakan berbagai hasil alam dari Lampung itu sendiri. Seperti kopi, lada dan cengkeh dengan segala simbol kemakmuran Lampung.

3. Lagu Sebik Dilom Hati

Sebik dilom hati
Cipt. Syaiful Anwar

Jak khani manom
Sampai pagi khani
Nyak mak dapok pedom
Tebista diniku

Ku tunggu-tunggu bang
Khani demi khani
Kidang api daya mak ngidok gunani

Aduh sayang, aduh sayang
Aduh sayang, aduh sayang

Andahni sakik hati mu busuya
Dang jadi laju kham pulipang tega
Sayang di niku bang, mak ngidok bandingan
Kidang niku pagun sebik di lom hafi

Aduh sayang, aduh sayang
Aduh sayang, aduh sayang

Lagu ini ditulis oleh Syaiful Anwar Sebik Dilom Hati atrinya dalah sedih didalam hati. Dalam lagu ini mengisahkan penantian seorang kekasih yang tak kunjung datang dan tak jelas dimana keberadaannya. Lagu ini telah didaftarkan untuk memperoleh International Standart Music Number (ISMN).

4. Lagu Daerah Bumi Lampung

Sangun kak jak zaman ho
Lampung ghadu dikenal
Hasilno kupi lado
Jadi idaman kaum modal
Wawai pemandangannyo
Jak pinggegh Teluk Lampung
Pek ulun besoko-soko
Lamun gham di nggak gunung

Sang Bumi Ghuwa Jughai
Eno lambang sai agung
Lapah gham jamo-jamo
Guwai ngebangun bumi Lampung

Sang Bumi Ghuwa Jughai
Eno lambang sai agung
Lapah gham jamo-jamo
Guwai ngebangun bumi Lampung

Berdasarkan judul nya ini menunjukkan bahwa lagu ini memang berasal dari Lampung. Lagu ini memuat sebuah cerita bahwa lampung memiliki kekayaan alam yang melimpah, berupa kopi dan lada. Selain itu pada lagu ini juga menceritakan bahwa Lampung memiliki keindahan pemandangan alamnya.

Lagu ini ditulis oleh H. Raja Sangun. Pada salah satu penggalan lirik lagu ini yaitu Lapah Gham Jarno-jarno Guwai Ngebangun Bumi Lampung termuat pesan bahwa ayo (masyarakat Lampung) agar bersama-sama membangun bumi Lampung.

5. Lagu Teluk Lampung

Jak teluk sampai panjang
lamun tengah debingi
lampu sinagh menyinagh
sehelau pumandangan

lamun kak ghani minggu
nayah ulun sai guk san
bak haga nyari judu
di saksiko lautan

ghang laya helau ghulus
nutuk pinggegh lautan
Ngiwi bubaghis lughus
sehelau pumandangan

lamun jak sana misan
nyak haga nyita mulang
nutuk ghik pumandangan
sayup mata gham mandang

Lagu ini diciptkan oleh M. Noya. Sebuah lagu dengan judul teluk lampung ini mencerminkan sebuah keindahan tanah Lampung. Lagu ini biasanya dinyanyikan saat acara pernikahan, acara adat hingga acara di lembaga pemerintahan.

Lagu ini menceritakan bahwa Lampung memiliki teluk yang indah terutama saat sore menjelang. Bahkan lagu ini masuk kategori lagu yang diakui oleh Internasional dalam festival Korean World Travel di Korea Selatan Tahun 2018 Silam.

6.Lagu Tanoh Lado Lampung

Jak Ranau Tigoh Di Teladas
Jak Palas Munggah Mit Bengkunat
Gunung Rimba Tiuh Pumatang
Pulau-Pulau Di  Laok Lepas

Bumiku Tanoh Lampung Kulawi
Panjak Wah-Wah Di Nusantara
Tani Tukun Sangun Jak Jebi
Tanoh Lampung Tanoh Lado

Meregai Buai Rik Bahasa
Nayah Sina Tanda Ram Kaya
Adat Rik Budaya
Suratni Kaganga
Jadi Warisan Jama-Jama

Tabikpun Jama Sai Tuha Raja
Penyimbang Sebatin Semerga
Salah Rik Cempala Tian Sai Ngura-Ngura
Kilu Tawai Sikam Kiluyang

Bumiku Tanoh Lampung Kulawi
Panjak Wah-Wah Di Nusantara
Tani Tukun Sangun Jak Jebi
Tanoh Lampung Tanoh Lado

Pada lagu ini dikisahkan keindahan tanah Lampung. Lagu ini dipopulerkan oleh Andy Ahmad walaupun sebenarnya diciptakan oleh Fath Syahbudin. Pada lagu ini dikisahkan betapa indah tanah Lampung dengan berbagai hasil alam yang melimpah. Lampung memang terkenal akan kelimpahanya hasil alam yaitu Lada Hitam. Lagu ini biasanya dibawakan saat acara pernikahan dan acara penting lainnya.

7. Lagu Seminung

Seminung di kala dibi
Cahyani kuning gegoh emas
Cukutni hampaghan mata
Tebingni ngejutko hati

Manuk-manuk behamboghan
Dija dudi ghagom bepantun
Ngeghasako angin Seminung
Ceghita jak zaman saka
Reff.
Segala huma di zaman timbai
Tanom tumbuh tuwoh mak buhantagha
Seminung sikop dilingkaghi wai
Kughnia Tuhan Mahakuasa

Lagu daerah Lampung dengan judul Seminung ini terinspirasi dari nama gunung yang ada di Lampung. Gunung Seminung sendiri dikelilingi oleh danau yang oleh warga sekitar diberi nama danau Ranau. Lagu ini menceritakan keindahan gunung Seminung itu sendiri.

8. Bintang Pak Bintang Lemo

Bintang pak bintang lemo
Wat moneh bintang malih
Najin pka njain lemo
Najin pak najin lemoo
Niku sai di lem pilih

Pegagou dilem kebun
Mak pahek anou kedei
Kehagou diakuk ulun
Kehagou diakuk ulun
Mka sakik atei kedei

Kebau pitew
Burung daro dua belas
Sesau ngeikew
Lamen niat gham tobas

Bintang pak bintang lemo
Wat moneh bintang malih
Najin pak najin lemo
Najin pka njain lemo
Niku sai di lem pilih

Lagu ini telah memperoleh International Standart Music Number (ISMN). Lagu ini tidak diketahui siapa dulu penciptanya namun telah menjadi lagu daerah di Lampung.

9. Lagu Panyandangan

Mak ngedok sai umpama
Biti sakik ni badan
Tanjokh tuhun didunia
Ke kheji punyandangan

Lain muneh busuya
Bagian anjak Tuhan
Kidang wi ana do ya
Sakik ni punyandangan

Lah lawi api daya
Biduk lebon kayuhan
Lah lawi api daya
Biduk lebon kayuhan

Asing iluk khik cakha
Asing iluk khik cakha
Payas nyapai tujuan

Kidang yu payu khiya
Nyak nunggu kemukhahan
Sabah dalih budu’a
Kekalau kedolokhan

Lagu ini populer dikalangan masyarakat Lampung. Arti bahasa indonesia judul lagu ini adalah Nasib diri. Pada lagu ini dikisahkan seorang yang bernasib malang namun ia tetap menerima dan menjalani kehidupannya. Lagu Panyandangan yang sering dibawakan pada upacara adat hingga sekedar acara hiburan.

10. Lagu Sang Bumi Ghuwai Jughai

Jak ujung Danau Ranau
Teliu di Way Kanan
Sampai pantai lawok jaoh
Pesisir rik Pepadun
Jadi sai delom lambang
Lampung sai kaya-raya
Kik ram aga burasan
Hujau ni pemandangan
Kupi lada di pematang
Api lagi cengkeh ni
Telambun beruntaian
Tanda ni kemakmuran

Lampung sai…
Sang bumi ruwa jurai 2x

Cangget bara bulaku
Sembah jama saibatin
Sina gawi adat sikam
Manjau rik sebambangan
Tari ragot rik melinting
Ciri ni ulun Lampung

Lampung sai…
Sang bumi ruwa jurai 2x

Hampir sama dengan lagu Bumi lampung. Lagu ini menceritakan akan kekayaan lampung dengan melimpahnya hasil alam berupa cengkeh, kopi dan Lada. Lagu sang Bumi Ghuwai Jughai diciptakan oleh Novan Adi Putra Saliwa.

11. Lagu Lipang Lipandang

Jak ujung Danau Ranau
Teliu di Way Kanan
Sampai pantai lawok jaoh
Pesisir rik Pepadun
Jadi sai delom lambang
Lampung sai kaya-raya
Kik ram aga burasan
Hujau ni pemandangan
Kupi lada di pematang
Api lagi cengkeh ni
Telambun beruntaian
Tanda ni kemakmuran

Lampung sai…
Sang bumi ruwa jurai 2x

Cangget bara bulaku
Sembah jama saibatin
Sina gawi adat sikam
Manjau rik sebambangan
Tari ragot rik melinting
Ciri ni ulun Lampung

Lampung sai…
Sang bumi ruwa jurai 2x

Lagu ini berbeda dengan lagu Lampung lainnya. Pada lagu Lipang Lipandang meggunakan sajak puisi lama dan pantun. Makna dalam lagu ini sendiri bercerita tentang percintaan yang dikisahkan bahwa ada seorang bujangan ditinggal kekasihnya.

Pada lagu ini menyimpan pesan bahwa setelah terjadi perpisahan, maka jadilah orang yang lebih selektif dalam memilih pasangan atau kekasih hati. Perpisahan harus menjadi pelajaran dan tidak terulang lagi bahkan jangan sampai merasakan sakit hati untuk yang kedua kalinya.

12. Lagu Anak Tupai

Ado sekor anok tupai atah julai mokte
kudung ekor perut lapar jalan cari makan

Kejadian tuhan dipanggil nama tupai
asalnya dale hutan sejenis mamalia

Kalu pasal jakit kok dehe dialah yg paling pandai
jatuh jare jare kerana dia tak sobar

Pandai pandai tupai melompat jatuh tanah jugok
tak wi gambar ore jahat jale telajok mangok

Ore jame ritu pakat hambat tupai
bimbe ko woh kayu takuk tokdan besar

Nyor derian duku kalu dan nye kerit tupai
pendek tahun tu nyor derian takdan nak jual

Ore sekepung tupai sekor berambat hari hari
nya pakat likung nya pakat pekong tupai takleh lagi

Sakat bedil ado tupai habih mati
hok ni lah saya raso kita sangat rugi

Kita manusio tinggi mana pun kita ngaji
nak wat tupai sekor tentu sekali nya tak jadi

Loni kapung atau bandar jare buleh tgk
bapok tupai ibu tupai jale bawak anok

Rasa kesian sungguh tgk sekor ke anok tupai
kerana telajok kuruh sapa tokleh nak niti pagar

Bulu bulu pun habih luruh air mato bederai derai
mari dale baruh bekali kena racun tebaka

Ado sekor anok tupai atah julai mokte
kudung ekor perut lapar jalan cari makan

Lagu ini memang bercerita tentang tupai seperti yang nampak jelas pada judulnya. Dan menyelipkan peribahasa yang sudah begitu familiar di telinga masyarakat indonesia. Bahwa sepandai-pandainya orang menutupi keburukannya suatu saat akan ketahuan juga.

Demikian itu paparan mengenai manfaat saat mempelajari lagu daerah dan beberapa deretan lagu daerah Lampung yang semoga bisa menambah wawasan. Dan sebagai warga Indonesia lebih menghargai, menjaga dan melestarikan budaya Indonesia khususnya lagu daerah yang penuh makna positif.

Lagu Daerah Lampung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like