Lagu Daerah Kalimantan Barat

5 min read

lagu daerah kalimantan barat

Lagu Daerah Kalimantan Barat – Kalimantan Barat, salah satu satu provinsi yang letak tepat berada di Pulau Kalimantan. Provinsi Kalimantan Barat memiliki ibu kota yang bernama Kota Pontianak. Kalimantan Barat saat ini dijuluki dengan sebutan provinsi yang memiliki seribu sungai. Hal itu dikarenakan di provinsi ini banyak sekali terdapat sungai besar maupun sungai kecil. Selain itu, Kalimantan Barat juga memiliki berbagai kebudayaan contohnya lagu daerah Kalimantan Barat serta kesenian lainnya.

Kalimantan Barat di dominasi penduduk yang bersuku Dayak, selain itu juga ada suku Melayu, Bugis, Jawa dan lain lain. Provinsi Kalimantan Barat mendapat julukan Seribu Sungai karena daerah ini masih menggunakan transportasi air sebagai kendaraan utama. Namun transportasi darat juga banyak digunakan untuk menghubungkan antar kecamatannya.

Lagu daerah Kalimantan cukup beragam banyaknya. Selain itu juga Provinsi Kalimantan Barat ini memiliki banyak sekali jenis alat musik tradisionalnya. Maka dari itu, artikel kali ini akan membahas tentang lagu daerah Kalimantan Barat berserta fungsi, makna lagu, serta alat musiknya.


Alat Musik Tradisional Kalimantan Barat

Lagu Daerah Kalimantan Barat

Sebelum mengetahui berbagai hal menarik lainnya pada lagu daerah Kalimantan Barat, pembaca juga harus mengetahui alat musik apa yang biasanya digunakan untuk mengiringi lagu-lagu tersebut. Berikut dibawah ini adalah beberapa contoh alat musik yang berasal dari daerah Provinsi Kalimantan Barat.

1. Kadire/Kedire

Alat musik yang bernama Kadire ini berasal dari daerah Kapuas Hulu. Terbuat dari bambu dan cara memainkannya adalah dengan dihisap dan ditiup. Kedire ini juga diketahui menghasilkan nada yang bersifat pentatonik. Biasanya alat musik ini digunakan untuk mengiringi lagu daerah, tarian daerah maupun upacara adat daerah setempat. Kedire ini juga disebut Korondek ataupun Keledik oleh masyarakat oleh masyarakat yang ada di Rumpun Uut Danum.

2. Agugnk/Gong

Alat musik ini termasuk kedalam alat musik instrumen perkusi yang bahan bakunya terbuat dari bahan logam. Cara memainkannya adalah dengan di pukul menggunakan sebuah stik yang didukungnya telah dipasangi karet. Agugnk ini juga merupakan alat musik yang multifungsi, dapat dijadikan mahar pernikahan sampai alat pembayaran adat Dayak.

3. Kangkuang

Kangkuang merupakan salah satu alat musik yang ada di suku Dayak Banuaka tepatnya yang bermukim di daerah Kapuas Hulu. Terbuat dari sebuah kayu yang tengahnya dilubangi lalu dihiasi dengan ukiran-ukiran yang khas. Ukiran-ukiran tersebut adalah ukiran-ukiran yang sudah sangat menjadi ciri khas di Kalimantan Barat. Alat musik ini digolongkan pada alat musik perkusi.

4. Kurating

Kurating dibuat dengan bentuk menyerupai bentuk jantung pisang yang masih muda. Bagian ujungnya dibuat mengerucut namun tetap tumpul dan bagian atasnya untuk mengatur senarnya. Kurating ini hampir sama fungsinya dengan gitar atau sejenisnya. Cara dimainkan pun sama dengan gitar pada umumnya, yaitu dengan dipetik untuk menghasilkan nada tertentu yang diinginkan.

5. Sape

Sape juga disebut dengan sebutan gitar dayak, dan cara memainkannya pun sama seperti memainkan gitar pada umumnya. Panjang Sape ini dapat mencapai satu meteran, sehingga cukup sulit untuk dimainkan oleh orang dewasa sekalipun. Bahan utama pembuatannya adalah kayu, semakin kuat kayu dan semakin banyak jumlah uratnya maka akan semakin bagus suara yang dihasilkan.

6. Sollokanong

Alat musik satu ini juga dikenal dengan sebutan Kenang. Terbuat dari bahan utama logam atau kayu dan cara memainkannya dengan dipukul. Sollokanong ini dimainkan dengan cara berkelompok yang beranggotakan 2-3 orang. Alat musik ini juga dimainkan sepaket dengan gong, gendang ataupun alat musik lainnya. Biasanya, sebelum pertunjukan permainan kenang dimulai, akan dimulakan dengan pantun terlebih dahulu.

Baca Juga: Lagu Daerah Jambi


Lagu Daerah Kalimantan Barat

Lagu Daerah Kalimantan Barat

Kalimantan Barat memiliki berbagai kesenian, termasuk juga lagu daerahnya. Dibawah ini adalah beberapa contoh lagu daerah Kalimantan Barat lengkap dengan makna lagunya.

Baca Juga: Lagu Daerah Makassar

1. Cik Cik Periuk

Cik cik periuk bilanga sumping dari jawe
Datang nek kecibook bawa kepiting dua ekook
Cik cik periuk bilanga sumping dari jawe

Datang nek kecibook bawa kepiting dua ekook
Cak bur dalam bilanga picak iddung gigi rongak
Sape kitawa dolok dipancung raja tunggal

Lagu ini merupakan salah satu lagu asal Kalimantan Barat yang paling terkenal di Indonesia. Cik Cik Periuk ini tidak diketahui siapa pencipta alias anonim.

Arti dari lirik lagu ini adalah menceritakan tentang kehidupan masa lalu masyarakat Kambas. Lebih jelasnya, lagu ini menceritakan tentang kedatangan masyarakat Jawa ke daerah Kambas. Namun sayangnya tidak ada petunjuk waktu apapun di dalam lagu ini, sehingga tidak dapat diketahui kapan lagu ini dibuat.

Gambaran masyarakat Jawa disini adalah dengan kata “Periuk” . Selain itu juga terdapat kata “Sumping” dalam lirik lagu tersebut. Hal itu dianggap bahwa kebudayaan yang datang dari luar Kalimantan dianggap merusak kebudayaan setempat karena bertentangan dengan nilai yang dianut mereka.

2. Ca Uncang

Ca’ uncang burung ca’ uncang
Ape diuncang dalam timpurung
Anak dare supankan bujang
Catcak ke dapour mencium puntong

Ka’ uteh ka’ uning usah na’ supan
Meliat bang itam datang na’ minang
si ade’ nang labak kana’ jalingan
si ade’ nang bussu tawa’ dikulum

Ca’ uncang burung ca’ uncang
Ape diuncang dalam timpurung
Anak dare supankan bujang

Catcak ke dapour mencium puntong

Ca Uncang merupakan lagu daerah Kalimantan Barat yang berisi tentang syair dan pantun. Pada lagu ini juga diketahui menceritakan tentang kehidupan sepasang remaja. Dimana si remaja perempuan bersikap malu-malu saat bertemu dengan remaja laki-laki.

Banyak sekali orang-orang yang mengartikan lagu ini kedalam bahasa daerah lain. Hal itu bertujuan untuk memperkenalkan lagu ini ke masyarakat luas. Selain itu juga menunjukkan bahwa Indonesia ini adalah negara yang kaya akan berbagai kebudayaan termasuk bahasa.

3. Alok Galing

Alok galing lasong laban
Numbok amping bekawan-kawan
Alok galing lasong lasong laban
Numbok amping di terang bulan

Bille padi dah kuning nak masak
Ramailah urang di dese e e
Iye dih kawan musimnye nak dare
Rioh sidare ngamping

Alok galing lasong laban
Numbok amping bekawan-kawan
Alok galing lasong lasong laban
Numbok amping di terang bulan

Ape nang ditumbok long
Ape nang ditampek
Ape nang ditumbok long
Ape nang ditampek

Baras sigantang
Banyak antahnya
Timak burung
Antah sari
Timak burung
Antah sari

Jurailah-jurai long
Daon lah mangkeku
Jurailah-jurai long
Daon lah mangkeku
Daon lah rimbun
Luroh ke tanah
Timang burung
Antah sari
Timang burung
Antah sari

Alok galing lasong laban
Numbok amping bekawan-kawan
Alok galing lasong lasong laban
Numbok amping di terang bulan

Ape nang ditumbok long
Ape nang ditampek
Ape nang ditumbok long
Ape nang ditampek

Baras sigantang
Banyak antahnya
Timak burung
Antah sari
Timak burung
Antah sari

Uwaklah-uwai long
Uwaklah-uwai long
Raselah hatiku
Meliet adek makai silendang
Timak burung
Antah sari
Timak burung
Antah sari

Alok galing lasong laban
Numbok amping bekawan-kawan
Alok galing lasong lasong laban
Numbok amping di terang bulan

Alok galing lasong laban
Numbok amping bekawan-kawan
Alok galing lasong lasong laban
Numbok amping di terang bulan

Alok galing lasong laban
Numbok amping bekawan-kawan
Alok galing lasong lasong laban
Numbok amping di terang bulan

Lagu ini menceritakan tentang suka cinta masyarakat Sambas saat sudah mencapai musim panen. Pada lagu ini diceritakan tentang perayaan yang dilakukan masyarakat setempat dalam menyambut musim panen.

Selain itu, lagu ini juga dijadikan musik latar tarian yang berjudul sama. Biasanya tarian ini ditarikan oleh para wanita yang memperagakan menumbuk padi pada lesung. Dalam lagu ini juga masyarakat Sambas menunjukkan kebiasaan gotong royong masyarakat Sambas.

Pada saat musim panen hampir semua orang turun ke sawah untuk memanen padi meskipun mereka bukan petani padi. Sikap gotong royong seperti itulah yang sangat dibanggakan oleh masyarakat Sambas. Serta sikap itu juga yang harus dilestarikan oleh seluruh lapisan masyarakat.

4. Aek Kapuas

Hei sampan laju
Sampan laju dari ilir sampai ke ulu
Sungai Kapuas
Sunggoh panjang dari dolo’ membelah kote
Hei tak disangke
Tak disangke dolo’ utan menjadi kote
Ramai pendudoknye
Pontianak name kotenye
Sungai Kapuas punye cerite
Bile kite minom ae’nye
Biar pon pegi jauh ke mane
Sunggoh susah na’ ngelupakannye
Hei Kapuas
Hei Kapuas

Seperti yang sudah di sebutkan diatas, Kalimantan Barat dikenal dengan sebutan Seribu Sungai. Pada lagu ini juga dibahas tentang sungai besar yang ada di provinsi Kalimantan Barat ini, yaitu sungai Kapuas.

Lagu ini diceritakan bahwa jika seseorang telah meminum air dari sungai Kapuas, makan orang tersebut tidak akan melupakan Pontianak. Sungai Kapuas sendiri termasuk salah satu sungai terpanjang yang ada di dunia. Tentunya hal itu membuat jadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kalimantan Barat.

5. Kapal Belon

Ya kapal, ya kapal belon

Kapal belon nuju ke sabong

Ya kapal, ya kapal belon

Kapal belon nuju ke sabong

Apelah muatan

Jeluttung, gattah jeluttung

Apelah muatan

Jeluttung, gattah jeluttung

Ya baju, ya baju merah

Baju merah silendang gadung

Ya baju, ya baju merah

Baju merah silendang gadung

Sodah nak suke mirah

Tanah-tanah napsu di gantong

Sodah nak suke mirah

Tanah-tanah napsu di gantong

Sari borneo, namenye kapal

Masuk sambas silalu sakau

Sari borneo, namenye kapal

Masuk sambas silalu sakau

Nahkodenye indak kerakang

Tahukan batu maseh di badap

(Tahukan laut kallak batu maseh di badap)

Sultan sambas suloh lah negri

Gekmarek jaman udah bepasan

Sultan sambas suloh lah negri

Gekmarek jaman udah bepasan

Jage lah anak binni

Mun dak dijage di makan jaman

(Mun dak dijage di makan jaman)

  

(Jage lah anak binni kallak di makan jaman)

Sultan sambas suloh lah negri

Gekmarek jaman udah bepasan

Sultan sambas suloh lah negri

Gekmarek jaman udah bepasan

Jage lah anak binni

Mun dak dijage di makan jaman

(Jage lah anak binni kallak di makan jaman)

(Jage lah anak binni kallak di makan jaman)

Lagu ini menceritakan tentang salah satu sejarah yang ada di provinsi Kalimantan Barat. Sejarah yang diceritakan adalah sejarah tentang kapal Belon ini sendiri. Kapal Belon dahulu terkenal dengan sebutan kapal Sari Borneo yang merupakan kapal kepemilikan Inggris yang digunakan untuk mengangkut sumber daya alam.

Lagu ini juga memberikan beberapa nilai moral yang dapat diterapkan oleh masyarakat pada saat ini. Salah satunya adalah pesan untuk terus melestarikan budaya lokal agak tidak bilang karena arus globalisasi.

Indonesia kaya akan berbagai macam kebudayaan termasuk juga lagu daerah-daerahnya. Maka dari itu, sebagai orang Indonesia sudah seharusnya kita menjaga kebudayaan tersebut.

Itulah informasi tentang lagu daerah Kalimantan Barat, semoga artikel ini dapat menambah wawasan. Selain itu juga semoga juga dapat menambah rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri.

Lagu Daerah Kalimantan Barat 

Lagu Daerah Palembang

Vera Apriani
5 min read

Lagu Daerah Maluku

Vera Apriani
5 min read

Lagu Daerah Lampung

Vera Apriani
7 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *