Lagu Daerah Jakarta

5 min read

lagu daerah jakarta

Lagu Daerah Jakarta – Jakarta, kota metropolitan ini adalah Ibukota Negara Indonesia dengan menyandang status setingkat provinsi. Terkenal dengan segala kemajuannya, baik di bidang industri maupun politik, Jakarta memang menjadi kunci perekonomian.

Namun, di balik segala ke modernisasinya, Jakarta tetap memiliki produk budaya asli. Salah satunya lagu daerah Jakarta yang tetap lestari hingga kini.

Dalam lagu daerah tersebut, banyak makna serta pesan-pesan yang ingin disampaikan. Mulai dari nasehat, ucapan pembakar semangat, hingga ungkapan suka cita. Ragam budaya bertajuk lagu daerah tersebut memiliki lirik-lirik yang tentunya sangat menarik.


Makna Setiap Lagu Daerah Jakarta

Lagu Daerah Jakarta

Tempo dulu, penduduk asli Kota Jakarta mayoritas adalah orang Betawi. Dengan pembawaan watak yang penuh semangat membuat setiap lirik lagu di dalamnya memiliki ciri khas tersendiri. Ada beberapa lagu daerah asal Jakarta yang hingga sekarang tetap lesatri. Inilah beberapa diantaranya:

Baca Juga: Lagu Daerah Toraja

1. Jali-jali

ini dia si jali-jali
lagunya enak lagunya enak (2x) merdu sekali
capek sedikit tidak perduli sayang
asalkan tuan asalkan tuan (2x) senang di hati

palinglah enak si mangga udang
sayang disayang pohonnya tinggi pohonnya tinggi buahnya jarang
palinglah enak si orang bujang sayang
kemana pergi kemana pergi tiada yang larang

Inilah dia Si Jali-jali. Hampir setiap orang pasti akrab dengan penggalan lirik lagu Si Jali-jali. Merupakan produk asli dari masyarakat Betawi, lagu ini memberikan gambaran tentang kehidupan masyarakat Betawi dengan tanaman Jali-jali. Tidak diketahui pasti siapa pencetus lagu ini, namun lagu ini dipopulerkan oleh M. Sagi tahun 1942.

Dengan bahasa melayu Betawi-nya yang khas, lirik dalam lagu Si Jali-jali hadir dengan nada serta irama yang menghibur. Dalam lagu Si jail-jali ini, diceritakan mengenai tumbuhan Jali-jali. Tanaman tersebut merupakan tanaman khas yang pasti tumbuh di setiap rumah adat masyarakat Betawi.

Lagu Jali-jali sendiri, lebih cenderung sebuah pantun yang diberi irama musik. Dengan balas berbalas pantun di dalam lagu ini membuat Jali-jali menjadi sebuah lagu penghibur. Dalam lagu ini, tiap lirik lagu pada barisan pertama hingga kedua di tiap bait lagunya merupakan sampiran.

Pada lirik ketiga hingga empat merupakan pesan ataupun makna yang ingin disampaikan. Jadi setiap orang yang mendengar lagu Si Jali-jali ini, yang tadinya dalam keadaan sedih, pasti akan terhibur. Karena inti dari lagu ini adalah memberikan hiburan kepada pendengarnya.

2. Keroncong Kemayoran

La la la la la la la laaa
Paling enak simangga muda
Jiwa manis indung di sayang

La la la la la la la la laaa
Pohonnya tinggi-pohonya tinggi buahya jarang

Cabe rawit di pohon aren
Nggak punya duit pokoknye keren

Kedondong mateng di batik
Rambutnya gondrong nggak mampu gigit

La la la la la la la laaa
Paling enak siorang bujang
Jiwa manis indung di sayang

Dibawakan dengan logat khas Betawi, lagu Keroncong Kemayoran merupakan lagu daerah Jakarta. Tempat awal tumbuhnya lagu ini adalah di Kampung Kemayoran. Pada awal berkembangnya, lagu ini merupakan lagu yang diadaptasi dari musik Portugis.

Namun seiring waktu, lagu ini terus berkembang di kalangan masyarakat Betawi. Masa keemasan dunia permusikan Keroncong adalah pada tahun 1960-an. Seiring waktu, lagu Keroncong meredup dengan mulai masuk dan berkembangngnya musik bergenre rock.

Meskipun begitu, lagu Keroncong Kemayoran yang berasal dari Jakarta tetap lestari hingga kini. Di balik genre lagunya yang khas lagu ini menyimpan makna tersendiri. Dalam lirik lagu ini terdapat pesan menarik yang coba disampaikan. Lagu Keroncong Kemayoran, berpesan kepada para pendengar untuk selalu merasa Bahagia.

Walaupun dilanda kesulitan, lagu ini menjelaskan bahwa setiap orang pasti memiliki kesulitan. Namun percayalah, dalam setiap kesulitanpasti ada jalan keluarnya. Dalam lagu ini juga mengulas sedikit mengenai masalah percintaan. Itulah sepenggal makna yang terdapat dalam lagu Keroncong Kemayoran.

3. Kicir-kicir

Kicir kicir ini lagunya
Lagu lama ya tuan dari Jakarta
Saya menyanyi ya tuan memang sengaja
Untuk menghibur menghibur hati nan duka

Burung dara burung merpati
Terbang cepat ya tuan tiada tara
Pabila kita ya tuan suka menyanyi
badanlah sehat ya tuan hati gembira

Buah mangga enak rasanya
Si manalagi ya tuan paling ternama
Siapa saya ya tuan rajin bekerja
pasti menjadi menjadi warga berguna

Berawal dari tradisi pantun di kawasan Indonesia. Lagu Kicir-kicir kental akan budaya dari melayu, syair-syair di dalamnya cukup kental dalam lirik lagu ini. Jika dipandang melalui skema lagu ini, terdapat rima, dengan jumlah suku kata hampir sama dengan kosa kata pantun maupun syair.

Jika diamati lebih lanjut, pada baris pertama lirik lagu Kicir-kicir merupakan sampiran. Untuk baris lirik selanjutnya adalah isi. Itulah mengapa bagi pengamat, lagu Kicir-kicir layak disebut sebagai reinkarnasi dari gubahan pantun maupun syair.

Lagu kicir-kicir sendiri memiliki makna yang cukup jelas. Dalam lagu tersebut diceritakan tentang seseorang yang tengah menghibur dirinya, sekaligus mengajak orang lain bergembira bersama. Inti dari lagu ini adalah tentang bagaimana seseorang harus hidup dalam sukacita.

Lagu Kicir-kicir sendiri merupakan perpaduan budaya antara Melayu dengan Cina. Keterkaitan inilah yang menciptakan lagu Kicir-kicir sarat akan perpaudan dua budaya. Sehingga kreasinya sendiri membuat makna lagu ini memberikan nuansa Bahagia bagi para pendengarnya.

4. Lenggang Kangkung

Lenggang lenggang kangkung kangkung di Kebon K’lapa
Lenggang lenggang kangkung kangkung di Kebon K’lapa

Nasib sungguh beruntung punya kekasih suka tertawa
Nasib sungguh beruntung punya kekasih suka tertawa

Lenggang lenggang kangkung kangkung dari Semarang
Lenggang lenggang kangkung kangkung dari Semarang

Nasib tidak beruntung punya kekasih direbut orang
Nasib tidak beruntung punya kekasih direbut orang

Lagu yang satu ini merupakan lagu yang ada semenjak era penjajahan Belanda. Lenggang Kangkung sendiri memiliki makna sendiri, bukan hanya sekedar kata-kata. Liriknya yang identik dengan makna sindiran merupakan inti dari lagu Lenggang Kangkung.

Hadir dengan arti sebuah perbuatan yang terjadi tanpa adanya aturan merupakan arti dari judul lagu ini. Di awal ketenarannya, lagu daerah Jakarta ini menyindir kehidupan sosial, dan keterkaitan asmara yang meruntuhkan rumah tangga di era penjajahan. Gambaran tersebut tertuang dalam lirik lagu Lenggang Kangkung.

Tidak diketahui siapa pengarang dari lagu ini. Kental dengan Bahasa Melayu-nya, lagu Lenggang Kangkung sarat akan sesuatu yang berlawanan. Sedih dan senang, tawa dan duka, dan lain sebagainya. Pembawaan dari lagu ini dibawakan secara gembira.

Lirik lagunya yang sederhana dan simpel dalam pembawaan menjadikan Lenggang Kangkung lagu favorit semua kalangan. Baik anak-anak maupun dewasa dapat membawakan lagu daerah ini dengan mudah. Inti dari lagu ini adalah bahwa sikap  acuh tak acuh merupak sikap yang tidak baik.

5. Ondel-ondel

Nyok kita nonton ondel-ondel … Nyok
Nyok kita ngarak ondel-ondel … Nyok
Ondel-ondel ade anaknya nye … Boy
Anaknya ngiger ter iteran … Soy

Mak bapak ondel-ondel ngibing … Ser
Ngarak penganten disunatin … Ser
Goyangnya asik ndut-ndutan … Dut
E nyang ngibing ige-igelan … Gel

Plak dumblang dumblang plak-plak
Gendang nyaring ditepak
Yang ngiringin nandak
Pade surak-surak

Tangan iseng jailin
Kepale anak ondel-ondel
Taroin puntungan
Rambut kebakaran

Anak ondel-ondel jijikrakan … Krak
Kepale nyale berkobaran  … Bul
Yang ngarak pada kebingungan … Ngung
Disiramin air cecomberan … Byur

Siapa yang tak kenal dengan boneka khas Betawi ini. Ondel-ondel merupakan boneka berukuran besar yang terbuat dari rotan ataupun kayu. Boneka ini dilengkapi dengan topeng, baik topeng perempuan maupun topeng laki-laki. Bagian dalam Ondel-ondel berbentuk rongga menyerupai sebuah kurungan.

Sekilas dapat dibedakan bahwa ondel-ondel pria berwajah merah dan yang perempuan berwajah putih. Untuk menceritakan keunikan boneka khas Betawi ini, maka diciptakanlah lagu daerah Jakarta Ondel-ondel. Lagu daerah yang satu ini santer dibawakan pada pesta pernikahan, khiatanan, ataupun pesta adat lainnya.

Pementasan lagu Ondel-ondel sendri selalu ditampilkan dengan berpasangan. Makna lagu ini sendiri jika dilihat seksama menggambar sesuatu suka cita terhadap setiap orang yang menyaksikannya.

6. Sirih Kuning

 

Sebagi salah satu jenis lagu daerah Jakarta. Kental akan Budaya Melayu-nya, lagu ini dibawakan dengan music Gambang Kromong yang merupakan sejenis orkes. Lagu Sirih Kuning merupakan perpaduan antara Budaya Cina dan Melayu Betawi.

Dalam lagu Sirih Kuning, menceritakan tentang keindahan makna yang beraneka rupa di Indonesia, sebagai tanah yang subur, serta memiliki keasrian alam yang terjaga. Lagu Sirih Kuning hampir sama pembawaannya dengan lagu lainnya. Lagu ini memiliki barisan lirik yang menyerupai syair dan pantun.

Sirih Kuning juga menceritakan tentang kehidupan anak muda. Hal tersebut dapat dilihat dari arti dari Sirih Kuning sendiri yang bermakna gadis belia.

Baca Juga: Lagu Daerah Yogyakarta


Fungsi Lagu Daerah Jakarta

Lagu Daerah Jakarta

Dalam perkembangannya sekarang, lagu daerah Jakarta lebih mengarah sebagai warisan luhur budaya. Namun di era keemasannya beberapa lagu di atas merupakan cara dari para orang tua jaman dahulu memberikan nasihat dan pesan.

Tidak melulu melalui pembicaraan secara langsung. Melalui lagu daerah tersebut pesan serta nasihat-nasihat dapat disampaikan dengan cara yang lebih elok. Kebanyakan lagu daerah Jakarta memberikan para pendengar sesuatu tentang kegembiraan. Suka cita serta kesedihan pun turut tersampaikan dalam lagu daerah tersebut.

Yang menjadi tauladan dari lagu daerah ini adalah pembawaannya yang selalu dibawakan dengan logat khas Betawi. Penuh semangat dan keceriaan walaupun liriknya mengandung unsur duka.

Itulah sedikit informasi terkait lagu daerah Jakarta. Sebagai kota metropolitan, Jakarta memang sudah maju dalam segala hal. Namun budaya serta kearifan lokalnya tetap terjaga hingga sekarang. Mulai lagu daerah, tarian, hingga adat Betawi lainnya. Zaman boleh berkembang, namun Jakarta tidak akan pernah melupakan jati dirinya.

Lagu Daerah Jakarta