Lagu Daerah Betawi

5 min read

lagu daerah betawi

Lagu Daerah Betawi – Lagu daerah Betawi mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki suku lain di Indonesia. Biasanya hal yang paling menonjol dari suku Betawi hanyalah sekedar kebudayaan uniknya saja ataupun kuliner yang lezat.

Dengan logat dan bahasa yang kental, menjadikan lagu-lagu khas suku Betawi juga sangat menarik dan patut diketahui oleh banyak orang. Suku Betawi merupakan sekelompok masyarakat yang ada sejak zaman penjajahan Belanda di Indonesia.

Pada dasarnya, Suku Betawi merupakan campuran dari berbagai macam suku di Indonesia, lalu menjadi sebuah kesatuan kelompok. Pada dasarnya suku Betawi dalam kehidupan sehari-harinya dipengaruhi kebudayaan Melayu dengan menggunakan bahasa khas Betawi sebagai media komunikasi untuk berinteraksi.


Sejarah Lagu Daerah Betawi

Lagu Daerah Betawi

Kehadiran lagu-lagu khas Betawi memberikan suasana segar dalam dunia musik tradisional Indonesia. Sudah banyak sekali orang-orang yang jatuh cinta saat mendengar uniknya lagu Betawi diiringi dengan alat musik yang semakin memperindah alunan nada. Namun dibalik keindahan lagunya, orang-orang suku Betawi secara tidak langsung menunjukan sejarah yang tersimpan dalam lagu-lagu tersebut.

Lagu Betawi dipengaruhi oleh berbagai macam kebudayaan luar yang mempengaruhi suku Betawi dalam menciptakan budaya khasnya. Berbagai budaya asing seperti Tionghoa, Arab, Portugis dan Melayu menjadi pengaruh terbesar dalam sejarah kesenian lagu khas Betawi. Hal tersebut yang menjadikan lagu-lagu Betawi mempunyai sentuhan berbeda, karena memang tergabung dari berbagai macam kebudayaan.

Pengaruh budaya asing pada lagu khas Betawi dapat terlihat dalam pertunjukan orkes Gambang Kromong. Pada awalnya, orkes khas suku Betawi ini hanya membawakan lagu-lagu yang didominasi oleh sentuhan budaya Tionghoa. Beberapa lirik lagu yang dibawakan oleh orkes Gambang Kromong dengan nuansa Tionghoa seperti ma cun tay dan poa si li.

Beralih dari budaya Tionghoa, lagu-lagu Betawi juga kental dengan budaya asing khas Portugis. Hal ini terlihat pada pertunjukan musik yang membawakan lagu seperti bananas dan kramton. Lagu-lagu tersebut biasanya diiringi dengan alat musik tanjidor yang notabennya berasal dari Portugis. Saat membawakan lagu khas Betawi ini juga terdapat sentuhan budaya Portugis.

Kehadiran lagu khas Betawi yang bernama Zahrotoel Hoesoen menjadi indikasi bahwa budaya Arab juga mempengaruhi perkembangan lagu-lagu Betawi. Aliran musik yang membawakan lagu tersebut dikenal dengan sebutan Gambus Betawi. Suasana timur tengah terasa sangat kental saat para pemain dengan lihai memainkan alat musik disertai dengan lirik lagu khas budaya Arab.

Tidak juga ketinggalan dengan lagu-lagu berlirik khas budaya Melayu yang sering dibawakan oleh orkes Samrah. Sama seperti Gambang Kromong, orkes Samrah merupakan pertunjukan musik khas suku Betawi. Lagu-lagu yang diciptakan pun sangat kental dengan dialek dan budaya Melayu. Salah satu contoh lagunya seperti Pakpung Pak Mustape, Masmura dan Burung Putih.

Baca Juga: Lagu Daerah Nias


Ciri Khas Lagu Daerah Betawi

Lagu Daerah Betawi

Setiap suku di Indonesia mempunyai sebuah ciri khas tersendiri dalam menunjukkan identitasnya, termasuk dalam menciptakan sebuah lagu. Khususnya lagu daerah Betawi mempunyai hal unik yang berbeda dengan lagu-lagu daerah pada umumnya. Terdapat hal yang menonjol dan menjadikan lagu-lagu khas Betawi sangat berkarakter dan mudah dikenali oleh banyak orang ketika mendengarnya.

Salah satu ciri khas lagu khas Betawi adalah mengandung unsur humor. Pembawaan lagu yang ceria dan jenaka dapat membuat orang yang mendengarnya menjadi tertawa. Tidak hanya mengandung makna tersirat, namun hampir keseluruhan lagu yang berasal dari suku Betawi dikemas dengan humor ringan dan menarik banyak orang untuk menyukai lagu tersebut.

Dibalik sentuhan humornya yang jenaka dan menghibur, ternyata ada beberapa lagu khas Betawi yang berisikan sebuah sindiran. Misalnya saja tentang sifat manusia yang tidak mampu memahami satu sama lain, pemerintahan yang tidak adil terhadap rakyatnya, dan masih banyak lagi sentilan-sentilan realita kehidupan yang dimasukan dalam lirik lagu khas Betawi ini.

Meskipun banyak makna yang ada pada setiap lirik lagu, hal tersebut tidak menghilangkan ciri khas lagu Betawi. Dengan pembawaan lagu yang santai, hal ini mampu menghibur saat dalam kondisi perasaan sedih. Inilah sebabnya mengapa lagu yang berasal dari suku Betawi begitu banyak penggemarnya, karena mampu memberikan sensasi nyaman selama mendengarkannya.

Tidak lupa dengan ciri khas dari lagu-lagu khas Betawi, yaitu para penyanyinya. Biasanya lagu-lagu  tersebut dinyanyikan oleh dua orang, yaitu pria dan wanita. Masing-masing dari mereka saling bersautan saat bernyanyi, sehingga menimbulkan kesan seperti sedang berbincang. Padahal yang terjadi sebenarnya adalah penyanyi sedang menyanyikan lirik pada sebuah lagu secara bergiliran.

Inilah ciri khas utama dari lagu Betawi, yaitu sebuah pantun. Secara umum, pantun merupakan sebuah puisi yang berasal dari budaya Melayu dan telah menjadi bagian penting dalam kebudayaan Betawi. Tanpa adanya pantun, lagu-lagu yang sampai ini sering didengarkan oleh banyak orang tidak akan menjadi ciri khas dari lagu suku Betawi.

Baca Juga: Lagu Daerah Gorontalo


Kesenian Lagu Khas Betawi

Lagu Daerah Betawi

Satu hal lagi yang menjadikan suku Betawi mempunyai ragam keunikan dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan zaman yang sudah memasuki dunia global, tidak mempengaruhi kecintaan suku Betawi terhadap warisan budaya yang sudah turun menurun. Salah satunya adalah Lagu Daerah Betawi yang sampai saat ini tetap terus dilestarikan oleh penerus suku Betawi.

1. Lenggang Kangkung

Lenggang lenggang kangkung kangkung di Kebon K’lapa
Lenggang lenggang kangkung kangkung di Kebon K’lapa

Nasib sungguh beruntung punya kekasih suka tertawa
Nasib sungguh beruntung punya kekasih suka tertawa

Lenggang lenggang kangkung kangkung dari Semarang
Lenggang lenggang kangkung kangkung dari Semarang

Nasib tidak beruntung punya kekasih direbut orang
Nasib tidak beruntung punya kekasih direbut orang

Judul lagu yang menggunakan nama sayuran ini bukan membahas mengenai sebuah Kangkung. Lagu khas Betawi ini menceritakan tentang seseorang yang merasa beruntung karena mempunyai kekasih dengan sifat ceria dalam sebuah hubungan percintaan. Namun hal tersebut berbanding terbalik jika kekasih yang dimiliki pada akhirnya memilih orang lain dan hanya meninggalkan kesedihan.

2. Ondel-ondel

Nyok kita nonton ondel-ondel … Nyok
Nyok kita ngarak ondel-ondel … Nyok
Ondel-ondel ade anaknya nye … Boy
Anaknya ngiger ter iteran … Soy

Mak bapak ondel-ondel ngibing … Ser
Ngarak penganten disunatin … Ser
Goyangnya asik ndut-ndutan … Dut
E nyang ngibing ige-igelan … Gel

Plak dumblang dumblang plak-plak
Gendang nyaring ditepak
Yang ngiringin nandak
Pade surak-surak

Tangan iseng jailin
Kepale anak ondel-ondel
Taroin puntungan
Rambut kebakaran

Anak ondel-ondel jijikrakan … Krak
Kepale nyale berkobaran  … Bul
Yang ngarak pada kebingungan … Ngung
Disiramin air cecomberan … Byur

Ondel-ondel merupakan lagu yang menceritakan tentang kebudayaan unik suku Betawi yang menggunakan boneka Ondel-ondel sebagai penangkal hal buruk dalam kehidupan. Nuansa lagu yang riang dan ceria, menjadikan lagu Ondel-ondel mampu membuat siapapun yang mendengarkannya ikut bergoyang mengikuti alunan lagu. Hal inilah yang menjadikan lagu Ondel-ondel masih terkenal hingga saat ini.

3. Keroncong Kemayoran

La la la la la la la laaa
Paling enak simangga muda
Jiwa manis indung di sayang

La la la la la la la la laaa
Pohonnya tinggi-pohonya tinggi buahya jarang

Cabe rawit di pohon aren
Nggak punya duit pokoknye keren

Kedondong mateng di batik
Rambutnya gondrong nggak mampu gigit

La la la la la la la laaa
Paling enak siorang bujang
Jiwa manis indung di sayang

Masih membahas Romansa, lagu Keroncong Kemayoran yang dipopulerkan oleh Aktor Benyamin Sueb ini juga tidak kalah terkenalnya. Lagu ini mengisahkan tentang sepasang kekasih yang secara terpaksa harus berpisah, dan berharap suatu saat dapat bertemu kembali. Dengan irama lagu yang easy listening, menjadikan Keroncong Kemayoran mampu memberikan suasana santai saat mendengarnya.

4. Surilang

Surilang jot-njotan
Ada hujan rintik perlahan
Rahmat Tuhan semesta alam
eh sayang disayang
Kagak gune cantik rupawan aduh sayang
Kagak gune cantik rupawan eh sayang aduh sayang
Kalo kagak suka sembahyang

Surilang jot-njotan
Burung elang di pinggir jalan
Dideketin eh malah terbang
eh sayang disayang
Sie-sie puasa sebulan aduh sayang
Sie-sie puasa sebulan eh sayang aduh sayang
Kalo cuma ngomongin orang

Surilang jot-njotan
Kue cubit di atas nampan
Jadi sehat kalo dimakan
eh sayang disayang
Tiada gune uang disimpan aduh sayang
Tiada gune uang disimpan eh sayang aduh sayang
Kalo zakat enggak dibayarkan

Surilang jot-njotan
Baek ati ente lakuin
Kagak rugi aye jaminin
eh sayang disayang
Naek haji niatin aduh sayang
Naek aji kite niatin eh sayang aduh sayang
Haji mabrur kite dambain

Watak manusia yang sering melupakan tindakan kebaikan dan memahami antar sesama akan ditemukan pada lagu Surilang ini. Tidak hanya sebagai Lagu Daerah Betawi yang enak untuk didengarkan, Surilang sarat akan makna yang mendalam. Setiap lirik yang dinyanyikan memberikan sebuah pemahaman bahwa Manusia merupakan mahluk sosial yang membutuhkan satu sama lain.

5. Jali-jali

ini dia si jali-jali
lagunya enak lagunya enak (2x) merdu sekali
capek sedikit tidak perduli sayang
asalkan tuan asalkan tuan (2x) senang di hati

palinglah enak si mangga udang
sayang disayang pohonnya tinggi pohonnya tinggi buahnya jarang
palinglah enak si orang bujang sayang
kemana pergi kemana pergi tiada yang larang

Masih dibawakan dengan nada lagu yang ceria dan santai, menjadikan lagu Jali-jali juga wajib untuk didengarkan. Mengisahkan tentang seseorang yang tidak mempunyai hubungan romansa dengan orang lain, menjadikan hidupnya bebas tanpa ada yang melarang. Orang tersebut bebas pergi kemana pun sesuai keinginan tanpa mengkhawatirkan perasaan cinta orang lain terhadap dirinya.

Mengenal suku Betawi lebih dekat memang menarik untuk diketahui. Berbagai macam aspek kebudayaan, termasuk Lagu Daerah Betawi, menjadikan siapapun menyadari bahwa Indonesia mempunyai sebuah tradisi yang wajib dilestarikan. Meskipun kemajuan zaman sudah semakin maju dengan berbagai pengaruh budaya luar, namun tetap saja, kebudayaan tradisional adalah identitas asli Indonesia.

Lagu Daerah Betawi