Keanekaragaman Hayati – Di bumi terdapat beberapa makhluk hidup dengan beragam spesiesnya masing-masing. Keanekaragaman hayati dalam bumi merupakan cara alam menyeimbangkan ekosistem.

Keseimbangan ekosistem dapat meminimalisir kepunahan suatu spesies. Kepunahan pada suatu spesies adalah bentuk alam dalam menyeleksi keberadaan spesies tersebut di muka bumi.

Keanekaragaman makhluk hidup menambah nilai tambah pada suatu tempat. Hal tersebut dinilai karena keseimbangan pada tempat tersebut yang dapat menampung beberapa spesies berbeda.

Di Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman makhluk hidup cukup tinggi karena Indonesia memiliki beberapa tempat habitat alam yang memadai.


Keanekaragaman Hayati Indonesia

Keanekaragaman Hayati

Indonesia adalah negara yang dikenal dengan banyaknya pulau dan keanekaragaman suku dan budaya. Namun tak hanya keanekaragaman warga negaranya, akan tetapi keanekaragaman akan flora dan fauna juga. Keanekaragaman flora dan fauna menambah keindahan alam Indonesia. Beragam flora dan fauna ada di Indonesia hingga spesies langka yang keberadaannya mulai terancam punah.

Baca Juga: akibat rotasi bumi


Keanekaragaman Flora

Keanekaragaman Hayati

Flora atau tumbuhan adalah hal yang sangat berpengaruh bagi makhluk hidup yang memerlukan oksigen untuk bernafas. Keanekaragaman flora di Indonesia sangat tinggi, beberapa jenis spesies bahkan termasuk langka. Indonesia memiliki luas hutan yang sangat besar, bahkan hutan di Indonesia termasuk dalam hutan yang berpengaruh di dunia. Begitu besar manfaat hutan Indonesia.

Tumbuhan yang hidup di Indonesia merupakan beberapa tumbuhan yang hidup di beberapa negara, seperti India, Philipina, Thailand, dan Malaysia. Beberapa tumbuhan yang ada di negara-negara tersebut disebut flora indo-malaya. Sedangkan tumbuhan yang hidup di Indonesia, Malaysia, dan Philipina disebut flora malenesia.

Sekitar 248.000 spesies tumbuhan tinggal di hutan Indonesia. Tercatat jumlah tumbuhan yang ada di Indonesia merupakan setengah dari jumlah spesies keseluruhan yang ada di bumi. Pada hutan hujan tropis di daerah malenesia lebih dominan pohon yang menghasilkan biji bersayap. Pohon tersebut tercatat sebagai tumbuhan yang tertinggi. Contoh pada keluarga pohon tersebut seperti kayu kapur, keruing, kayu garut, dan meranti.


Sebaran Keanekaragaman Flora di Indonesia

Keanekaragaman Hayati

Banyaknya jenis pohon yang tumbuh di Indonesia berkisar ketinggian 5 sampai 30 meter, didominasi semak, tumbuhan pemanjat, dan epifit. Keanekaragaman flora menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Pada wilayah barat dan wilayah timur memiliki perbedaan jenis floranya. Berikut penyebaran keanekaragaman hayati flora di Indonesia.

1. Daerah Hutan Hujan Tropis

Indonesia berada pada kawasan khatulistiwa karena itu terdapat hutan hujan tropis. Pulau-pulau besar di Indonesia mempunyai daerah hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis memiliki kondisi lembab, terdapat banyak pohon besar, dan berbagai jenis hutan ada. Seperti pohon meranti, eboni, damar, dan kamper.

2. Daerah Hutan Musim

Pada daerah hutan ini pertumbuhan tumbuhan bergantung pada musim. Seperti di musim kemarau daunnya berguguran sedangkan di musim hujan daun tumbuh kembali. Hutan musim hanya memiliki satu jenis tumbuhan saja, misalnya seperti pohon jati dan cemara.

3. Daerah Sabana

Sabana adalah daerah dengan rumput bersemak-semak dan pohon rendah. Pada daerah sabana banyak ditemukan di daerah dengan banyak musim kemarau dan tanah yang cukup gersang. Seperti pada daerah Madura dan Aceh di Dataran Tinggi Gayo.

4. Daerah Stepa

Stepa adalah daerah yang hanya memiliki padang rumput. Pada padang rumput stepa digunakan untuk beternak hewan pemakan tumbuhan atau herbivora. Daerah ini biasanya dimiliki pada wilayah yang sangat kering dan mengalami kemarau panjang. Terdapat di bagian timur NTB dan NTT.

Baca Juga: proses terjadinya hujan


Keanekaragaman Fauna di Indonesia

Keanekaragaman Hayati

Keberagaman hayati fauna di Indonesia terdapat berbagai macam jenis spesies. Di Indonesia juga terdapat hewan endemik. Hewan endemik adalah hewan yang hanya ada di suatu wilayah tidak ada di wilayah lainnya. Seperti hewan harimau jawa, harimau bali, jalak bali putih, badak bercula satu, biturong, dan monyet Presbytis thomasi. Juga terdapat hewan endemik tarsius, kukang, maleo, dan komodo.

Beberapa hewan endemik di Indonesia hampir punah. Karena jenis hewan langka di Indonesia sedikit jumlahnya dan banyak diburu secara liar. Jumlah kelahiran bayi hewan langka juga mempengaruhi kepunahan. Tingginya tingkat permintaan hewan langka di pasar gelap menambah kepunahan hewan endemik Indonesia.

Keanekaragaman hayati pada hewan di Indonesia dibedakan dalam beberapa kelompok. Terdiri atas hewan asiatis, australis, dan peralihan. Persebaran keanekaragaman fauna terbagi antara garis Wallace dan garis Weber. Garis Wallace meliputi wilayah Kalimantan-Sulawesi dan Bali-Lombok, sedangkan garis Weber meliputi wilayah Sulawesi-Maluku dan NTT-Maluku.


Zona Keanekaragaman Fauna di Indonesia

Keanekaragaman Hayati

Keberadaan kedua garis tersebut juga membuat Indonesia terbagi ke dalam tiga zona. Zona tersebut yaitu zona oriental di Indonesia barat, zona australasia di Indonesia timur, dan zona peralihan di Indonesia tengah.

1. Zona Oriental

Zona oriental adalah zona yang ditinggali oleh fauna jenis asiatis yang memiliki sifat mirip hewan asal Benua Asia. Fauna pada tipe ini memiljki tubuh besar, ikan hidup di air tawar, dan biasanya menyusui. Seperti contoh hewan badak bercula satu, orang hutan, burung merak, gajah, dan babi hutan. Zona ini meliputi pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, dan daerah sekitarnya.

2. Zona Australasia

Zona australasia adalah zona yang dihuni fauna jenis australia yang memiliki kesamaan fauna berasal Benua Australia. Berada di kepulauan Maluku dan Papua, fauna memiliki ciri berukuran kecil, memiliki mamalia berkantung, banyaknya burung bermacam warna, dan tidak terdapat kera.
Seperti hewan burung kakatua, kangguru pohon, burung cendrawasih, walabi, burung pelikan, dan landak.

3. Zona Peralihan

Zona peralihan adalah daerah yang dihuni oleh fauna berjenis peralihan yang memiliki kesamaan hewan asal benua Asia dan Australia. Beberapa hewan di zona ini juga terdapat hewan endemik. Contoh hewan zona ini adalah hewan kuda, anoa, babirusa, beruang, dan komodo. Zona peralihan meliputi pulau NTT, NTB, dan Sulawesi.


Beberapa Alasan Mengapa Indonesia Memiliki Keanekaragam Hayati Tinggi

Tingginya keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia dikarenakan beberapa alasan. Sekitar 20 persen jumlah spesies di dunia ada di Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain. Negara lain dengan tingkat keanekaragaman tinggi seperti Indonesia adalah negara Brazil. Keanekaragaman hayati yang tinggi pastinya dipengaruhi oleh beberapa alasan.

  • Pertama letak Indonesia di 6°LU-11°LS dan 95°BT-141°BT dengan iklim tropis
  • Kedua negara Indonesia melewati garis khatulistiwa
  • Ketiga mempunyai gugusan gunung api panjang
  • Keempat Salah satu negara dengan hutan hujan terbanyak
  • Terakhir memiliki wilayah dengan dua garis zoografi, yaitu Wallace dan Webber.

Itulah beberapa alasan mengapa Indonesia memiliki keanekaragaman hayati flora dan fauna. Dengan 17.508 pulau di Indonesia membuat flira dan fauna tersebar. Tersebarnya jenis di beberapa tempat memudahkan pengelompokannya.

Keanekaragaman hayati merupakan salah satu cara keseimbangan alam. Negara Indonesia dikenal dengan tinggi keanekaragaman flora dan fauna. Beberapa spesies langka juga ada di Indonesia, tetapi terancam kelangsungan hidupnya karena perburuan liar. Ikut serta dalam menjaga agar flora dan fauna langka tidak mengalami kepunahan adalah cara menjaga keseimbangan alam.

Keanekaragaman Hayati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like