Hutan Hujan Tropis – Hutan dikenal sebagai bagian penting dari bumi, bahkan disebut paru-paru dunia. Salah satu jenis hutan yaitu hutan hujan tropis atau tropical rainforest. Hutan jenis ini merupakan area hutan yang tidak mengalami musim kering, selalu basah atau lembab.

Di kawasan ini memiliki curah hujan yang tinggi, dan biasanya terdapat di area khatulistiwa. Di hutan hujan tropika, terdapat keanekagaraman hayati yang tinggi. Sekitar 40% sampai 75% dari semua spesies secara alami ada di area ini. Hutan ini juga merupakan rumah bagi banyak hewan dan spesies tumbuhan di bumi.

Dua per tiga dari tanaman berbunga dapat ditemukan di hutan hujan tropika ini. Menurut penelitian satu hektar hutan dapat mengandung sekitar 42.000 spesies serangga yang berbeda, 807 pepohonan dari 313 spesies dan 1.500 tanaman lain.


Struktur Hutan Hujan Tropis

Hutan Hujan Tropis

 

Hutan hujan tropika dapat dibagi menjadi beberapa strata atau lapisan berbeda. Ini tergantung dari penggolongan vegetasi dalam pola vertikal dari atas tanah sampai ke kanopi. Setiap lapisannya memiliki komunitas biotik yang unik dengan tanaman serta hewan yang berbeda-beda. Lapisan yang hanya terdapat di hutan hujan tropika yaitu Emergent Layer. Berikut ini struktur hutan hujan tropis:

1. Forest Floor

Di forest floor, bagian paling bawah hutan ini hanya menerima 2% dari sinar matahari. Hanya tanaman yang bisa beradaptasi di sedikit cahaya saja yang dapat tumbuh di sini. Jauh dari aliran sungai, bagian terbawah dari hutan ini relatif bersih dari vegetasi.

Di sini biasanya menjadi tempat bagi hewan untuk berjalan. Beberapa hewan yang biasa bergerak di tempat ini misalnya okapi, tapir, badak Sumatera,  gorilla, reptil, dan serangga. Selain dedaunan jatuh, ada juga berbagai jamur yang tumbuh di sini yang bisa membantu pembusukan daun dan kotoran hewan.

2. Understory Layer

Lapisan ini berada di antara kanopi dan bagian lantai hutan. Di sini merupakan tempat bagi beberapa jenis burung, hewan mamalia kecil, serangga, reptil, dan predator. Tanaman yang ada di sini biasanya pohon kecil, tanaman rempah, dan tanaman merambat. Hanya sekitar 5% dari sinar matahari dapat masuk bagian ini.

3. Canopy Layer

Lapisan kanopi atau canopy layer merupakan bagian hutan yang membentuk atap. Ini biasanya terdiri dari pohon-pohon besar yang memiliki tinggi 30 sampai 45 meter. Tanaman yang tinggi dengan daun hijau melebar biasanya mendominasi area ini. Selain itu ada juga tanaman bunga seperti anggrek, lumut, dan bromelia.

4. Emergent Layer

Lapisan yang satu ini mengandung sedikit jenis pohon yang sangat besar dan disebut emergent. Pohon-pohon ini tumbuh tinggi di atas rata-rata kanopi. Tingginya bisa mulai dari 45-55 meter, meski ada juga sebagian kecil yang sampai 80 meter. Pohon-pohon ini harus dapat berdiri kokoh dengan temperatur panas dan angin yang kuat.

Baca Juga: Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbaharui


Ekologi Hutan Hujan Tropis

Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis berada di sekitar atau dekat khatulistiwa. Iklim merupakan salah satu hal yang mempengaruhi hutan jenis ini. Parameter lainnya yaitu konsentrasi karbon dioksida, radiasi sinar matahari dan ketersediaan nitrogen. Secara umum, pola iklim di daerah ini terdiri dari temperatur hangat dan curah hujan yang tinggi.

Curah hujan yang berubah sepanjang tahun dapat menciptakan perbedaan kelembaban dan musim kering. Hutan hujan tropika sendiri memiliki suhu rata-rata lebih dari 24 derajat celcius, dengan curah hujan yang tinggi.

Pada bagian tanah, di hutan ini jenis tanahnya merupakan kombinasi dari beberapa variabel seperti iklim, vegetasi, topografi, dan usia tanah. Kebanyakan tanah tropika memiliki karakter nutrisi yang rendah, namun ada sebagian area yang juga subur. Jadi jenis tanah dan nutrisinya berbeda-beda tergantung wilayah.

Tanah di hutan Amazon Tengah serta Asia Tenggara merupakan tanah tua dengan kurang mineral. Berbeda dengan hutan di bagian barat Amazon yang termasuk bagian Ekuador dan Peru merupakan tanah yang kaya mineral. Tanah di daerah tersebut termasuk dalam area vulkanik yang masih muda.

Saat ini suksesi di hutan hujan tropika cenderung kurang baik. Aktivitas manusia di sekitar area hutan tersebut membuat banyak kerusakan sehingga area hutan menjadi berkurang setiap tahunnya. Selain karena faktor manusia, ada juga faktor alam yaitu bencana alam seperti badai, meletusnya gunung berapi, pergerakan sungai, dan lain-lain.


Manusia di Hutan Hujan Tropis

Tak hanya dihuni oleh tanaman dan hewan, hutan hujan tropika juga ditinggali oleh manusia. Suku Dayak misalnya berada di hutan hujan tropika pulau Borneo. Sumber daya makanan yang ada sangat tersebar karena keanekaragaman hayati yang tinggi. Namun sebagian besar makanan terbatasi sampai kanopi dan membutuhkan energi besar untuk mendapatkannya.

Beberapa kelompok suku memilih berburu untuk mencari sumber makanan. Mereka menggunakan senjata tradisional untuk berburu hewan di hutan. Ada juga yang memperdagangkan produk dari hutan seperti madu kepada orang-orang yang tinggal di luar.

Suku-suku pedalaman yang tinggal di hutan Amazon bahkan ada yang terisolasi tak berhubungan dengan manusia di luar. Ini terjadi karena hutan Amazon sangat luas sehingga sulit untuk dijangkau oleh orang luar. Kehidupan manusia di sana pun sangat bergantung pada alam dengan berburu atau mengambil sumber makanan dari tanaman.

Keberadaan suku pedalaman ini disebut malah dapat menjaga hutan agar tidak rusak. Manusia-manusia modern yang seharusnya memiliki kepedulian malah kadang lebih rakus. Jadi penting adanya kesadaran agar bisa menjaga hutan tetap menjadi hutan.

Baca Juga: siklus batuan


Pentingnya Hutan Hujan Tropis

Hutan Hujan Tropis

Hutan di Indonesia saat ini dalam kondisi yang kritis karena ulah manusia sendiri. Padahal hujan sebenarnya memiliki peran yang saat penting dalam kehidupan manusia. Hutan merupakan penyeimbang ekosistem dengan adanya banyak jenis tanaman dan hewan yang tinggal di sana.

Selain sebagai habitat flora dan fauna, hutan juga memberikan suplai oksigen yang besar bagi bumi. Hutan hujan tropika sendiri menyumbang sekitar 80% oksigen untuk seluruh bumi. Tak mengherankan karena di hutan ini ada banyak pepohonan yang setiap harinya melakukan fotosintesis.

Memiliki curah hujan yang tinggi, hutan jenis ini juga bermanfaat sebagai daerah resapan air. Pepohonan yang ada di sana membantu proses penyerapan air sehingga bisa mencegah banjir ataupun bencana lainnya. Tanpa adanya pohon, area tanah yang gundul biasanya lebih mudah longsor dan banjir.

Adanya kerusakan seperti kebakaran hutan bisa berakibat buruk bagi kelangsungan makhluk hidup di sekitar. Pemerintah dan masyarakat sudah sepatutnya menjaga hutan agar tetap lestari bukan malah merusak. Perlindungan terhadap hutan bisa dilakukan dengan cara beragam, pemerintah misalnya bisa menerbitkan peraturan untuk perlindungan hutan.

Konservasi hutan hujan tropis perlu dilakukan untuk perlindungan terhadap sumber daya hutan. Ini mencegah adanya eksploitasi, perusakan, dan pengabaian terhadap hutan. Cara untuk melakukan konservasi sendiri beragam termasuk ecotourism dan rehabilitasi hutan. Ecotourism merupakan tur pada area spesifik sebagai upaya mengajarkan publik tentang lingkungan.

Pelestarian hutan menjadi sangat penting di era modern ini mengingat semakin tahun, hutan semakin berkurang bukan bertambah. Ini bisa berakibat buruk bagi kelestarian lingkungan dan menjadi ancaman bagi makhluk hidup begitu juga manusia.

Hutan Hujan Tropis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like