Fenomena Alam – Berbagai fenomena alam sudah sering terjadi di bumi ini. Baik yang telah biasa disaksikan maupun hal luar biasa yang sulit dimengerti oleh orang awam. Fenomena ini meliputi fenomena cuaca, pergerakan bumi maupun letusan gunung berapi. Kejadian- kejadian ini dapat juga terjadi secara berkala.

Baca Juga: sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui


Penjelasan Mengenai Fenomena Alam

Fenomena Alam

Fenomena alam merupakan sebuah kejadian alam terlepas dari buatan manusia. Kejadian luar biasa ini dapat tampak di permukaan bumi maupun di langit. Beberapa faktor yang dapat menjadi fenomena alam yaitu cuaca dan iklim, pergerakan maupun pergeseran bumi, aktifitas perut bumi, dan masih banyak faktor.

Fenomena yang sering terjadi yaitu hujan badai, gempa bumi, gunung meletus, dll.  Terkadang fenomena itu sering menjadikan bencana. Ada juga fenomena yang tampak indah seperti aurora, awan lentikular, terpisahnya lautan,dll.

Di beberapa tempat atau daerah tertentu fenomena terjadi secara berkala dan kadang hilang timbul. Ada juga kejadian yang terus-menerus terjadi tanpa henti seperti warna sebuah danau, atau lubang yang muncul. Semua kejadian itu murni terjadi karena alam.

Baca Juga: lapisan bumi


Berbagai Fenomena Alam Di Bumi

Fenomena Alam

Banyak yang salah mengartikan antara fenomena dengan bencana. Fenomena terjadi secara alami. Sedangkan fenomena itu sendiri dapat menjadi bencana jika memakan korban jiwa dan mengakibatkan banyak kerusakan. Berikut fenomena alam yang sangat indah dan menakjubkan hingga fenomena yang dapat menjadi bencana.

1. Aurora

Merupakan fenomena alam yang terjadi akibat interaksi partikel matahari dengan medan magnetik bumi. Aurora sendiri berbentuk pancaran cahaya dengan berbagai warna dan kadang bergerak seperti menari. Warna yang sering tampak yaitu biru, hijau, kuning dan merah dan aurora juga muncul dengan bentuk berbeda- beda.

Aurora akan terlihat bagus saat tengah malam. Lokasi yang sering terjadi aurora yaitu kutub utara dan kutub selatan. Fenomena alam ini sering menjadi incaran fotographer dunia karena keindahan cahayanya. Aurora terbagi menjadi Aurora Australis dan Aurora Borealis. Aurora Borealis sering muncul di Alaska, Fairbanks, Islandia, beberapa wilayah di Kanada Timur dan Skandinavia Utara. Sementara Aurora Australis hanya terjadi di Australia.

2. Awan Lenticular

Awan ini muncul di atas puncak gunung dan terbentuk akibat tabrakan antara angin dengan dinding pegunungan yang menyebabkan terjadinya pusaran arah angin. Di tanah jawa awan lentikular ini sering terlihat di atas puncak gunung lawu. Meskipun indah, awan ini dapat menyebabkan turbulensi pada pesawat sehingga sangat dihindari oleh pilot.

3. Gerhana

Gerhana terjadi saat posisi matahari, bulan, dan bumi sejajar atau lurus. Terdapat dua jenis gerhana yaitu gerhana matahari dan gerhana bulan. Gerhana ini terjadi beberapa menit saja. Gerhana bulan terjadi saat seluruh atau sebagian bulan tertutup oleh bayangan bumi. Disini matahari, bumi, dan bulan posisinya sejajar lurus. Gerhana bulan ini dapat dilihat tanpa menggunakan alat bantu.

Gerhana matahari terjadi saat matahari, bulan dan bumi berada sejajar lurus. Cahaya matahari akan tertutup oleh bulan secara sebagian maupun penuh. Gerhana matahari ini sangat berbahaya jika disaksikan langsung dengan mata telanjang karena radiasinya dapat merusak mata.

4. Hujan Es

Hujan es terbentuk karena uap air yang berada pada atmosfer berada di lapisan beku. Es yang turun ke bumi sebagian mencair karena udara hangat yang berada di daerah lebih rendah. Hujan es sering terjadi di negara beriklim tropis seperti di Indonesia. Biasanya fenomena ini disertai hujan lebat dan angin yang kuat, sedangkan untuk ukuran es tidak menentu. Terkadang berukuran kecil namun ada juga yang berukuran besar. Hujan ini juga sudah biasa dan sering terjadi.

5. Angin Tornado

Angin tornado berbentuk seperti corong dimana bagian bawah yang menyentuh bumi menyempit dan dikelilingi oleh awan.  Jenis angin ini biasanya merupakan pusaran dimana ada pusaran yang kecil maupun yang besar. Pusaran angin tornado yang besar memiliki kecepatan  kira- kira  300–400 km per jam , dan lebar kira- kira 1 Km atau lebih.

Tornado terjadi di beberapa bagian daerah Kanada, Eropa, Australia, Selandia Baru, Asia, dan lebih sering terjadi di Amerika Serikat. Di Indonesia pun beberapa kali terbentuk angin tornado namun tidak kencang dan terjadi beberapa saat saja. Selain di permukaan bumi, tornado juga terjadi di atas lautan dimana menyebabkan pusaran air.

6. Light Poles

Fenomena ini hampir menyerupai aurora yaitu adanya cahaya yang muncul akibat pantulan kristal es. Light poles berbentuk seperti pilar dimana berbeda dengan aurora yang nampak seperti gelombang. Biasanya light poles terjadi di suhu minus 10 derajat celcius. Light poles juga memiliki beberapa warna, namun yang tampak muncul adalah warna hijau. Fenomena ini dijumpai di negara- negara yang memiliki cuaca dingin. Tampak sangat indah jika disaksikan saat tengah malam.

7. Bioluminescence

Fenomena ini terjadi di lepas pantai atau lautan. Dimana seolah-olah air laut menyala dan sinar yang ditampakkan berwarna biru. Pemandangan ini sangat indah untuk disaksikan dan diabadikan. Bioluminescene ini sebenarnya merupakan cahaya dari organisme laut yang bereaksi dengan udara. Beberapa lokasi pantai yang mengalami fenomena ini yaitu pulau Mudhdhoo di Maldives, Teluk Toyama di Tokyo, Teluk Mosquito di Puerto Rico, Falmouth di Jamaika, Koh Rong negara Kamboja, Kepulauan Matsu negara Taiwan.

8. Supercell

Supercell merupakan badai terbesar dan terkuat. Badai ini dapat menyebabkan kerusakan yang hebat. Supercell sering terjadi di Amerika. Fenomena ini terjadi karena adanya udara yang lembab dan ketidakseimbangan atmosfer serta karena adanya putaran angin yang sangat kencang.

9. Skypunch

Skypunch memiliki beberapa nama yaitu Punch Hole Cloud, Canal Cloud,  atau Cloud Hole. Ini adalah fenomena alam yang merupakan awan berbentuk seperti sebuah lingkaran ellipse besar di antara beberapa awan lainnya. Lubang yang terbentuk di awan ini terjadi karena jatuhnya partikel es yang terjadi ketika tetesan air membeku.

10. Vulcanic Lighting

Fenomena ini terjadi  karena material yang keluar dari gunung berapi berupa debu vulkanik, pasir, dan juga batu-batuan. Material ini saling bertemu dan terjadi gesekan sehingga menimbulkan aliran listrik. Aliran listrik dengan suhu yang sangat tinggi akan muncul  dalam  jumlah sangat besar sehingga terjadi badai listrik.

11. Air Terjun Berwarna Merah Darah

Air terjun berwarna merah darah ini berada di kawasan lembah McMurdo tempatnya di Antartika Timur. Penampakan air ini terlihat seperti aliran darah merah yang mengalir melalui es. Awalnya orang- orang mengira bahwa itu adalah darah namun beberapa ilmuan menjelaskan bahwa itu adalah ganggang merah.

Itulah contoh fenomena alam yang sering terjadi maupun yang jarang terjadi. Fenomena tersebut terjadi dengan masing- masing faktor. Kejadian yang memiliki resiko bencana sebaiknya di hindari dan di antisipasi. Fnomena yang tidak memiliki resiko bencana dapat di abadikan dan dinikmati. Tidak semua tempat mengalami, fenomena tersebut hanya terjadi di beberapa daerah tertentu dan mungkin jarang ada yang terjadi atau nampak. Ada yang bersifat sementara dan ada yang terjadi terus menerus.

Fenomena Alam 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like