Pengertian Politik Adalah : Contoh, Arti, Sejarah & Tujuan Secara Umum

Pengertian Politik – Seringkali Anda membahas atau berbicara panjang leber mengenai politik, tapi sudah tahukan Anda apa sebenarnya pengertian politik itu sendiri? Padahal yang Anda lihat selama ini adalah politik praktis, bukan arti politik secara luas.

Politik juga bisa didefinisikan sebagai sebuah tahapan dalam membentuk maupun membangun posisi-posisi kekuasaan yang ada di dalam masyarakat yang berguna sebagai pengambil keputusan yang berkenaan dengan kondisi masyarakat.

Atau politik bisa diartikan sebagai tidakan dari suatu kelompok individu berkaitan dengan suatu masalah dari masyarakat atau negara. Sederhananya politik bisa diartikan sebagai teori, metode, atau teknik dalam mempengaruhi orang sipil ataupun individu.


Pengertian Politik menurut Para Tokoh dan Ahli

Pengertian Politik

Ramlan Surbakti

Pengertian politik adalah interaksi pemerintah dan masyarakat dalam hal pembuatan dan pelaksanaan keputusan yang berkaitan dengan kebijakan untuk masyarakat yang menetap di suatu wilayah tertentu.

Roger F. Soltau

Politik adalah introduction to politics. Artinya ilmu yang mempelajari atau menganalisa diantaranya negara, tujuan negara, dan berbagai lembaga yang menjalankan tujuan tersebut.

Isjwara

Pengertian politik menurut F. Isjwara adalah usaha dalam mendapatkan kekuasaan atau suatu teknik dan strategi dalam menjalankan sebuah kekuasaan.

Kartini Kartono

Politik bisa dikatakan sebagai suatu kegiatan perilaku atau proses dalam menjalankan kekuasaan dengan tujuan untuk menegakkan berbagai peraturan serta berbagai keputusan yang sah dan diberlakukan di tengah-tengah masyarakat.

Joyce Mitchell

Politik merupakan suatu pengambilan keputusan kolektif atau pembuatan kebijakan umum untuk masyarakat secara keseluruhan.

Baca Juga: Pengertian Sistem


MacamMacam Sistem Politik Secara Umum

Pengertian Politik

Sistem Politik Otokrasi Tradisional

Sistem ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Dipilih berdasarkan tradisi.
  • Terdapat kelas-kelas dalam hal ekonomi, nilai, dan moral.
  • Pemimpin menjadi badan kebersamaan.
  • Lebih menekankan kolektivisme yang dilandaskan pada kekerabatan dibanding dengan individualisme.
  • Kekebesan individu kurang dihargai dan lebih mementingkan keinginan dari para penguasa.

Sistem Politik Totaliter

Ciri-ciri dari sistem politik ini adalah:

  • Tidak adanya persamaan dan kebebasan berpolitik
  • Semuanya memiliki kesamaan dalam hal ekonomi
  • Dalam hal kewenangan memiliki sifar totaliter dan memaksa
  • Ideologi dipandang sebagai agama politik.

Sistem Politik Otoriter

Ciri-ciri dari sistem politik otoriter adalah:

  • Rakyat tidak diperbolehkan ikut campur dalam urusan politik
  • Oposisi adalah sebuah kejahatan
  • Anti kritik
  • Hanya menggunakan satu partai.

Sistem Politik Oligarki

Sebuah sistem politik yang berlandaskan pada kekuasaan negara yang hanya dikendalikan oleh beberapa orang (golongan elit) dengan menghalalkan segala cara agar supaya rakyat patuh terhadap segala aturan yang dibuat oleh pemerintah.

Sistem Politik Demokrasi

Ciri-ciri dari sistem politik demokrasi adalah:

  • Setiap individu memiliki persamaan dan kebebasan dalam politik
  • Tidak adanya jenjang-jenjang berdasarkan ekonomi
  • Mampu bersatu meskipun terdapat perbedaan
  • Kewenangan berdasarkan hukum dan Undang-Undang yang berlaku
  • Kekuasan merata dari seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga: Pengertian Sepak Bola


Islam dan Politik

Pengertian Politik

Dalam teroi politik sekuler, agama tidak dipandang sebagai sebuah kekuatan. Agama hanya dilihat murni sebagai persoalan individu. Padahal secara fungsional, sebenarnya kekuatan agama dan politik saling mempengaruhi.

Meskipun dalam arti sempit ada diferensiasi diantara keduanya, seperti halnya yang diisyaratkan oleh salah satu sahabat Nabi SAW, Ibnu Mas’ud terhadap ungkapan uli al-amr sebagai umara’ yakni pemimpin formal pemerintahan dan ulama sebagai pemimpin agama.

Pengetian politik (al-siyasah) menurut para ulama Hanbali adalah sikap, prilaku, dan kebijakan kemasyarakatan yang mampu mendekatkan pada kemaslahatan, sekaligus mampu menjauhkan dari kemafsadahan, meskipun sebelumnya belum pernah ditentukan oleh Rasulullah SAW.

Menurut ulama Hanafiyah, politik atau al-siyasah adalah mendorong kemaslahatan makhluk dengan memberikan petunjuk dan jalan yang bisa menyelamatkan mereka di dunia maupun di akhirat.

Sedangkan menurut ulama Syafi’iyah, politik atau al-siyasah adalah setiap upaya, sikap, dan kebijakan untuk mencapai tujuan umum prinsip syari’at. Adapun tujuan-tujuan tersebut meliputi:

  1. Memilihara, mengembangkan dan mengamalkan agama Islam.
  2. Mememelihara rasio serta mengembangkan cakrawala untuk kepentingan ummat.
  3. Memelihara jiwa dan raga dari bahaya serta memenuhi kebutuhan hidupnya, baik kebutuhan primer, sekunder, maupun suplementer.
  4. Memelihara harta kekayaan dengan cara pengembangan usaha komoditasnya serta mengunakannya tanpa melampaui batas maksimal dan mengurangi batas minimal.
  5. Memelihara keturunan dengan cara memenuhi kebutuhan fisik maupun rohani.

Dari pengertian itu, Islam memahami politik tidak hanya soal yang berurusan dengan pemerintahan saja, namun menyangkut juga dengan kulturasi politik secara lebih luas. Artinya politik bukan melulu soal upaya untuk menduduki posisi eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Lebih dari itu, pengertian politik meliputi serangkain kegiatan yang menyangkut kemaslahatan umat baik dalam kehidupan jasmani dan rohani, dalam kehidupan kemasyarakatan secara umum, sampai dengan hubungan masyarakat sipil dengan lembaga kekuasaan.

Pengertian Politik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *